<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027</id><updated>2011-04-22T04:24:20.551+07:00</updated><category term='interval melodik'/><category term='dominan'/><category term='retardasi'/><category term='contre temps'/><category term='dasar-dasar'/><category term='papan fret'/><category term='peta akord'/><category term='gitar akusttik'/><category term='subdominan'/><category term='tegang'/><category term='notasi ritmik'/><category term='kromatik'/><category term='tonika'/><category term='tangganada mayor'/><category term='kadens otentik'/><category term='triad minor'/><category term='minor'/><category term='kadens taksempurna'/><category term='kadens'/><category term='sinkopasi'/><category term='aksentuasi metrik'/><category term='kecil'/><category term='interval harmonik'/><category term='triad'/><category term='lebih'/><category term='antisipasi'/><category term='setelan gitar'/><category term='kambioto'/><category term='ekapi'/><category term='pembalikan akord'/><category term='progresi akord'/><category term='triad mayor'/><category term='nada non-harmonik'/><category term='interval besar'/><category term='kadens sempurna'/><category term='nada harmonik'/><category term='prosodi'/><category term='kadens setengah'/><category term='down-strum'/><category term='kurang'/><category term='swing/shuffle'/><category term='aksentuasi'/><category term='akord subdominan'/><category term='peranan'/><category term='sifat'/><category term='progresif'/><category term='aksentuasi ritmik'/><category term='diagram akord'/><category term='akord'/><category term='dominan ke-7'/><category term='apogiatura'/><category term='notasi balok'/><title type='text'>Akord dan Progresi Akord</title><subtitle type='html'>Blog ini bertujuan untuk memberi informasi praktis dari tingkat dasar sampai dengan maju tentang akord dan progresi akord kepada peminat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-6177693926974958951</id><published>2009-03-24T13:44:00.002+07:00</published><updated>2009-03-25T07:51:45.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembalikan akord'/><title type='text'>17. Pembalikan Akord (1)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sejauh ini, Anda sudah memelajari triad dan nada bas. Triad terdiri dari tiga nada yang masing-masing dibentuk oleh dua interval ketiga. Ketika nada bas sebagai nada terendah Anda tambahkan pada triad, nada ini memperluasnya menjadi empat nada harmonik. Nada bas sama dengan nada dasar dari suatu akord empat nada atau lebih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akan tetapi, akord yang sama yang Anda pakai berkali-kali mengakibatkan nada basnya sama juga. Pemakaian akord dan nada bas yang sama berkali-kali akan membosankan pemusik dan pendengarnya, seperti contoh berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciA7fkSfsI/AAAAAAAAArE/zq9Jus_nIyw/Burungkakatuarock7.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="214" alt="Burung kakatua rock" src="http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciA8m_F1sI/AAAAAAAAArI/jrbAEEFSiJw/Burungkakatuarock_thumb5.jpg" width="468" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagian awal dari suatu versi rock 'n roll &lt;em&gt;Burung Kakatua&lt;/em&gt; yang terdiri dari empat birama memakai hanya satu akord: C. Untuk ritme rock 'n roll, pengulangan akord macam ini normal. Musik rock yang mengandalkan ritme yang kuat dan teratur memang membutuhkan perulangan akord; kalau akordnya berganti setiap ketukan, kekuatannya sebagai rock terganggu dan berkurang atau malah hilang. Jadi, perulangan akord tadi tidak menimbulkan masalah dalam musik rock 'n roll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang menimbulkan masalah adalah jalur basnya. Nada bas potongan nyanyian anak-anak tadi (C atau do) tidak salah; ia adalah nada paling rendah dari akord C. Masalahnya, jalur bas ini monoton karena mengulangi not yang sama selama empat birama sebanyak enam belas kali. Iringan bas yang monoton seperti ini jelas menjemukan pendengar, tidak menghidupkan gerak energik ritme rock.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Demi mencegah monotoni atau hilangnya tenaga ritme rock, jalur bas potongan nyanyian tadi perlu dihidupkan. Caranya? Melalui variasi mengikuti aturan variasi jalur bas rock 'n roll. Salah satu variasi jalur bas rock demikian:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciA-ugTZHI/AAAAAAAAArM/_45Qo4bFt18/Burungkakatuarock17.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="231" alt="Burung kakatua rock1" src="http://lh5.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBAuW-EiI/AAAAAAAAArQ/i7bzvx4qRjY/Burungkakatuarock1_thumb5.jpg" width="458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Naik-turunnya nada bas sesuai aturan musik rock 'n roll sekarang menghidupkan jalur bas potongan &lt;em&gt;Burung Kakatua. &lt;/em&gt;Variasi nada bas ini mencegah monotoni, kejemuan, gerak bas yang hanya mengandalkan satu nada saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Variasi tadi sekaligus menunjukkan apa yang dalam ilmu musik Barat diistilahkan &lt;em&gt;pembalikan.&lt;/em&gt;Dalam contoh kedua, pembalikan ini kentara pada not C, E, dan G (do, mi, dan sol); not-not lain (A dan Bb atau la dan sa) adalah variasi. Pembalikan menghasilkan variasi nada bas yang kemudian mengurangi atau mencegah monotoni jalur bas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Meskipun variasi menghidupkan jalur bas nyanyian rock 'n roll, ilmu harmoni Barat mengatakan susunan akord dengan nada dasar sebagai nada bas adalah susunan yang normal. Susunan ini menghasilkan susunan akord yang berbunyi mantap karena bulat dan tenang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tiga Macam Pembalikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ada tiga cara pembalikan nada bas. Pertama, dengan memakai nada ketiga di atas nada pertama. Kedua, dengan memakai nada kelima di atas nada pertama. Ketiga, dengan memakai nada ketujuh di atas nada kelima. Untuk kemudahan pemahaman, akord-akord yang dipakai sebagai contoh penjelasan ketiga macam pembalikan ini berdasarkan tangganada diatonik mayor C.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Contoh-contoh penjelasan tentang nada ketiga, kelima dan ketujuh sebagai nada bas tidak saja melibatkan akord tonika. Ia melibatkan juga akord-akord jenis lain dalam suatu tangganada. Untuk mudahnya, berbagai contoh yang akan dijelaskan melibatkan akord-akord  dalam tangganada diatonik mayor C.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Nada ketiga menjadi nada bas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Triad tonika&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Nada ketiga dari triad C (do-mi-sol atau 1-3-5) adalah mi (3). Akord C yang dibentuk berdasarkan not do sebagai nadanya yang terendah dan sekaligus nada basnya disebut &lt;em&gt;akord tonika&lt;/em&gt;. Dengan mi sebagai nada terendah atau nada bas yang baru, urutan nada akord ini menjadi mi-sol-do atau 3-5-1 dengan nada terakhir sebagai nada tertinggi. Kalau Anda menghitung jarak nada antara mi dan do, Anda menemukan interval keenam: mi-fa-sol-la-si-do (3-4-5-6-7-1). Karena jarak nada enam ini, akord yang memakai nada ketiga sebagai nada basnya disebut &lt;em&gt;akord sekst&lt;/em&gt; (keenam). Akord ini masih suatu akord mayor.Tanda resmi akord ini adalah I6.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berbeda dengan akord tonika yang nada basnya bulat dan tenang, nada ketiga sebagai nada bas akord sekst menghasilkan bunyi musikal yang tajam, kurang tenang, kurang bulat, kurang berwibawa dibanding nada bas akord tonika. Nada bas mi, karena itu, dipakai sebagai suatu variasi sesudah akord tonika. Ia biasanya dipakai sesudah suatu potongan melodi mencapai suatu puncak. Tapi nada mi tidak dipakai di akhir suatu kalimat melodik, seperti suatu kadens biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBDAsu_YI/AAAAAAAAArU/Huy1HUZCS24/KudengarberkatMu9.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="167" alt="Kudengar berkatMu" src="http://lh6.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBEwTm6TI/AAAAAAAAArY/t0wluG_fpk0/KudengarberkatMu_thumb7.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagian awal melodi lagu gereja ini membentuk suatu kadens setengah. Melodi mulai dengan akord tonika (C) dan berakhir untuk sementara melalui suatu progresi akord dengan akord dominan (G). Puncak frasa melodik ini terdapat pada not sol (G) birama pertama. Akord C yang dipakai adalah pembalikan pertama - mi-sol-do-mi - dari akord C di depannya. Nada mi sebagai nada bas akord ini ditandai huruf E sesudah garis miring. Dalam bahasa musik tentang pembalikan akord, penulisan akord tadi yang dibalikkan bersama basnya diistilahkan &lt;em&gt;C on E&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;C slash E&lt;/em&gt;. Pemakaian akord C/E di depan Dm pun bagus; nada E turun secara bertangga ke nada bas D (re) dari akord Dm lalu bergerak naik ke nada bas dari C/G. Dalam birama kedua, akord tonika mengalami pembalikan kedua sehingga nada basnya menjadi sol (G) dengan urutan sol-do-mi (5-1-3). Akord C/G sangat efektif sebagai pendahulu akord dominan yang nada basnya adalah G (sol); dalam birama tadi, akord C/G mendahului G sebagai akord dominan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Triad dominan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Triad dominan pada posisi asli adalah G-B-D (5-7-2 dengan nada terakhir sebagai not tertinggi). Nada basnya adalah G. Pembalikan pertama triadi ini mengakibatkan nada ketiga (B) dihitung dari nada pertama (G) menjadi nada bas yang baru: B-D-G (7-2-5 dengan nada pertama sebagai nada terendah). Meskipun nada ketiga sekarang menjadi nada bas, urutan triad yang dibentuk masih tergolong triad mayor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa sifat dan peranan nada bas dari pembalikan pertama nada bas? Nada B sebagai nada bas bersifat lebih tajam dari nada G, tidak tenang, dan, karena itu, ingin menjadi tonika. Di samping itu, nada B berperan sebagai variasi sesudah triad dominan asli. Akan tetapi, nada B tidak boleh Anda pakai di akhir baris melodik dalam kadens setengah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;SALAH&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBJr-8f0I/AAAAAAAAArc/o27Bk0UXT70/Tanase6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="223" alt="Tanase" src="http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBMAM_RaI/AAAAAAAAArg/eSlAJ2UKK0k/Tanase_thumb4.jpg" width="454" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Potongan melodik dari suatu lagu rakyat Ambon ini menunjukkan suatu kadens setengah sebanyak empat birama. Kadens diawali akord tonika (C) dan variasi bas hasil pembalikan pertama akord C (C/E). Birama ketiga dan keempat memakai akord dominan (G) dan variasi basnya (G/B). Karena kadens setengah ini berakhir dengan akord dominan (G) sementara seluruh lagu belum berakhir, akord G/B pada ketukan ketiga dan keempat birama terakhir dilarang. Akord terakhir haruslah akord dasar, yaitu, G, seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;BETUL&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBPakU5PI/AAAAAAAAArk/JUQloN3SFK0/Tanase15.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="186" alt="Tanase1" src="http://lh5.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBSD-ASYI/AAAAAAAAAro/z-_oLt-Vshc/Tanase1_thumb3.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Triad subdominan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau triad dasar subdominan (F-A-C atau 4-6-1 dengan nada terakhir sebagai nada tertinggi) Anda balikkan pertama kali, Anda memakai nada ketiganya (A) sebagai nada bas urutan triad yang baru. Urutan yang baru menjadi A-C-F atau 6-1-4 dengan nada pertama sebagai nada terendah. Sebagaimana halnya dengan triad tonika dan dominan, triad subdominan ini tergolong pada triad mayor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa sifat dan peranan pembalikan pertama triad subdominan? Bunyi triadnya tajam dan menonjol; selain itu, triad hasil pembalikan pertama ini tidak tenang, ingin menjadi tonika. Meskipun demikian, kecenderungannya ke tonika tidak sekuat kecenderungan triad subdominan dasar. Selain itu, triad subdominan hasil pembalikan pertama ini berperan sebagai variasi sesudah subdominan dasar untuk membentuk jalur melodi bas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBWAFsUnI/AAAAAAAAArs/Arh3hlgrNcA/NyiurHijau6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="200" alt="Nyiur Hijau" src="http://lh5.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciBYdn3thI/AAAAAAAAArw/XLSmjLxG0sk/NyiurHijau_thumb4.jpg" width="457" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Potongan melodik dari suatu lagu perjuangan yang indah gubahan Maladi, Indonesia, ini diawali rangkaian akord C, balikannya yang pertama (C/E), dan G.  Variasi bas C dan C/E Anda amati pada birama kedua, keempat, dan keenam. Variasi petikan bas untuk akord subdominan dan balikannya yang pertama Anda amati pada birama ketiga dan keenam. Variasi ini bersama variasi bas untuk akord tonika dan bas dominan (G) mengurangi monotoni iringan bas lagu yang indah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-6177693926974958951?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/6177693926974958951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=6177693926974958951&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/6177693926974958951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/6177693926974958951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2009/03/17-pembalikan-akord-1.html' title='17. Pembalikan Akord (1)'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SciA8m_F1sI/AAAAAAAAArI/jrbAEEFSiJw/s72-c/Burungkakatuarock_thumb5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-7463578179319843416</id><published>2008-11-13T00:49:00.005+07:00</published><updated>2008-11-13T03:29:47.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notasi ritmik'/><title type='text'>16. Latihan Memainkan Notasi Ritmik</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ada tujuh macam notasi ritmik yang sudah Anda pelajari dari bab 1 sampai dengan 15 blog ini. Untuk memantapkan latihanmu, Anda akan diberi notasi ritmik lengkap, kemudian tujuh lagu disertai akord, pola ritme, jalur bas, dan pukulan drum untuk latihan Anda. Sebagian besar lagu itu ciptaan saya; selebihnya saya adaptasi dari beberapa lagu lain. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua lagu lengkap tadi dalam bentuk fail audio. Anda bisa mengaksesnya dalam pelajaran ini. Tugas Anda hanya berlatih memainkan setiap pola irama dalam setiap lagu lengkap ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langkah-Langkah Berlatih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengarkanlah setiap lagu lengkap sebagai suatu contoh soal. Kemudian, mainkanlah bagian iringan lagunya. Iringan ini Anda tahu dari ritme gitar iringan yang berbunyi. Anda bisa mengulang-ulangi latihanmu sampai Anda menguasai pukulan gitarmu dengan mantap. Sesudah itu, pelajarilah lirik lagunya sebelum Anda menyanyikannya mengikuti petikan melodi utama dalam fail audio. Akhirnya, iringilah lagu itu mengikuti contohnya dalam fail audio sambil menyanyikan liriknya. Janganlah pindah ke lagu berikut sebelum Anda menguasai suatu lagu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk mengenal judul setiap lagu, sentuhlah dengan &lt;em&gt;mouse pointer&lt;/em&gt; boomp3 pada &lt;em&gt;side bar&lt;/em&gt;. Judulnya akan muncul di bawah. Klik situs ini dan Anda akan dibawa ke arsip lagu-lagu saya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ayolah Semuanya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsWxV7olyI/AAAAAAAAAjE/7cI7gZIcvo0/AyolahSemuanya9.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="293" alt="Ayolah Semuanya" src="http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsWzB186fI/AAAAAAAAAjI/HBH3OT0HIZA/AyolahSemuanya_thumb7.jpg" width="457" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pukulan gitarmu semuanya bersifat &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt;. Intro lagunya sebanyak dua birama dan nada dasarnya adalah mayor C. Meski kedengaran sederhana, pola iringan gitar ini menjadi pola ritme dasar dari lagu-lagu jazz modern tertentu. &lt;em&gt;Ayolah Semuanya&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ayolah s'muanya bersenang: berenang, berjemur./ Pantainya bersih (2 X ).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tidak Aku T&lt;u&gt;ahu&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsW11rRtfI/AAAAAAAAAjM/GxgFIOcIqZE/TidakAkuTahu7.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="225" alt="Tidak Aku Tahu" src="http://lh3.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsW23kUnEI/AAAAAAAAAjQ/iEku5yng62o/TidakAkuTahu_thumb5.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Catatan: Angka 1 di akhir judul lagu ini hanya kode arsip saya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua garis ganda, masing-masing diberi titik dua di kiri dan kanannya. Ini menunjukkan bahwa lagu ini harus Anda ulangi sekali lagi sebelum Anda memainkan akord C pada birama terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tidak Aku T&lt;u&gt;ahu&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tidak aku t&lt;u&gt;ahu&lt;/u&gt;/ ke manakah perginya/ nona di seb'rang rumahku./ Lama tungguku/ berharap seg'ra datang/ nona di seb'rang, kasihku./ Hati tak tent'ram.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Anita&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsW3yYsSdI/AAAAAAAAAjU/fTkDqoVh-l4/Anita6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="258" alt="Anita" src="http://lh5.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsW5WDMHEI/AAAAAAAAAjY/zrYftRbKJIs/Anita_thumb4.jpg" width="452" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Notasi ritmik ini menunjukkan kombinasi pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;up-strum. &lt;/em&gt;Garis-garis ganda beritik dengan tanda kurung berangka 1 dan 2 menandakan bahwa Anda harus mengulangi lagunya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Anita&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Anita, Anita, Anita./ Wajah cerah, pipimu lesung,/ s&lt;u&gt;ua&lt;/u&gt;ramu merdu-/ engkau idamanku:/ tiada secantik kau./ Anita, Anita, Anita./ Wajah cerah, pipimu lesung,/ s&lt;u&gt;ua&lt;/u&gt;ramu merdu-/ engkau idamanku:/ tiada secantik engkau, Anita.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ya Allah yang Mahatinggi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nyanyian ini diambil dari &lt;em&gt;Kidung Jemaat&lt;/em&gt; nomor 246. Lagunya diciptakan Daniel Papa (sekitar 1975) sementara syairnya digubah Nande Rohani Bangun (1978). Hanya bait pertama nyanyian ini saja yang dipakai. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsW73fgCRI/AAAAAAAAAjc/u832CUdgkek/YaAllahyangMahatinggi8.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="346" alt="Ya Allah yang Mahatinggi" src="http://lh3.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsW8waYqmI/AAAAAAAAAjg/Xf57SmYh6V4/YaAllahyangMahatinggi_thumb6.jpg" width="452" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah yang Mahatinggi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah yang Mahatinggi,/ Kau Pencipta dunia ini;/ kami juga Tuhan ciptakan,/ agar Dikau tetap dipuji,/ Engkau Bapa yang memberkati/ tiap orang yang rendah hati./ Tolonglah kami sekarang ini/ dan selamanya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kakek Lapar S'kali&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lagu ini suatu contoh dari jenis lagu pop Barat yang disebut &lt;em&gt;turnaround. &lt;/em&gt;Suatu progresi akord diulang-ulangi selama beberapa birama untuk mengiringi suatu melodi yang diciptakan berdasarkan progresi ini. Kata-kata lagu ini bernada humoristis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsW_-pQe8I/AAAAAAAAAjk/ps76dZCjeJk/KakekLaparSkali8.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="245" alt="Kakek Lapar S'kali" src="http://lh6.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsXBkFor4I/AAAAAAAAAjo/o8EspELV08Y/KakekLaparSkali_thumb6.jpg" width="458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kakek Lapar S'kali&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kakek lapar s'kali/ mimpi tentang hidangan lezat;/ tidak bisa makan:/ giginya ompong (2 x).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;He's Got the Whole World&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsXDJZWC8I/AAAAAAAAAjs/IKr5LELLq2A/HesGottheWholeWorld9.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="336" alt="He's Got the Whole World" src="http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsXFEAQrMI/AAAAAAAAAjw/kgSuqPWavU0/HesGottheWholeWorld_thumb7.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ini suatu lagu gospel terkenal di Amerika Serikat. Ia terkenal juga di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengarkanlah fail audio dan Anda mendengarkan irama &lt;em&gt;swing/shuffle&lt;/em&gt; dari lagu ini. Anda, karena itu, harus menghasilkan pukulan gitar berirama &lt;em&gt;swing/shuffle. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Titik-titik di bawah not-not tertentu menandakan bahwa Anda harus memakai teknik stakato. Caranya? Redamlah gripmu pada nada-nada stakato tadi. Anda meredam gripmu dengan merenggangkannya sedikit. Kalau ada senar terbuka (tidak ditekan dengan ujung jarimu), redamlah dengan bagian dalam telapak tangan kananmu. Cobalah berlatih memainkan efek statako dengan meredam gripmu sampai Anda menguasai teknik ini dengan mantap. Sesudah itu, ikutilah langkah-langkah yang sudah disebutkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;He's Got the Whole World&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;He's got the whole world in His hands,/ He's got the whole world in His hands,/ He's got the whole world in His hands,/ He's got the whole world in His hands (2 x).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yamko Rambe Yamko&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsXHPvN30I/AAAAAAAAAj0/6cdmm8-4bDM/YamkoRambeYamko11.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="378" alt="Yamko Rambe Yamko" src="http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsXKUA79II/AAAAAAAAAj4/-dplYZY92is/YamkoRambeYamko_thumb9.jpg" width="456" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Notasi ritmik lagu rakyat Papua ini tampak menantang. Pola iringan gitarmu harus menghasilkan beberapa efek. Pertama, Anda harus meredam nada kedua dan keenam dalam setiap birama untuk menghasilkan efek stakato. Kedua, secara khusus, nada keenam ditandai bentuk mirip huruf v terbalik; ini berarti nada itu harus Anda bunyikan sedikit lebih nyaring. Ketiga, tanda yang sama Anda perhatikan pada not ketiga dari kiri dalam setiap birama. Ini berarti Anda harus membunyikan nada ini sedikit lebih nyaring untuk menegaskan efek sinkopasi dalam setiap birama. Efek sinkopasi ini Anda amati pada nada ketiga dan keempat yang masing-masing diikat oleh busur-sambung. Sebaiknya Anda berlatih dulu menguasai pola iringan ini sebelum Anda mengiringinya dengan memakai fail audio lagu ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perhatikanlah bahwa bagian-bagian tertentu lagu ini diulang-ulangi. Ini suatu ciri khas lagu-lagu rakyat tradisional Papua.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Yamko Rambe Yamko&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hei yamko rambe yamko,/ arunawa kombe./ Hei yamko rambe yamko,/ arunawa kombe./ Temino kibi kuba muko bumbeko,/ yuma nobungo awe ade./ Temino kibi kuba muko bumbeko,/ yuma nobungo awe ade./ Honge-hongke hongke riro/ hongke jambe, jambe riro./ Hongke-hongke hongke riro/ hongke jambe, jambe riro.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-7463578179319843416?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/7463578179319843416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=7463578179319843416&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/7463578179319843416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/7463578179319843416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/11/16-latihan-memainkan-notasi-ritmik.html' title='16. Latihan Memainkan Notasi Ritmik'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_-9e7MOc4hxY/SRsWzB186fI/AAAAAAAAAjI/HBH3OT0HIZA/s72-c/AyolahSemuanya_thumb7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-1324111136222203202</id><published>2008-10-15T00:28:00.002+07:00</published><updated>2008-10-15T00:30:48.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambioto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kadens sempurna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='retardasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kadens taksempurna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='apogiatura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antisipasi'/><title type='text'>15. Nada Non-harmonik dan Kadens Lain</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dalam bab sebelumnya, Anda sudah belajar tentang beberapa jenis nada non-harmonik. Ada nada samping atau ampiran, nada tetangga, dan nada &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt;. Anda juga sudah memahami kadens setengah dan kadens biasa atau otentik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bab ini akan melanjutkan pembicaraan tentang beberapa jenis nada non-harmonik dan kadens lain. Ini akan melengkapi pembahasan mendasar tentang nada non-harmonik dan kadens.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nada-Nada Non-harmonik yang Lain&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nada-nada ini mencakup &lt;em&gt;apogiatura&lt;/em&gt; (disingkat &lt;em&gt;app&lt;/em&gt;.), &lt;em&gt;retardas&lt;/em&gt;i, &lt;em&gt;antisipasi, ekapi,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;kambioto.&lt;/em&gt; Retardasi dan antisipasi dipakai dalam harmoni sementara apogiatura dan ekapi dipakai dalam melodi. Jenis-jenis nada non-harmonik ini dipakai dalam nyanyian dan melodi modern.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Apogiatura&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Teknik menghias nada ini biasanya ditempatkan satu nada di atas nada akord. Dengan kata lain, apogiatura adalah suatu interval kedua atas untuk suatu nada akord di bawahnya. Nada non-harmonik ini mencapai kekendorannya pada nada akord yang berada setangga di bawahnya. Apogiatura harus dipakai pada suatu ketukan berat dan menjadi kendor mengikuti gerak menurun. Apogiatura sering ditulis sebagai suatu &lt;em&gt;grace note.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Grace note&lt;/em&gt; adalah suatu istilah Inggris untuk suatu not hiasan. Not ini ditempatkan sebelum not pokok yang dihiasinya, dibunyikan segera sebelum not pokoknya tapi harus membentuk satu ketukan bersama dengan not pokoknya. &lt;em&gt;Grace note&lt;/em&gt; bisa membentuk hiasan satunada atau setengahnada  dari not pokoknya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu contoh apogiatura:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWI-jlkII/AAAAAAAAAdo/QoMWGVB87KE/Apogiatura8.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="183" alt="Apogiatura" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWJ7Jh4SI/AAAAAAAAAds/W84-Xuja-nY/Apogiatura_thumb4.jpg" width="470" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apogiatura berbentuk &lt;em&gt;grace note &lt;/em&gt;ditandai suatu anak panah. Not awal non-harmonik ini adalah suatu &lt;em&gt;do&lt;/em&gt; yang harus Anda mainkan cepat sebelum not &lt;em&gt;si &lt;/em&gt;di bawahnya. Kedua not ini harus Anda mainkan dalam satu ketukan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu lagu pop klasik yang memakai apogiatura adalah &lt;em&gt;Yesterday&lt;/em&gt; dari the Beatles. Nada pertama awalnya memakai satu nada setinggi satunada dari nada akord di bawahnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWKnASGJI/AAAAAAAAAdw/WBhvvxmEE_0/Yesterday6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="243" alt="Yesterday" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWLpe9R7I/AAAAAAAAAd0/z6QfskX_lqA/Yesterday_thumb4.jpg" width="458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apogiatura - not &lt;em&gt;re&lt;/em&gt; - dimulai oleh not pertama yang diberi tanda anak panah. Nada akord yang menyusul pada not kedua adalah not &lt;em&gt;do&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Retardasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu retardasi mirip suatu &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; tapi nada yang dikendorkan berjarak satunada diatonik ke atas dengan nada non-harmonik yang membentuk retardasi. Satunada diatonik ke atas sama dengan satu interval kedua atas, dengan nada pertama, nada lebih rendah, sebagai nada non-harmonik.Nada lebih tinggi sekaligus adalah nada akord.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWMq-Nx0I/AAAAAAAAAd4/dkqHR1fhHpQ/Retardasi6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="205" alt="Retardasi" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWNbcmimI/AAAAAAAAAd8/2DuXkfGJQlM/Retardasi_thumb4.jpg" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWOoVgDxI/AAAAAAAAAeA/aymtjBENa5E/Contohretardasi21.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="276" alt="Contoh retardasi" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWQPt4QRI/AAAAAAAAAeE/8cqLVavAfrQ/Contohretardasi_thumb19.jpg" width="442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tanda panah menunjukkan nada retardasi. Meskipun nada ini bagian dari akord di kirinya, ia - untuk sementara - menjadi bagian akord di tengah sebelum beralih menjadi nada akord ini. Nada retardasi sebagai suatu nada non-harmonik membentuk suatu interval kedua atas dengan nada berikutnya, yaitu nada akord.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Antisipasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Antisipasi adalah suatu not yang dibunyikan mendahului akord yang berisi not itu. Antisipasi dibentuk oleh dua not yang membentuk interval kedua atau lebih. Not bawah interval itu adalah suatu not akord sementara not atasnya adalah suatu not non-harmonik. Not atas yang tegang ini dikendorkan ketika ia kembali pada akord C, tempat asalnya. Kalau not non-harmonik yang tegang ini dikendorkan oleh suatu interval di atas interval kedua, ia disebut &lt;em&gt;antisipasi bebas&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWRtOn9BI/AAAAAAAAAeI/eaweUuVU1ow/Antisipasi28.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="200" alt="Antisipasi" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWScUgq1I/AAAAAAAAAeM/EZQJwH79CG4/Antisipasi_thumb22.jpg" width="461" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tanda panah dan singkatan &lt;em&gt;ant. &lt;/em&gt;menunjukkan not antisipasi, not yang berasal dari akord C birama kedua. Not ini mendahului akordnya dan menjadi suatu not non-harmonik sementara bagi akord G7. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berikut adalah suatu contoh antisipasi - ditandai anak panah - berdasarkan suatu kutipan bagian akhir suatu nyanyian gereja, "Kudengar Panggilan Tuhan" (&lt;em&gt;Nyanyikanlah Kidung Baru&lt;/em&gt; no.125). Not antisipasi yang adalah not akord terakhir (G) dimajukan menjadi salah satu not akord D7.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWTnxYzqI/AAAAAAAAAeQ/C8Bp3UI3X2g/Contohantisipasi5.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="199" alt="Contoh antisipasi" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWUf2-jfI/AAAAAAAAAeU/JAZnvUdOqK8/Contohantisipasi_thumb3.jpg" width="466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ekapi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ekapi disebut juga "nada lepas (&lt;em&gt;escape tone&lt;/em&gt;)". Ia melepaskan diri dari harmoni secara bertangga lalu melompat ke dalam arah yang berlawanan dan mencapai kebebasan dalam akord berikut. Dengan cara ini, ekapi atau nada lepas adalah sejenis apogiatura terbalik. Ekapi kromatik jarang ditemukan karena gerak ekapi kromatik menuju kekendoran yang tidak bersifat diatonik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Simak suatu contoh ekapi berikut:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWVj-cLvI/AAAAAAAAAeY/gK8Gz-bvKSs/Ekapi8.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="261" alt="Ekapi" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWWaUryGI/AAAAAAAAAec/d3N5e-DXrr0/Ekapi_thumb6.jpg" width="462" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nada yang ditandai anak panah menunjukkan not sol yang membentuk interval kedua atas dengan not fa dari akord F. Not sol ini sekaligus menghasilkan nada non-harmonik, suatu nada hiasan, yang menimbulkan efek tegang sementara. Nada lepas ini membentuk suatu interval ketiga dengan nada mi dari akord C, akord yang memberi kekendoran atau kelegaan pada nada lepas tadi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh ekapi atau nada lepas - ditandai anak panah - berikut berasal dari fragmen suatu nyanyian gereja, "Besarlah Untungku" dalam &lt;em&gt;Nyanyikanlah Kidung Baru&lt;/em&gt; (no. 197). Nada mi membentuk suatu nada lepas, nada non-harmonik, dari harmoni dalam akord D dan D7. Nada lepas ini adalah suatu nada yang tegang dan sekaligus janggal bunyinya karena ia bukanlah nada normal kedua akord tadi. Tapi ekapi ini berlangsung sebentar saja - selama satu ketukan - lalu dikendorkan atau dilegakan oleh akord G birama ketiga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWXQkYeRI/AAAAAAAAAeg/uUJSTcW581o/Fragmenekapi8.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="227" alt="Fragmen ekapi" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWY4gt8PI/AAAAAAAAAek/S-luIbTaATs/Fragmenekapi_thumb6.jpg" width="465" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kambioto&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mirip nada lepas, kambioto adalah nada non-harmonik yang meninggalkan nada harmonik melalui lompatan lewat satu tangga. Sesudah itu, kambioto mengendor secara bertangga mengikuti arah yang berlawanan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh kambioto berikut ditandai anak panah:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWabCNlhI/AAAAAAAAAeo/cYzY_oF9jSs/Kambioto13.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="217" alt="Kambioto" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWcOm4kGI/AAAAAAAAAes/oCt_v2TgALY/Kambioto_thumb9.jpg" width="468" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam birama pertama, nada &lt;em&gt;re&lt;/em&gt; ketukan kedua membentuk suatu interval ketiga bawah dengan nada &lt;em&gt;fa &lt;/em&gt;dari akord F pada ketukan pertama. Dalam birama kedua, urutan interval tadi dibalikkan: nada &lt;em&gt;fa &lt;/em&gt;sebagai kambioto membentuk suatu interval ketiga atas dengan nada &lt;em&gt;re&lt;/em&gt; dari akord G7 ketukan pertama. Setiap kambioto yang non-harmonik itu menghasilkan nada yang tegang terhadap akord di kirinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketegangan ini lalu dikendorkan melalui akord di kanannya. Dalam hal ini, nada re birama pertama membentuk suatu interval kedua bawah dengan nada mi dalam akord C. Sementara itu, nada fa birama kedua membentuk suatu interval kedua atas dengan nada mi dalam akord C.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kadens Lain&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesudah Anda memahami kadens setengah dan biasa dalam bab yang lalu, Anda perlu memahami juga dua jenis kadens yang lain. Ini untuk melengkapi jenis-jenis kadens yang dipakai untuk tangganada mayor.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kadens otentik sempurna dan taksempurna&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens otentik yang sudah dibicarakan dirinci menjadi dua jenis. Pertama, kadens otentik&lt;em&gt; sempurna&lt;/em&gt;; dan, kedua, kadens otentik &lt;em&gt;taksempurna.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens otentik sempurna adalah suatu kadens otentik yang di dalamnya akord dominan dan tonika masing-masing masing-masing memakai not dasar. Ini adalah not kelima untuk akord dominan dan not kesatu untuk akord tonika. Not tonika ada dalam bagian sopran akord di akhir suatu lagu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens otentik taksempurna adalah suatu kadens otentik yang di dalamnya not bagian sopran akord di akhir suatu lagu berakhir tanpa not tonika. Not ini bisa not ketiga atau kelima akord di akhir lagu itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tiga contoh berikut menunjukkan kadens otentik sempurna dan taksempurna:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWc-TIr5I/AAAAAAAAAew/7OXg1qqF2Ig/Kadensotentiksempurnataksempurna6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="236" alt="Kadensotentiksempurnataksempurna" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWd2Nb00I/AAAAAAAAAe0/CQ86bjUYbk4/Kadensotentiksempurnataksempurna_thu.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketiga birama pertama dengan not terakhir (birama tiga) yang adalah &lt;em&gt;do&lt;/em&gt; pada bagian sopran menunjukkan suatu kadens otentik sempurna. Birama empat sampai dengan enam menunjukkan suatu kadens otentik taksempurna yang berakhir dengan not &lt;em&gt;mi&lt;/em&gt;. Birama tujuh sampai dengan sembilan menunjukkan kadens otentik taksempurna lain yang berakhir dengan not &lt;em&gt;sol&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kadens subdominan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens ini dicirikan oleh progresi akord dari tonika (I) ke subdominan (IV). Bandul progresi berayun dari tengah, dari tonika, ke kiri, ke subdominan, dan berhenti di situ. Ketegangan timbul selama bandul ada di kiri dan ini berarti melodi belum selesai. Untuk sementara, akord subdominan mengganti akord tonika sebagai pusat nada lalu berayun balik ke tonika.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh kadens subdominan berikut adalah suatu fragmen dari "Gembala Baik Bersuling nan Merdu" ciptaan C. Akwan dalam &lt;em&gt;Kidung Jemaat&lt;/em&gt; no. 415. Progresi akord yang disoroti adalah G-C (I-IV) atau tonika-subdominan. Perulangan progresi ini dalam birama ketiga sesudah ketukan pertamadan kedua, yaitu G-C (I-IV) bukanlah kadens subdominan melainkan urutan akord biasa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWfBX407I/AAAAAAAAAe4/K-sjmV0M3NY/Gembalabaik6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="204" alt="Gembala baik" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWgF4vnuI/AAAAAAAAAe8/OBGD72LLLug/Gembalabaik_thumb4.jpg" width="451" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kadens plagal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens plagal adalah kebalikan dari kadens subdominan. Dalam kadens ini, bandul berayun dari kiri, dari subdominan (IV), kembali ke tengah, ke tonika (I). Suasana tegang subdominan sekarang menjadi kendor, lega. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Meskipun menjadi kendor, progresi akord IV-I kurang meyakinkan dibanding kadens biasa (V-I). Baik akord subdominan maupun tonika sama-sama punya not do (not tonika), not yang bukan baru bagi tonika. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena kesamaan not do tadi, kadens plagal dihindari pemakaiannya sebagai perhentian sementara di dalam dan di akhir suatu lagu. Kadens plagal boleh dipakai hanya dalam kasus khusus di dalam dan di akhir lagu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh suatu kadens plagal di dalam suatu lagu."Hitung Berkat-Nya" adalah suatu potongan melodi dari suatu&lt;em&gt; gospel&lt;/em&gt; terkenal. Harmonisasi aslinya yang benar (birama kedua) sengaja dibuat salah di sini untuk menjelaskan kadens plagal yang dihindari (birama pertama).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWgw79VuI/AAAAAAAAAfA/X0J2GKpaxFM/HitungberkatNya5.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="158" alt="Hitung berkat-Nya" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWh5Oa6iI/AAAAAAAAAfE/1oOpHNStdtw/HitungberkatNya_thumb3.jpg" width="466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam kasus khusus, kadens plagal diizinkan di akhir suatu lagu, seperti bagian akhir &lt;em&gt;My Way&lt;/em&gt;, lagu pop tenar itu. Kadens ini dipakai sebagai suatu kejutan. Akord F6 pada dasarnya adalah akord subdominan dalam kunci C diatonik mayor.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWi6zA15I/AAAAAAAAAfI/vjL6NRTpeNc/Myway5.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="170" alt="My way" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWjjpxeTI/AAAAAAAAAfM/MD3gdeG3yJo/Myway_thumb3.jpg" width="458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kadens Lengkap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens plagal dan kadens biasa yang digabungkan membentuk kadens lengkap. Bandul kadens ini mengayun dari tengah (T) ke kiri (S). balik ke tengah (T) mengayun ke kanan (D) dan akhirnya mengayun balik ke kiri (T) dan berhenti di situ. Ringkasan progresinya menjadi T-S-T-D-T. Tapi progresi lengkap ini sering disingkat menjadi T-S-D-T.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu lagu gereja singkat, "Amin", menunjukkan suatu bentuk kadens lengkap:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWkyIi3II/AAAAAAAAAfQ/42ygggWm9sU/Aminaminamin8.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="244" alt="Amin,amin,amin" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWmGbdJtI/AAAAAAAAAfU/ym1H8kN6Tcs/Aminaminamin_thumb6.jpg" width="451" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tangganada Diatonik Mayor D&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sejauh ini, Anda sudah memahami dan memakai dua tangganada diatonik mayor: C dan G. Sekarang, Anda akan memelajari suatu tangganada mayor lain: D. Tangganada yang memakai kunci trebel dan basnya, dan juga setengahnadanya dalam posisi naik dan turun, demikian:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWnlraGoI/AAAAAAAAAfY/VeWULiz2qfE/TangganadamayorD5.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="279" alt="Tangganada mayor D" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWov1IeDI/AAAAAAAAAfc/Bs2iU24BvVo/TangganadamayorD_thumb3.jpg" width="460" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk mengingat urutan not ini, Anda bisa memakai berbagai cara. Apa pun cara yang Anda tempuh, ada tiga cara yang gampang. Ingatlah selalu posisi tonika setiap kunci. Dari tonika (not &lt;em&gt;do&lt;/em&gt;) ini, Anda bisa membaca atau memainkan tangganadanya dalam posisi naik atau turun, termasuk setengahnadanya. Kemudian, ingatlah bahwa kunci D ditandai dua kres (##). Cara lain adalah dengan mengingat posisi not &lt;em&gt;d (re)&lt;/em&gt; pada paranada yang memakai kunci trebel dan bas dari tangganada diatonik mayor C. Ketika tangganada ini diubah menjadi tangganada diatonik mayor D, not &lt;em&gt;d&lt;/em&gt; pada posisi kunci C Anda ubah menjadi &lt;em&gt;do&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Notasi Ritmik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anda akan diperkenalkan pada suatu pola iringan gitar yang baru. Notasi ritmiknya demikian:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWp2lx9gI/AAAAAAAAAfg/miRNW_JX3EU/Notasiritmikbaru23.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="116" alt="Notasi ritmik baru" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWquXgQjI/AAAAAAAAAfk/xWB2IWslkzc/Notasiritmikbaru_thumb21.jpg" width="454" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berlatihlah untuk memainkan pola ritme dalam birama pertama beberapa kali sampai Anda menguasainya dengan mantap. Pukulan &lt;em&gt;up-strum&lt;/em&gt; yang ditandai &amp;amp; pada ketukan kedua dan pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt;  pada ketukan ketiga diberi busur-sambung. Busur-sambung ini berarti Anda tidak boleh membunyikan ketukan ketiga tapi menghitungnya saja sebagai setengah ketukan pertama. Setengah ketukan kedua Anda mainkan pada tanda &amp;amp;. Sesudah pola ritme dalam birama pertama Anda latih berkali-kali dan kuasai dengan mantap, akhirilah pola ini dengan satu pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; dalam birama kedua. Meskipun not birama kedua ditandai angka 1, ia sebenarnya harus dihitung sebanyak 4 ketukan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Latihan Akord&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berlatihlah untuk menguasai akord-akord berikut. Akord-akord ini tergolong pada kunci mayor D. Pakailah notasi ritmik di atas untuk latihanmu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="252" alt="Akord D" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWrvpf46I/AAAAAAAAAfo/7mojiViWJVg/AkordD_thumb1.jpg" width="147" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWsx_YlwI/AAAAAAAAAfs/U7ve6XKBRuA/AkordG5.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="240" alt="Akord G" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWtk8lRZI/AAAAAAAAAfw/Zz4xc7hk2-U/AkordG_thumb3.jpg" width="165" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWuxMgilI/AAAAAAAAAf0/0NmXaSCojy0/AkordA5.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="240" alt="Akord A" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWvoSnr2I/AAAAAAAAAf4/p9wBLd7EkJg/AkordA_thumb3.jpg" width="129" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWwxUXtlI/AAAAAAAAAf8/oXOIlk50y7o/AkordA75.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="240" alt="Akord A7" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWxoUdYGI/AAAAAAAAAgA/Ik-eg_7uScY/AkordA7_thumb3.jpg" width="143" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="240" alt="Akord Em" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWywjN5jI/AAAAAAAAAgE/vt3cEFueX6g/AkordEm_thumb1.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="240" alt="Akord Bm" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWzqBTlAI/AAAAAAAAAgI/FCvQ7OUctOY/AkordBm_thumb3.jpg" width="173" align="right" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesudah menguasai akord-akord tadi, pakailah akord-akord ini untuk mengiringi lagu rakyat Papua berikut. Pakailah notasi ritmik yang sudah Anda pelajari untuk mengiringi nyanyian ini dan akhirilah dengan satu pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; di akhir nyanyian.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTW1DSSImI/AAAAAAAAAgM/AL2ducpljVQ/Yamkorambe8.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="344" alt="Yamko rambe" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTW2Qmbm_I/AAAAAAAAAgQ/6lxLjxXjRjg/Yamkorambe_thumb6.jpg" width="451" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-1324111136222203202?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/1324111136222203202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=1324111136222203202&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/1324111136222203202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/1324111136222203202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/10/15-nada-non-harmonik-dan-kadens-lain.html' title='15. Nada Non-harmonik dan Kadens Lain'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SPTWJ7Jh4SI/AAAAAAAAAds/W84-Xuja-nY/s72-c/Apogiatura_thumb4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-672409147066537733</id><published>2008-09-10T12:42:00.003+07:00</published><updated>2008-09-10T13:42:34.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kadens'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kadens setengah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nada harmonik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nada non-harmonik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kadens otentik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='swing/shuffle'/><title type='text'>14. Iringan Lagu Harmonik dan Non-harmonik</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sesudah Anda memahami nada-nada non-harmonik dan harmonik, Anda sekarang lebih mudah menetapkan akord-akord dan progresi akord melodi yang memakai kedua macam nada ini. Untuk lebih memantapkan pemahamanmu tentang nada-nada non-harmonik, saya akan menguraikan lagu &lt;em&gt;Gara-Gara Janda Muda&lt;/em&gt; dalam bab yang lalu dari sisi lain. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam uraian kali ini, saya mula-mula akan sengaja mengeluarkan semua nada non-harmonik di dalamnya dan mempertahankan nada-nada harmoniknya, yaitu, nada-nada yang ada dalam akord yang dipakai. Kemudian, saya akan mengembalikan nada-nada non-harmoniknya. Dengan cara "bongkar-pasang" demikian, Anda akan memahami nada-nada non-harmonik dengan lebih jelas. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddjYuDx3I/AAAAAAAAAZg/uuk7IaBP8ss/Jandamudaharmonik6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="213" alt="Janda muda harmonik" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddlZkeBYI/AAAAAAAAAZk/0G2ucclUMmE/Jandamudaharmonik_thumb4.jpg" width="460" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekarang, Anda bisa melihat dengan jelas bahwa setiap nada yang dipakai adalah nada-nada harmonik, nada-nada akord. Melodinya kelihatan sederhana, agak kaku, dan sedikit sekali variasinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk membuat melodinya berkembang (lentur, hidup dan bervariasi), saya memasukkan kembali not-not non-harmonik disertai kata-kata lagunya. Anda akan merasakan gerak melodik yang lebih lentur, hidup, dan bervariasi karena melodi sekarang berisi campuran nada-nada harmonik dan non-harmonik. Tapi akord dan progresinya tetap.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddnKyMs5I/AAAAAAAAAZo/5_LTbuSRogA/Jandamudaharmoniknonharmonik6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="260" alt="Janda muda harmonik non-harmonik" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddoWPab5I/AAAAAAAAAZs/Evcdo3NTflI/Jandamudaharmoniknonharmonik_thumb4.jpg" width="452" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anda pun bisa memakai metode sederhana tadi untuk memahami nada-nada harmonik dan non-harmonik suatu lagu. Mula-mula, temukanlah nada-nada harmonik atau nada-nada akord lagu itu. Kemudian, keluarkanlah nada-nada non-harmoniknya untuk sementara waktu. Sesudah melodi berdasarkan nada-nada harmonik Anda pahami dengan betul, masukkanlah kembali nada-nada non-harmonik. Lalu, tetapkanlah nada-nada non-harmonik yang dipakai: apakah nada-nada itu tergolong pada nada samping, nada tetangga, atau nada yang ditangguhkan. Metode sederhana ini bisa mempermudah Anda menetapkan akord-akord dan progresi akord yang sesuai dengan melodi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;All Shook Up&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penjelasan tentang nada-nada harmonik dan non-harmonik belum selesai kalau kita tidak melihatnya "bekerja" dalam lagu-lagu sesungguhnya. Untuk itu, saya memilih &lt;em&gt;All Shook Up&lt;/em&gt;, suatu lagu &lt;em&gt;rock and roll&lt;/em&gt; ciptaan Otis Blackwell dan Elvis Presley (1957). Lagu ini dinyanyikan Elvis dan menjadi suatu hit dunia, termasuk di Papua zaman Belanda. Notasi lengkap bagian awal lagu ini, kunci, dan akordnya demikian:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddqc7fBjI/AAAAAAAAAZw/YjekhP1gYN0/Allshookup13.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="468" alt="All shook up" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddsVpPUEI/AAAAAAAAAZ0/IeRryTMQP1Q/Allshookup_thumb11.jpg" width="457" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk sementara, kunci Bb dan akord yang dikendalikannya sekadar dikenal saja. Padanannya dengan kunci diatonik mayor C demikian:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kunci C: C-F7-G7 (tonika-subdominan ke-7-dominan ke-7)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kunci Bb: Bb-Eb7-F7 (tonika-subdominan ke-7-dominan ke-7)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akord Eb7 atau subdominan ketujuh berisi not ri di dalamnya. Akord ini dipakai sebagai pengganti Eb (subdominan) dan bisa mendahului akord dominan ketujuh (F7). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau Anda ingin memakai akord subdominan (Eb) yang berdekatan dengan akord subdominan ketujuh (Eb7), dahuluilah akord subdominan ketujuh dengan akord subdominan. SALAH: subdominan ke-7-subdominan (Eb7-Eb). BETUL: subdominan-subdominan ke-7 (Eb-Eb7).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Meskipun notasi &lt;em&gt;All Shook Up&lt;/em&gt; memakai pasangan not seperdelapan, lagunya dinyanyikan dengan gaya &lt;em&gt;swing&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;shuffle.&lt;/em&gt; Dalam gaya ini, setiap pasangan not seakan-akan suatu triul pendek dengan not kedua ditahan sebagai ketukan. Hasilnya? Lagu dinyanyikan mirip lagu mars. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengarkanlah nyanyian Elvis dan iringannya dan Anda akan memahami apa itu irama &lt;em&gt;swing/shuffle&lt;/em&gt;. Lagunya ada pada &lt;em&gt;side bar&lt;/em&gt; blog ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Notasi berikut menjelaskan irama &lt;em&gt;swing/shuffle:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddtAXyq8I/AAAAAAAAAZ4/QN4hOBSesME/Iramaswingshuffle6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="181" alt="Irama swing-shuffle" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdduazDjgI/AAAAAAAAAZ8/x-FRjOYsPiw/Iramaswingshuffle_thumb4.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Paranada di atas menunjukkan notasi lagu. Tapi paranada di bawahnya menunjukkan caranya lagu dinyanyikan atau dimainkan. Setiap pasangan not pada paranada pertama yang masing-masing bernilai seperdelapan dipecah menjadi triul pendek. Not kedua setiap triul pendek dalam birama pertama tidak dibunyikan tapi ditahan sebagai ketukan. Birama kedua paranada bawah menunjukkan penyederhanaan penulisan bentuk triul pendek dalam birama pertama. Bentuk penulisan triul pendek dalam birama kedua itulah yang selalu ditempatkan di awal lagu - sesudah judulnya - didahului tanda sama dengan (=). Di kiri tanda sama dengan ini suatu pasangan not yang masing-masing bernilai seperdelapan ditempatkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddvymvGJI/AAAAAAAAAaA/50dsEWuNS-s/Notasiswingshuffle20.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="90" alt="Notasi swing-shuffle" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddwrg-7YI/AAAAAAAAAaE/RH2fe2Ggpgc/Notasiswingshuffle_thumb18.jpg" width="281" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Catatan:&lt;/em&gt; Mainkanlah setiap lagu yang memakai pasangan not yang masing-masing bernilai seperdelapan dengan irama &lt;em&gt;swing/shuffle hanya kalau ada petunjuk ini atau petunjuk yang memakai kata-kata tentang irama ini. &lt;/em&gt;Janganlah memainkan lagu apa pun dengan pola notasi macam ini kalau tidak ada petunjuk tentang irama &lt;em&gt;swing/shuffle&lt;/em&gt;. Lagu tanpa petunjuk ini harus Anda mainkan dengan cara lain, misalnya, dengan iringan gitar yang kedengaran "enteng" atau "ringan", tidak "diseret" karena memakai irama &lt;em&gt;swing/shuffle&lt;/em&gt; yang tidak diminta penciptanya.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya, kata-kata atau suku kata apakah yang dipakai untuk nada-nada non-harmonik? Lirik lengkap &lt;em&gt;All Shook Up&lt;/em&gt; akan memperjelas nada-nada non-harmonik yang dipakai di samping nada-nada akord. Kata atau suku kata yang dicetak dengan huruf tebal menandakan nada-nada non harmonik yang dipakai.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengarkanlah lagunya sambil memusatkan perhatianmu pada kata-kata atau suku kata yang dicetak dengan huruf tebal. Itulah tempat nada-nada non-harmonik dipakai. Progresi akord yang dipakai akan membantu Anda mengenal nada-nada non-harmonik itu.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;All Shook Up&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;A-&lt;strong&gt;well&lt;/strong&gt;-a bless my soul.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;What's &lt;/strong&gt;wrong &lt;strong&gt;with&lt;/strong&gt; me?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm itching like a &lt;/em&gt;&lt;em&gt;man &lt;strong&gt;on&lt;/strong&gt; a fuz&lt;strong&gt;zy&lt;/strong&gt; tree.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;My friends say I'm actin; queer as &lt;strong&gt;a&lt;/strong&gt; bug, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;in&lt;/strong&gt; love!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm all &lt;strong&gt;shook&lt;/strong&gt; up!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Eb7 F7 Bb Eb7 Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mm&lt;/strong&gt;, mm, oh, &lt;strong&gt;oh,&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;yeah&lt;/strong&gt;, yeah!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;My hands are shaky&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;and&lt;/strong&gt; my knees &lt;strong&gt;are&lt;/strong&gt; weak.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I can't seem to stand &lt;strong&gt;on&lt;/strong&gt; my own &lt;strong&gt;two&lt;/strong&gt; feet&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Who do you thank &lt;strong&gt;when&lt;/strong&gt; you have &lt;strong&gt;such &lt;/strong&gt;luck?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm &lt;strong&gt;in&lt;/strong&gt; love!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm all &lt;strong&gt;shook&lt;/strong&gt; up!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Eb7 F7 Bb Eb7 Bb &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mm, &lt;/strong&gt;mm, &lt;strong&gt;oh, oh, yeah,&lt;/strong&gt; yeah!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Eb7&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Please&lt;/strong&gt;, don't &lt;strong&gt;ask what's &lt;/strong&gt;on my &lt;strong&gt;mind&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm a &lt;strong&gt;little mixed&lt;/strong&gt; up but I'm feel&lt;strong&gt;in' &lt;/strong&gt;fine.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;When I'm &lt;strong&gt;nea&lt;/strong&gt;r that &lt;strong&gt;girl&lt;/strong&gt; that &lt;strong&gt;I&lt;/strong&gt; love &lt;strong&gt;best&lt;/strong&gt;,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;F7&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;My heart beats so it &lt;strong&gt;scares&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;me &lt;/strong&gt;to &lt;strong&gt;death&lt;/strong&gt;!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;She touched my hand,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;What a chill &lt;strong&gt;I&lt;/strong&gt; got. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Her kisses are like &lt;strong&gt;a&lt;/strong&gt; volcano &lt;strong&gt;that's&lt;/strong&gt; hot!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm proud to say &lt;strong&gt;she's&lt;/strong&gt; my but&lt;strong&gt;ter&lt;/strong&gt; cup,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm &lt;strong&gt;in &lt;/strong&gt;love!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm all &lt;strong&gt;shook&lt;/strong&gt; up! &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Eb7 F7 Bb Eb7 Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mm,&lt;/strong&gt; mm, oh, &lt;strong&gt;oh, yeah,&lt;/strong&gt;yeah!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Eb7&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;My &lt;strong&gt;tongue &lt;/strong&gt;gets &lt;strong&gt;tied&lt;/strong&gt; when&lt;strong&gt; I&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;try&lt;/strong&gt; to &lt;strong&gt;speak.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;My &lt;strong&gt;insides&lt;/strong&gt; shake like a leaf &lt;strong&gt;on&lt;/strong&gt; a tree.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;There's&lt;strong&gt; only&lt;/strong&gt; one &lt;strong&gt;cure&lt;/strong&gt; for this &lt;strong&gt;soul&lt;/strong&gt; of &lt;strong&gt;mine&lt;/strong&gt;,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;F7&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;that's to have the girl that I &lt;strong&gt;love so fine&lt;/strong&gt;!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;She touched my hand,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;What a chill &lt;strong&gt;I&lt;/strong&gt; got. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Her kisses are like &lt;strong&gt;a &lt;/strong&gt;volcano &lt;strong&gt;that's &lt;/strong&gt;hot!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm proud to say &lt;strong&gt;she's&lt;/strong&gt; my but&lt;strong&gt;ter&lt;/strong&gt; cup,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm &lt;strong&gt;in &lt;/strong&gt;love!/I&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;'m all &lt;strong&gt;shook&lt;/strong&gt; up! &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Eb7 F7 Bb Eb7 Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mm&lt;/strong&gt;, mm, oh, &lt;strong&gt;oh, yeah,&lt;/strong&gt;yeah!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Eb7 F7 Bb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mm,&lt;/strong&gt; mm, &lt;strong&gt;mm, mm, yeah,&lt;/strong&gt; yeah!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I'm all shook up!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kadens&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu lagu atau nyanyian hidup karena bergerak. Geraknya berubah-ubah karena interaksi antara tonika, subdominan, dan dominan, ketiga pilar utama harmoni Barat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perubahan ini ibarat bandul yang mengayun terus dari suatu jam dinding. Bandul itu mulai dari tengah lalu anggap saja ia mengayun ke kiri. Ayunan ke kiri lalu balik ke tengah sebelum ia mengayun ke kanan. Sesudah di kanan, ia mengayun ke tengah dan memulai siklus ayunan yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gerak melodi yang mulai ibarat bandul dari tengah bisa kita bayangkan sebagai berada pada posisi tonika. Ayunan bandul dari tengah ke kanan dan berhenti sebentar di situ kita bayangkan sebagai berada di posisi dominan. Akord dominan pada posisi ini tegang. Kalimat musik yang berakhir dengan akord dominan belum selesai, seakan-akan dihentikan sebentar oleh suatu koma atau titik koma dalam aturan menulis kalimat bahasa. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketegangan musikal yang ditimbulkan posisi dominan dikendorkan ketika bandul berayun dari kanan kembali ke tengah, ke posisi tonika. Timbullah ketenangan, kekendoran, kelegaan, seakan-akan kalimat yang memakai koma atau titik koma (posisi dominan) dilanjutkan dengan bagian kalimat lain yang berakhir dengan titik (posisi tonika).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kiasan tentang gerak melodi sebagai bandul tadi menyiratkan apa yang dalam musik Barat diistilahkan sebagai &lt;em&gt;kadens.&lt;/em&gt;Kedua macam ayunan tadi barulah dua dari lima kemungkinan mengakhiri suatu gerak melodi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi, apa itu "kadens"? Suatu kadens adalah suatu progresi dari biasanya dua akord yang memberi efek penutupan suatu "kalimat" dalam musik. Bandul yang berayun dari tengah ke kanan, dari posisi tonika ke dominan dan membentuk progresi akord tonika ke dominan disebut &lt;em&gt;kadens setengah. &lt;/em&gt;Sebaliknya, bandul yang berayun dari kanan kembali ke tengah, dari posisi dominan ke tonika dan membentuk progresi akord dominan ke tonika disebut &lt;em&gt;kadens otentik&lt;/em&gt;, kadens yang sejati.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kedua jenis kadens ini (dan jenis-jenis lainnya) dibatasi pada tangganada mayor. Untuk bab ini, pembahasan kadens dibatasi juga pada kedua jenis kadens ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Contoh-contoh kadens setengah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk jelasnya, beberapa contoh kadens setengah diberikan. Kadens-kadens ini ibarat kalimat dalam bahasa yang belum selesai karena berakhir dengan koma atau titik koma. Kadens-kadens ini berbentuk frasa-frasa melodik yang berisi nada-nada harmonik atau campuran nada-nada harmonik dan non-harmonik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddx4pAK0I/AAAAAAAAAaI/dS4_zjVlbWo/Kadenssetengahjandamuda4.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="145" alt="Kadens setengah janda muda" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddzIax-EI/AAAAAAAAAaM/FbTlB7EKufI/Kadenssetengahjandamuda_thumb2.jpg" width="462" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akord tonika (G) yang memulai kalimat melodik sebanyak empat birama ini berakhir untuk sementara dengan akord dominan (D). Akord C/G termasuk pada rangkaian progresi dari akord tonika ke akord dominan. Pemakaian akord dominan menimbulkan suatu ketegangan; kalimat melodiknya mirip kalimat bahasa yang berakhir dengan koma atau titik koma, kalimat yang belum selesai.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd0M8R6MI/AAAAAAAAAaQ/DC-OfF4UPd4/Kadenssetengahkamipuji4.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="157" alt="Kadens setengah kami puji" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd1LicgwI/AAAAAAAAAaU/mwejAGTojrs/Kadenssetengahkamipuji_thumb2.jpg" width="462" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalimat melodik yang terdiri dari empat birama ini memakai kadens setengah. Tapi progresi dari tonika ke dominan diselingi rangkaian akord tonika dengan dominan sebagai bas (G/D) dan dominan (D) pada birama kedua. Perhatikan kalimat syairnya; kalimat ini berakhir sementara dengan suatu titik koma.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd18w8H7I/AAAAAAAAAaY/G3gD9Vg_SEE/Kadenssetengahibupertiwi10.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="175" alt="Kadens setengah ibu pertiwi" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd2586Q_I/AAAAAAAAAac/en7V9y08zME/Kadenssetengahibupertiwi_thumb8.jpg" width="448" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalimat melodik yang terdiri dari empat birama ini membentuk suatu kadens setengah yang lain. Akord tonika (G) yang akan bergerak ke akord dominan (D) diselingi suatu akord subdominan (C). Frasa kalimat syairnya berakhir untuk sementara juga dengan suatu titik koma.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Contoh-contoh kadens otentik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kebalikan dari kadens setengah ada kadens otentik. Kadens otentik mirip suatu kalimat bahasa yang berakhir dengan titik. Kekendoran musikal Anda capai ketika progresi akord dari dominan atau dominan ketujuh ke tonika.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd4VC2_8I/AAAAAAAAAag/Wy0kVvrWTrA/Kadensotentikjandamuda6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="184" alt="Kadens otentik janda muda" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd5DO2dRI/AAAAAAAAAak/ELz9f2zCw7E/Kadensotentikjandamuda_thumb4.jpg" width="451" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lagu rakyat Papua ini dibentuk oleh delapan birama. Empat birama pertama memakai kadens setengah; empat birama kedua yang mengakhiri gerak melodiknya memakai kadens otentik. Lagu yang mengakhiri geraknya seperti contoh ini sering memakai akord dominan ketujuh sebagai pendahulu akord tonika di akhir lagu. Progresi akord dominan ketujuh-tonika di akhir suatu lagu membentuk suatu kadens otentik yang kuat. Frasa kalimat kedua mengakhiri syair lagu melalui suatu titik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd60u-mEI/AAAAAAAAAao/3Uom5RuPtEw/Kadensotentikkamipuji13.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="214" alt="Kadens otentik kami puji" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd7h656wI/AAAAAAAAAas/IiZ1CmykPhM/Kadensotentikkamipuji_thumb11.jpg" width="456" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens otentik sebanyak empat birama ini paling jelas dari kedua akord terakhir, yaitu progresi D7 (dominan ketujuh) ke G (tonika). Tapi progresi sesungguhnya dimulai dari akord G pada birama pertama melalui suatu "lika-liku" progresi akord pada sebagian birama pertama dan seluruh birama kedua dan ketiga sebelum mencapai dominan ketujuh, pendahulu tonika. Frasa kalimat syairnya yang merupakan lanjutan frasa pertama dalam kadens setengah lagu ini berakhir dengan titik. Meskipun demikian, kadens otentik ini hanya suatu bagian dari suatu lagu gereja yang lebih panjang. Dengan kata lain, kadens otentik dalam contoh tadi hanya suatu perhentian tenang yang bersifat sementara.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd9j4pLNI/AAAAAAAAAaw/2xKsdiRz6xQ/Kadensotentikibupertiwi4.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="160" alt="Kadens otentik ibu pertiwi" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd-Td5n4I/AAAAAAAAAa0/O7-E3Bas_v0/Kadensotentikibupertiwi_thumb2.jpg" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalimat melodik yang terdiri juga dari empat birama ini, suatu kadens otentik yang lain, nyata sekali dari akord dominan ketujuh (D7) yang mendahului akord tonika (G). Tapi progresi ini sebenarnya mulai dari akord tonika (G) pada birama pertama melewati akord subdominan (C) dan tonika (G) sebelum mengakhiri kalimatnya dengan urutan dominan ketujuh dan tonika. Bagian kedua kalimat syairnya pun berakhir dengan suatu titik. Meskipun demikian, kalimat melodik tadi bukanlah akhir lagu nasional Indonesia yang diilhami lagu gereja &lt;em&gt;What a Friend We Have in Jesus!&lt;/em&gt; Terjemahan Indonesianya dalam &lt;em&gt;Kidung Jemaat&lt;/em&gt; nomor 453 berjudul &lt;em&gt;Yesus Kawan yang Sejati&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kadens setengah dan otentik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari uraian tentang kalimat-kalimat melodik dan jenis kadens yang dilibatkannya, Anda tahu kadens setengah dan otentik bisa digabungkan secara kronologis, yaitu, mengikuti urutan waktu. Gabungkanlah contoh-contoh kalimat melodik tadi dan Anda akan menggabungkan kembali dua kalimat melodik setiap contoh. Kecuali &lt;em&gt;Gara-Gara Janda Muda&lt;/em&gt;, setiap pasangan contoh yang Anda gabungkan kembali tidak mengakhiri lagu sama sekali.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kalimat Melodik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anda sudah membaca beberapa kali frasa "kalimat melodik". Apa itu? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Frasa ini bisa dijelaskan melalui kata "melodi". Secara ringkas, suatu melodi adalah suatu rangkaian not yang dipandang sebagai suatu kesatuan. Dengan kata lain, suatu melodi punya suatu awal dan akhir.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari definisi tadi, Anda paham bahwa suatu kalimat melodik adalah suatu bagian dari suatu melodi. Bagian ini bisa membentuk bagian akhir suatu lagu - seperti bagian akhir &lt;em&gt;Gara-Gara Janda Muda&lt;/em&gt; - dan bisa juga tidak - seperti bagian kedua yang membentuk kadens otentik &lt;em&gt;Kulihat Ibu Pertiwi&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Kami Puji dengan Riang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Frasa "kalimat melodik" secara longgar mencakup suatu gagasan musikal yang lengkap tapi yang tidak perlu berakhir. Ia berakhir dengan suatu kadens yang lazimnya sebanyak empat birama, terkadang sebanyak dua birama. Dalam musik Barat, kalimat melodik sesuai arti ini disebut &lt;em&gt;frasa&lt;/em&gt;. Contoh-contoh kalimat melodik tadi yang menjelaskan kadens setengah dan otentik dan masing-masing membentuk empat birama dengan demikian tergolong pada frasa-frasa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dua frasa yang berkaitan membentuk suatu &lt;em&gt;periode. &lt;/em&gt;Dalam musik Barat, suatu periode berakhir dengan suatu kadens yang kuat (seperti kadens otentik) dan biasanya sebanyak delapan birama. Suatu periode dalam musik mirip suatu kalimat utuh - berakhir dengan titik, tanda seru, atau tanda tanya - dalam bahasa. Setiap pasangan contoh kadens setengah dan otentik tadi membentuk suatu periode.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Notasi Ritmik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebelum belajar mengiringi lagu-lagu yang dibentuk oleh kombinasi kadens setengah dan otentik, Anda perlu memelajari suatu pola iringan yang baru. Notasi ritmiknya demikian:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdd_IOrdjI/AAAAAAAAAa4/AJyX8aO7Dow/Notasiritmik64.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="156" alt="Notasi ritmik 6" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeAOQjrkI/AAAAAAAAAa8/_O3wZuDPTKc/Notasiritmik6_thumb2.jpg" width="455" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berlatihlah untuk memainkan notasi ritmik dalam birama pertama berkali-kali sampai Anda menguasainya dengan baik. Pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; bersamaan dengan hitungan satu, dua, tiga, dan empat. Pukulan &lt;em&gt;up-strum&lt;/em&gt; berbarengan dengan hitungan &lt;em&gt;dan &lt;/em&gt;(&amp;amp;). Lebih mudah Anda melatih ketukan per birama dengan menghitung secara berirama dalam bahasa Inggris (sambil mengetuk matra pada sesuatu yang keras): &lt;em&gt;one and two and three and four and&lt;/em&gt;. Kemudian, akhirilah pola ritmik ini dengan satu pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; pada birama kedua.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Periode, Kadens Setengah dan Otentik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebelu memulai iringanmu dengan memakai notasi ritmik tadi, Anda perlu mengenal periode. Setiap periode dibentuk oleh dua frasa, masing-masing sebanyak dua sampai dengan empat birama. Periode yang akan Anda pelajari dibatasi pada yang melibatkan kombinasi kadens setengah dan otentik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada periode yang membentuk nyanyian atau lagu pendek atau agak pendek. Suatu nyanyian pendek bisa dibentuk oleh satu periode yang mencakup empat atau delapan birama. Dua periode dengan demikian membentuk suatu nyanyian yang agak pendek, antara delapan dan enam belas birama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens setengah dan otentik bisa dilibatkan dalam satu periode atau dua periode. &lt;em&gt;He's Got the Whole World, &lt;/em&gt;suatu lagu &lt;em&gt;gospel&lt;/em&gt; terkenal, terdiri dari delapan birama. Ia dengan demikian membentuk satu periode. Ia juga melibatkan kadens setengah dan otentik dan tentu kombinasi nada-nada harmonik dan non-harmonik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pakailah notasi ritmik yang sudah Anda latih untuk mengiringinya. Ia harus Anda mainkan dengan memakai irama &lt;em&gt;swing/shuffle&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeBgehC0I/AAAAAAAAAbA/5-kdnheMQrc/Hesgotthewholeworld6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="339" alt="He's got the whole world" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeC0DYy5I/AAAAAAAAAbE/Jw5BfjaaFdY/Hesgotthewholeworld_thumb4.jpg" width="452" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perhatikanlah bahwa permainan gitarmu harus mulai pada setengah ketukan diam sebelum Anda mulai menyanyi. Permainan itu ada pada birama pertama, ketiga, kelima, dan ketujuh. Anda perhatikan juga bahwa nada A (la) membentuk nada non-harmonik, yaitu, nada tetangga atas dengan not G (sol), pada kata &lt;em&gt;His&lt;/em&gt;. Demikian juga, nada E (mi) pada ketukan kedua di atas kata &lt;em&gt;the&lt;/em&gt; pada birama ketujuh membentuk nada non-harmonik yang lain, yaitu, interval ketiga bawah dengan not G (sol).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kadens setengah mencakup tiga birama dan mulai dari progresi akord tonika ke dominan ketujuh, dari C ke G7. Kemudian, kadens otentik mulai dari dominan ke tujuh (G7) ke tonika (C), diganti kadens setengah (C ke G7) dan berakhir dengan kadens otentik pada birama terakhir (G7 ke C). Pendek kata, lagu gereja tadi merupakan kombinasi kadens setengah dan otentik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh berikut adalah bagian refrein dari suatu ciptaan saya, &lt;em&gt;Sungguh Baik Kasih-Nya. &lt;/em&gt;Refrein sebanyak delapan birama ini membentuk satu periode. Mainkanlah refrein ini pada gitarmu dengan memakai notasi ritmik di atas. Karena saya tidak memberikan catatan tentang irama &lt;em&gt;swing/shuffle&lt;/em&gt; di bawah judulnya, Anda harus mengiringinya dengan memakai gaya "enteng" atau "ringan".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeEHFO5FI/AAAAAAAAAbI/szSf-JU_e-w/SungguhbaikkasihNya12.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="309" alt="Sungguh baik kasihNya" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeE8yu9FI/AAAAAAAAAbM/8Q9rTjAGUCU/SungguhbaikkasihNya_thumb10.jpg" width="447" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Refrein dibuka dengan suatu kadens otentik karena ada progresi akord dari dominan ketujuh (G7) ke tonika (C). Progresi ini beralih menjadi tonika-dominan ketujuh (C-G7) dan membentuk kadens setengah. Jelaslah, refrein in adalah juga suatu kombinasi kadens otentik dan setengah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 1&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lagu berikut berisi campuran nada-nada harmonik atau akord dan non-harmonik. Tentukanlah nada-nada non-harmoniknya dan jelaskanlah apakah nada-nada itu tergolong pada nada samping/ampiran, nada tetangga, atau nada yang ditangguhkan (&lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt;). Untuk mengingatkan Anda kembali kepada nada-nada non-harmonik, bacalah sekali lagi bab 13. Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeHMzr8FI/AAAAAAAAAbU/Ieps7NItz64/Haleluyahaleluya6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="258" alt="Haleluya, haleluya" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeIoJm5gI/AAAAAAAAAbY/FRjPFsqQdgk/Haleluyahaleluya_thumb4.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 2&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada birama berapakah kadens otentik dipakai? Akord-akord dasar apakah yang digantikan oleh akord Em dan Am sebagai variasi?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 3&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penggalan lagu berikut, &lt;em&gt;No More,&lt;/em&gt; adalah versi bahasa Inggris nyanyian Elvis Presley dari &lt;em&gt;La Paloma&lt;/em&gt;, suatu lagu berbahasa Spanyol yang sangat terkenal. Pelajarilah lagunya. Kemudian, tuliskanlah akord tonika dan dominan ketujuh pada garis-garis yang tersedia di atas not. Tentukanlah juga kadens setengah dan otentik yang dilibatkan dalam lagu ini. Jawaban yang betul ada di akhir bab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeKtE8WXI/AAAAAAAAAbc/gkSLtTQPQ3s/Nomore6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="308" alt="No more" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMdeLz706TI/AAAAAAAAAbg/arDxWvKGlx4/Nomore_thumb4.jpg" width="458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 4&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ciptakanlah lagumu sendiri. Lagu itu melibatkan kombinasi kadens setengah dan otentik. Iringilah dengan pola ritme dalam notasi ritmik di atas.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jawaban yang Betul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 1&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;table cellspacing="0" cellpadding="2" width="400" align="center" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="67"&gt;&lt;em&gt;Birama&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="77"&gt;&lt;em&gt;Ketukan&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="56"&gt;&lt;em&gt;Urutan not&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="79"&gt;&lt;em&gt;Nada non-harmonik&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="115"&gt;&lt;em&gt;Jenis nada non-harmonik&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="68"&gt;&lt;em&gt;2-3&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="77"&gt;&lt;em&gt;4 (birama 2) dan 1 (birama 3)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="60"&gt;&lt;em&gt;G-F#-E (do-si-la)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="79"&gt;&lt;em&gt;F# &lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="115"&gt;&lt;em&gt;F# membentuk nada ampiran turun (F#-E, si-la)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="67"&gt;&lt;em&gt;4&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="77"&gt;&lt;em&gt;2-4&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="63"&gt;&lt;em&gt;F#-E-F#&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="79"&gt;&lt;em&gt;E&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="115"&gt;&lt;em&gt;E membentuk nada tetangga bawah (E-F#, la-si)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="67"&gt;&lt;em&gt;5&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="76"&gt;&lt;em&gt;1-2&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="65"&gt;&lt;em&gt;E-G&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="79"&gt;&lt;em&gt;E&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="115"&gt;&lt;em&gt;E adalah nada ditangguhkan yang tidak disiapkan&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="67"&gt;&lt;em&gt;6-7&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="76"&gt;&lt;em&gt;4 (birama 6) dan 1 (birama 7)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;em&gt;G-F#-E&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="79"&gt;&lt;em&gt;F# &lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="115"&gt;&lt;em&gt;F# membentuk nada samping turun (F#-E) &lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="67"&gt;&lt;em&gt;7-8&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="76"&gt;&lt;em&gt;4 (birama 7) dan 1 (birama 8)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;em&gt;E-G-F#&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="79"&gt;&lt;em&gt;G&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="115"&gt;&lt;em&gt;G membentuk interval ke-3 atas dengan E (E-G, la-do)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="67"&gt;&lt;em&gt;8&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="76"&gt;&lt;em&gt;2-4&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="66"&gt;&lt;em&gt;F#-E-F#&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="79"&gt;&lt;em&gt;E&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="115"&gt;&lt;em&gt;E adalah nada tetangga bawah dari F#&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 2&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Birama 8-9: Progresi akord D7-G atau dominan ketujuh-tonika. Akord diatonik dasar yang diganti oleh Em adalah G dan oleh Am adalah F.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 3&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Birama pertama dan seterusnya dimulai sesudah not pertama di awal lagu. Not pertama ini sebenarnya adalah not keempat, membentuk "ketukan gantung" atau&lt;/em&gt; pickup measure&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Birama 1: C; birama 4: G7; birama 8:C; birama 12: G7; dan birama 16: C. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kadens setengah C-G7, kadens otentik G7-C. Kombinasi kedua jenis kadens: C-G7-C-G7-C.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-672409147066537733?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/672409147066537733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=672409147066537733&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/672409147066537733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/672409147066537733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/09/14-iringan-lagu-harmonik-dan-non.html' title='14. Iringan Lagu Harmonik dan Non-harmonik'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SMddlZkeBYI/AAAAAAAAAZk/0G2ucclUMmE/s72-c/Jandamudaharmonik_thumb4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-2488916613493331482</id><published>2008-08-30T16:15:00.001+07:00</published><updated>2008-08-30T16:15:40.110+07:00</updated><title type='text'>13. Nada-Nada Non-harmonik</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apa itu nada-nada non-harmonik? Itulah nada-nada di luar susunan akord yang Anda pakai untuk mengiringi suatu lagu tapi yang Anda pakai sebagai variasi nada-nada harmonik dalam suatu melodi. Dengan kata lain, nada-nada non-harmonik Anda pakai sebagai sisipan di antara nada-nada harmonik dari suatu melodi, suatu gerak rangkaian nada secara &amp;quot;linear&amp;quot; atau &amp;quot;horisontal&amp;quot;. (Dalam arti ketat, melodi tidak bergerak secara linear atau horisontal dalam arti lurus atau datar ke depan; melodi bisa bergerak lurus ke depan - biasanya, sebagai frasa - dan bisa juga naik-turun atau menjadi campuran kedua macam gerak ini.) Jelaslah bahwa nada-nada non-harmonik bukanlah bagian dari akord melainkan bagian dari melodi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tiga Jenis Nada Non-harmonik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda akan memelajari tiga dari beberapa jenis nada non-harmonik yang lazim dipakai dan secara praktis lebih mudah dipelajari melalui not-notnya. Pertama, &lt;em&gt;not-not samping&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;ampiran&lt;/em&gt; - disebut &lt;em&gt;passing notes&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris; kedua, &lt;em&gt;not-not tetangga&lt;/em&gt; - disebut &lt;em&gt;neighboring notes &lt;/em&gt;dalam bahasa Inggris; dan, ketiga, &lt;em&gt;not-not yang ditunda&lt;/em&gt; - disebut &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Not samping/ampiran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu not samping adalah suatu not bantu yang menghubungkan dua not akord yang berdekatan. Dua not berdekatan dalam triad-triad dari tangganada diatonik mayor C, misalnya, adalah dua pasangan not yang masing-masing membentuk interval ketiga. Triad C, F, dan G masing-masing dibentuk oleh pasangan interval ketiga: do-mi dan mi-sol (C), fa-la dan la-do (F), dan sol-si dan si-re (G). Semua pasangan not ini membentuk nada-nada akord C, F, dan G, disebut juga nada-nada harmonik. Untuk melenturkan gerak melodi demi variasi, Anda bisa menyisipkan not-not bantu di antara not-not akord tadi, not-not yang akan membentuk interval kedua. Not-not ini disebut not-not non-akord atau not-not non-harmonik karena tidak berasal dari akord-akord yang dipakai. Untuk setiap jenis triad tadi, Anda menyisipkan not-not non-harmonik yang disebut not-not samping/ampiran, demikian:&lt;/p&gt;  &lt;div&gt;   &lt;table cellspacing="0" cellpadding="2" width="400" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="85"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Nama triad&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="156"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Not-not akord&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="154"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Not-not samping/                &lt;br /&gt;ampiran&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="88"&gt;C&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="156"&gt;do-mi-sol&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="154"&gt;do-&lt;strong&gt;re&lt;/strong&gt;-mi-&lt;strong&gt;fa&lt;/strong&gt;-sol&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="89"&gt;F&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="156"&gt;fa-la-do&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="154"&gt;fa-&lt;strong&gt;so&lt;/strong&gt;l-la-&lt;strong&gt;si&lt;/strong&gt;-do&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="91"&gt;G&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="156"&gt;sol-si-re&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="154"&gt;sol-&lt;strong&gt;la&lt;/strong&gt;-si-&lt;strong&gt;do&lt;/strong&gt;-re&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda memerhatikan bahwa setiap pasangan not yang berdekatan - seperti do-mi dan mi-sol dari triad C - disisipi not-not bantu - seperti re dan fa untuk triad ini. Not-not bantu ini disebut not-not samping atau ampiran.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Not-not samping atau ampiran bisa menghasilkan bentuk gerak yang naik, turun, turun-naik, atau naik-turun. Untuk jelasnya, simaklah contoh-contoh berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPN7szslI/AAAAAAAAAXw/J_CBJMfRdiY/Notsamping18.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="198" alt="Not samping 1" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPO9WdUMI/AAAAAAAAAX0/cIYqepn7JtE/Notsamping1_thumb6.jpg" width="447" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Not samping atau ampiran Anda ketahui dengan dua cara. Pertama, melalui not-not akord yang disisipi not-not samping pada paranada di atas. Semua not akord berkepala putih; semua not samping berkepala hitam. Dalam contoh potongan lagu yang memakai birama 4/4 ini, kedua not ampiran dipakai pada ketukan&amp;#160; yang ringan, yaitu, ketukan kedua dalam satu birama. Kedua, berdasarkan not-not sampingnya. Tapi berdasarkan tekanan sumatifnya, not samping yang adalah not pertama dalam pasangannya mendapat tekanan ritmik yang agak berat. Tekanan ritmik ini didukung oleh tekanan agak berat dari suku kata &lt;em&gt;se-&lt;/em&gt; dari kata &lt;em&gt;sebentar&lt;/em&gt; dalam birama kedua dan suku kata &lt;em&gt;re-&lt;/em&gt; dari kata &lt;em&gt;repot &lt;/em&gt;dalam birama keempat. Kedua not samping ini diapit oleh dua interval ketiga yang naik, yaitu, fa di antara interval mi-sol dalam birama kedua dan re di antara interval ketiga do-mi dalam birama keempat. Kedua not ampiran ini membentuk nada-nada non-harmonik pada akord C yang dipakai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPPwAA43I/AAAAAAAAAX4/V--TPO7anr4/Notsamping26.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="185" alt="Not samping 2" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPQoxz-iI/AAAAAAAAAX8/zHxo-x83nHQ/Notsamping2_thumb4.jpg" width="448" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Contoh kedua menunjukkan potongan melodi yang bergerak turun-naik melalui not-not sampingnya. Pasangan not yang membentuk interval ketiga dalam birama pertama dan kedua, yaitu, mi-sol diselingi dua not ampiran. Yang satu, re, bergerak turun dan membentuk interval kedua turun dengan not mi di kirinya. Yang lain, fa, bergerak naik dan membentuk interval kedua juga dengan not mi di kirinya. Not-not samping lain, si dan re, membentuk rangkaian melodi yang bergerak turun-nailk juga dalam birama ketiga dan keempat. Keempat not ampiran ini dipakai pada ketukan ringan. Kedua not ampiran yang membentuk interval kedua turun mendapat tekanan sumatif yang ringan karena berada di kanan pasangannya sementara kedua not ampiran lainnya yang membentuk interval kedua naik mendapat tekanan sumatif yang agak berat. Keempat not samping ini membentuk nada-nada non-harmonik pada akord C yang dipakai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPRpGppzI/AAAAAAAAAYA/dR9h_DE-wZY/Notsamping36.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="201" alt="Not samping 3" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPStMnysI/AAAAAAAAAYE/qWSnIJVG4V0/Notsamping3_thumb4.jpg" width="449" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berbeda dengan kedua contoh pertama yang memakai akord C, contoh ketiga memakai akord G. Kedua not samping yang membentuk nada-nada non-harmonik pada akord ini adalah la dalam birama pertama dan do dalam birama ketiga. Pasangan not si-sol yang membentuk interval ketiga diselingi not samping la yang membentuk interval kedua bawah dengan not si dan interval kedua atas dengan not sol. Pasangan not re-si yang membentuk interval ketiga lain disisipi not ampiran do yang membentuk juga interval kedua bawah dan atas dengan kedua not akord tadi. Berbeda dengan kedua contoh tadi, kedua not ampiran dalam contoh ketiga malah dipakai pada ketukan ketiga yang relatif berat. Masing-masing adalah juga not pertama dari pasangannya dan membentuk tekanan sumatif yang agak berat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Not-not tetangga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu not tetangga adalah suatu not hiasan yang disisipkan di antara dua not akord dengan tingginada yang sama dan membentuk interval kedua dengan not akord itu. Dengan kata lain, suatu not tetangga diapit oleh sepasang not yang membentuk interval kesatu, seperti do-do, re-re, mi-mi, fa-fa, sol-sol, la-la, dan si-si. Sebagai not hiasan, not tetangga menambah variasi pada not akord tunggal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tabel berikut meringkaskan beberapa not tetangga dalam tangganada diatonik mayor C:&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;   &lt;table cellspacing="0" cellpadding="2" width="400" align="center" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="200"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Not-not akord&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="200"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Not-not tetangga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="200"&gt;do-do&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="200"&gt;do-&lt;strong&gt;re&lt;/strong&gt;-do&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="200"&gt;mi-mi&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="200"&gt;mi-&lt;strong&gt;fa&lt;/strong&gt;-mi&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="200"&gt;la-la&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="200"&gt;la-&lt;strong&gt;sol&lt;/strong&gt;-la&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setiap not tetangga - berhuruf tebal - membentuk interval kedua dengan not akord yang sama di kiri dan kanannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Not-not tetangga dibedakan menjadi tiga jenis utama. Ada not tetangga atas, bawah, dan kombinasi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Simaklah ketiga jenis utama tadi pada contoh-contoh berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPTTITFQI/AAAAAAAAAYI/4EGti1jfKwY/Nottetanggaatas16.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="185" alt="Not tetangga atas 1" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPUtpTnXI/AAAAAAAAAYM/SKPz07jdNoQ/Nottetanggaatas1_thumb4.jpg" width="456" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Not tunggal sol (G) yang diulang-ulangi diselingi not tetangga yang satunada lebih tinggi dari not tunggal itu. Not tetangga atas ini dipakai pada ketukan ringan, yaitu, ketukan keempat dalam birama kedua dan ketiga. Not tetangga ini membentuk nada-nada non-harmonik dari akord G.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPVoddQSI/AAAAAAAAAYQ/_YK1rFXwkkc/Nottetanggaatas26.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="182" alt="Not tetangga atas 2" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPWVOPy_I/AAAAAAAAAYU/YSXLLE6cLvw/Nottetanggaatas2_thumb4.jpg" width="456" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Variasi lain dari not tetangga atas. Not la (A) dan re (D) menyelingi not akord sol dan do (C). Tapi kedua not bantu ini dipakai pada ketukan ringan - ketukan keempat dan juga pada ketukan berat - ketukan pertama. Kedua-duanya membentuk interval kedua atas (la-sol dan re-do) dan sekaligus nada-nada non-harmonik dari akord C.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPXyOp5vI/AAAAAAAAAYY/nyBMvpd1HhM/Nottetanggabawah16.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="191" alt="Not tetangga bawah 1" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPYjBOg-I/AAAAAAAAAYc/HWnsBCoI5bM/Nottetanggabawah1_thumb4.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Not tetangga kali ini membentuk interval kedua bawah (fa-sol, re-mi) dengan dua not dalam akord C, yaitu, sol dan mi. Kedua not tetangga ini dipakai pada ketukan ringan, yaitu, ketukan kedua; meskipun demikian, masing-masing dipakai di sebelah kiri pada pasangannya. Ini mengakibatkan setiap not tetangga tadi mendapat tekanan sumatik yang agak berat. Apapun juga, kedua-duanya membentuk nada-nada non-harmonik dari akord C.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPZ2JcnvI/AAAAAAAAAYg/e_ACp0YjtWs/Nottetanggabawah220.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="243" alt="Not tetangga bawah 2" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPawsbP4I/AAAAAAAAAYk/qVVLFU9qvgs/Nottetanggabawah2_thumb16.jpg" width="449" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Variasi lain dari not tetangga bawah. Not tetangga fa membentuk interval kedua bawah dengan not tunggal sol. Not ini dipakai pada ketukan kedua; tekanan sumatif berlaku pada not fa pertama dari pasangan yang masing-masing bernilai seperempat. Not fa membentuk nada non-harmonik dari akord C.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPbxCjShI/AAAAAAAAAYo/TznEnm8veWw/Nottetanggakombinasi6.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="203" alt="Not tetangga kombinasi" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPc7w92fI/AAAAAAAAAYs/v4pUXp24ZPY/Nottetanggakombinasi_thumb4.jpg" width="453" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Contoh keempat menggabungkan not-not tetangga atas dan bawah pada not-not akord. Not fa dan la menyelingi not sol sementara not si dan re menyelingi not do. Not fa dan si dipakai pada tekanan berat sementara not la dan re pada tekanan ringan. Kedua not tetangga ini membentuk nada-nada non-harmonik dari akord C dan G.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&amp;#160;&lt;em&gt;Suspension&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Istilah bahasa Inggris ini berarti &lt;em&gt;nada yang ditangguhkan&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Suspension&lt;/em&gt; adalah suatu nada akord yang ditahan melewati suatu perubahan harmoni. Misalnya, Anda memainkan akord G (sol-si-re-sol) dari tangganada diatonik mayor C pada ketukan keempat suatu birama kemudian pindah ke akord F (fa-la-do-fa) pada ketukan pertama birama berikutnya. Meskipun akord sudah berubah dari G ke F, nada paling tinggi akord G, yaitu sol (G), masih ditahan melintasi garis birama ke ketukan satu birama berikutnya. Pada ketukan ini, not paling tinggi akord F adalah fa. Tapi karena not sol dari G masih ditahan di atas not fa, maka yang Anda hasilkan adalah susunan not fa-la-do-fa-sol. Akord F dengan nada sol yang ditangguhkan dari akord G di depannya adalah suatu contoh &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt;, nada yang ditangguhkan. Nada yang ditangguhkan seperti ini mengakibatkan akord F kedengaran janggal, tidak &amp;quot;enak&amp;quot; dan tegang di telinga musikal Anda. Karena sifatnya yang janggal atau tegang, ia harus dikendorkan oleh suatu akord yang berbunyi tenang, teduh, seperti akord C (mi-sol-do-mi) pada ketukan kedua birama yang memakai akord F tadi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPfLTHroI/AAAAAAAAAYw/4ywxxmXXrgI/Suspensiongf4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="135" alt="Suspension g-f" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPf2Pd-NI/AAAAAAAAAY0/cy_iN0CNwJk/Suspensiongf_thumb2.jpg" width="461" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tanda panah ke kiri menunjukkan not sol dari akord G yang ditangguhkan melewati garis birama dan membentuk not sol dari akord F pada ketukan berat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengendoran nada yang ditangguhkan mengikuti arah turun ke suatu nada akord yang lain yang tidak boleh janggal. Lazimnya, penurunan nada yang ditangguhkan membentuk interval kedua bawah. Interval kedua bawah yang lazim dipakai dalam &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; adalah 4-3, 7-6, 9-8, dan 2-3 (untuk bas). Dalam tangganada diatonik mayor C, ini berarti not paling tinggi dari nada yang ditangguhkan dan nada kedua yang mengendorkannya bisa Anda temukan pada gitarmu, demikian:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;4-3: Csus-C, Fsus-F, Gsus-G, F-C atau G7-C (Kunci: C mayor)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;7-6: D-Em, D-C atau D-Am (Kunci: G mayor)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;9-8: B7-E atau B7-A (Kunci: E mayor)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;2-3: Dm-Em, Dm-Am/E, G/D-C/E, G/D-Em, atau G/D-Am/E (Untuk bas, kunci: C mayor)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akord-akord untuk kunci G dan E mayor nanti akan Anda pelajari. Contoh akord-akord dalam kedua kunci ini sekadar untuk penjelasan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian, huruf besar di kanan garis miring dari akord-akord dalam kunci C mayor menunjukkan nada bas. Penulisan akord macam ini pun akan Anda pelajari pada kesempatan lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya, nada yang ditangguhkan dan penurunannya punya ciri dan aturannya. Dalam kaitan ini, ada dua macam &lt;em&gt;suspensi&lt;/em&gt;on: &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; yang&lt;em&gt; disiapkan&lt;/em&gt; dan yang &lt;em&gt;tidak disiapkan&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu, apa peranan atau fungsi nada-nada yang ditangguhkan dalam suatu melodi atau lagu? Nada-nada ini memberi kontras pada suatu melodi, kontras yang menegangkan, yang dirasa sebagai seni. Kontras yang menegangkan ini lalu dikendorkan melalui akord yang tidak janggal, yang tenang atau &amp;quot;merdu&amp;quot;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suspension yang disiapkan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam suatu nyanyian, suatu akord dari suatu birama sudah berubah pada ketukan berat birama berikutnya. Tapi nada melodi akord lama dipertahankan pada ketukan berat lalu berubah pada ketukan ringan birama kedua. Nada melodi yang berubah ini menjadi suatu bagian dari akord yang baru. Penangguhan nada macam ini disebut &lt;em&gt;suspension yang disiapkan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Simaklah contoh &lt;em&gt;suspension &lt;/em&gt;yang disiapkan berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPhQJjEqI/AAAAAAAAAY4/Q-5XD8f1Qfk/Suspensiondisiapkan25.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="198" alt="Suspension disiapkan" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPiHkkfDI/AAAAAAAAAY8/iihyfexvVUY/Suspensiondisiapkan_thumb21.jpg" width="453" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penggalan melodik pertama berasal dari &lt;em&gt;Bangun Pemudi-Pemuda, &lt;/em&gt;suatu lagu nasional karya A. Simanjuntak. Penggalan kedua dikutip dari &lt;em&gt;Kami Puji dengan Riang&lt;/em&gt;, suatu lagu gereja terjemahan dari syair &lt;em&gt;Joyful, Joyful, We Adore Thee &lt;/em&gt;yang lagunya ciptaan Ludwig van Beethoven tahun 1824, dalam &lt;em&gt;Kidung Jemaat &lt;/em&gt;(nomor 3) terbitan Yayasan Musik Gereja di Indonesia, Jakarta 1997. Kunci mayor dan progresi akord kedua penggalan melodik tadi saya tambahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tiga tanda panah dalam tiga birama yang berbeda menunjukkan tiga not akord yang ditangguhkan dari satu birama melintasi birama lainnya pada ketukan pertama yang berat. Not-not yang ditangguhkan adalah sol (D) dalam birama kedua, not sol dalam birama keenam, dan mi (A) dalam birama kedelapan. Sementara itu, akord pada ketiga birama tadi berubah, berturut-turut dari G ke C, G ke D, dan G ke G/D. Not paling tinggi dari akord G/D yang dipakai pada ketukan berat adalah juga D (sol). Not-not yang ditangguhkan itu paling mudah Anda bedakan kalau Anda memainkan akord-akord penggalan melodik tadi dan menenemukan not-not paling atas yang membentuk not-not yang ditangguhkan itu pada gitarmu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suspension yang tidak disiapkan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kebalikan dari &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; jenis pertama adalah &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; yang tidak disiapkan. Nada ditangguhkan macam ini dihasilkan ketika suatu akord dari suatu birama berubah menjadi akord lain pada ketukan berat birama berikutnya. Tapi melodi menyeberangi birama yang satu ke yang lain dengan masih mempertahankan nada yang sama pada ketukan berat lalu berubah memakai not dari akord yang baru pada ketukan ringan dari birama berikutnya. Nada melodi pertama yang ditangguhkan melintasi dua birama masih kedengaran janggal dan menegangkan ketika dipakai pada ketukan berat lalu menjadi merdu dan kendor pada ketukan kedua.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Simaklah contoh-contoh &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; yang tidak disiapkan berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPj09pZ-I/AAAAAAAAAZA/VPMbeXyUcdI/Suspensiontakdisiapkan14.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="231" alt="Suspension tak disiapkan" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPk-NPsMI/AAAAAAAAAZE/CzzT3CEeygw/Suspensiontakdisiapkan_thumb12.jpg" width="455" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada tiga potongan melodik sebagai contoh penjelasan nada ditangguhkan yang tidak disiapkan. Pertama, potongan melodik &lt;em&gt;Kole-Kole, &lt;/em&gt;suatu lagu rakyat Ambon; kedua, &lt;em&gt;Halo-Halo Bandung, &lt;/em&gt;suatu lagu perjuangan kemerdekaan Indonesia; dan, ketiga, &lt;em&gt;Doa untuk Pernikahan, &lt;/em&gt;ciptaan saya. Kunci mayor dan progresi akord saya tambahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Not-not ditangguhkan yang tak disiapkan ditandai oleh tanda panah. Not re (A) birama ketiga, not re birama ketujuh, dan not fa (C) birama kesebelas adalah ketiga not suspension yang tidak disiapkan dalam ketiga penggalan melodik tadi. Ketiga-tiganya dipakai sebagai kontras melodik yang menegangkan dan sekaligus sebagai variasi yang berseni pada ketukan berat, disusul not akord pada ketukan ringan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nada-Nada Non-harmonik dalam Berbagai Lagu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak melodi, dari lagu rakyat sampai dengan lagu klasik Barat, memakai kombinasi nada-nada harmonik dan non-harmonik. Nada-nada harmonik jelas ada pada akord. Tiga di antara nada-nada non-harmonik yang sudah Anda pelajari mencakup nada samping/ampiran, nada tetangga, dan &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt;. Nada yang ditangguhkan membentuk interval kedua dengan nada di kiri-kanannya kalau ia disiapkan tapi membentuk interval kedua hanya dengan nada di kanannya kalau ia tidak disiapkan. Interval kedua ini bisa kecil (minor), seperti 4-3 atau 1-7, dan bisa besar (mayor), seperti 7-6 dan 9-8.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dua lagu rakyat Papua yang memakai tangganada diatonik mayor bisa memperjelas nada-nada ampiran dan tetangga. Yang pertama, &lt;em&gt;Tidurlah Anakku;&lt;/em&gt; dan yang kedua, &lt;em&gt;Gara-Gara Janda Muda. &lt;/em&gt;Saya menambahkan kunci dan progresi akordnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPlnM5tRI/AAAAAAAAAZI/F8jwPbM8Rjg/Lagubuaianmanokwari6.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="Lagu buaian manokwari" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPmk8bVKI/AAAAAAAAAZM/-WFAkgY2xpU/Lagubuaianmanokwari_thumb4.jpg" width="452" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada tiga nada non-harmonik yang ditandai anak panah. Semuanya menjadi bagian dari pasangan not yang dipakai pada ketukan ringan. Tapi semuanya mendapat tekanan sumatif yang agak berat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jenis nada non-harmonik apakah yang dibentuknya? Nada fa (F) dalam birama kedua, bukan nada akord C, adalah nada samping menurun karena diapit oleh pasangan nada sol (G) dan mi (E) yang membentuk interval ketiga bawah. Nada mi (E), bukan nada akord G, membentuk juga nada ampiran menurun karena ada di antara nada fa dan re yang membentuk interval ketiga bawah juga. Nada mi yang terakhir adalah juga nada samping dan diapit oleh pasangan not fa dan re, suatu interval ketiga bawah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPoAb3KuI/AAAAAAAAAZQ/SuXbjyyzw7w/garagarajandamuda21.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="291" alt="gara-gara janda muda" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPpiGM3YI/AAAAAAAAAZU/Wgq-0bBUN_0/garagarajandamuda_thumb19.jpg" width="451" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lagu rakyat Papua yang memakai tangganada diatonik mayor ini terkenal dalam tarian rakyat &lt;em&gt;yosim-pancar&lt;/em&gt; (yospan) Papua tahun 1970-an. Dibanding nyanyian nina bobok tadi, nyanyian rakyat kedua berisi lebih banyak nada-nada non-harmonik, ditandai anak panah.&amp;#160; Rinciannya demikian:&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;   &lt;table cellspacing="0" cellpadding="2" width="449" align="center" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="75"&gt;&lt;em&gt;Birama&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="85"&gt;&lt;em&gt;Nama nada&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="113"&gt;&lt;em&gt;Jenis nada non-harmonik&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="174"&gt;&lt;em&gt;Keterangan&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="76"&gt;1, 2&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="85"&gt;re (A), fa (C)&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="113"&gt;Nada tetangga bawah (mi-re-mi)&amp;#160; dan atas (mi-fa-mi).&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="174"&gt;Nada mi kedua dalam urutan mi-fa-mi adalah nada pertama dalam birama kedua; kedua nada mendapat tekanan sumatif yang ringan.&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="77"&gt;3, 4&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="85"&gt;re&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="113"&gt;Re pertama membentuk nada tetangga bawah (re-do-re); re kedua membentuk nada samping atas (re-do-si).&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="174"&gt;Nada si dalam urutan re-do-si adalah nada pertama dalam birama keempat; kedua nada re mendapat tekanan sumatif yang agak berat.&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="78"&gt;5, 6&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="85"&gt;do (G), mi (B)&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="113"&gt;Nada do membentuk nada tetangga bawah (re-do-re) sementara nada mi membentuk nada tetangga atas (re-mi-re).&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="174"&gt;Nada re kedua dari urutan re-mi-re adalah nada pertama dalam birama keenam; masing-masing nada mendapat tekanan sumatif yang ringan.&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="78"&gt;7&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="86"&gt;mi&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="113"&gt;Nada mi pertama membentuk nada samping menurun (fa-mi-re) sementara nada mi kedua membentuk nada tetangga bawah (mi-re-mi).&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="174"&gt;Kedua nada mi mendapat tekanan sumatif yang agak berat.&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesudah memahami pemakaian nada-nada samping dan tetangga sebagai bagian dari nada-nada non-harmonik, Anda perlu memahami lebih baik pemakaian nada-nada yang ditangguhkan pada lagu-lagu lain. Karena tidak seluruh lagu berisi nada-nada yang ditangguhkan, Anda akan memelajarinya melalui penggalan-penggalan melodik tertentu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPr3MNqhI/AAAAAAAAAZY/qJs9syzls-s/Contohsuspension6.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="304" alt="Contoh suspension" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPuCErv_I/AAAAAAAAAZc/T4KiArczAWA/Contohsuspension_thumb4.jpg" width="449" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kedua potongan melodik tadi dikutip dari &lt;em&gt;Rayuan Pulau Kelapa,&lt;/em&gt; suatu lagu nasional Indonesia, dan &lt;em&gt;Dalam Dunia yang G'lap,&lt;/em&gt; suatu nyanyian jemaat Kristen. Nada-nada yang ditangguhkan ditunjukkan oleh tanda panah. Baik kunci maupun progresi akordnya saya tambahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Frasa melodik pertama berisi dua nada &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; yang tidak disiapkan, yaitu, la (A) dan re (D), pada ketukan berat. Kedua nada ini diikuti oleh not akord, masing-masing pada ketukan kedua sebagai ketukan ringan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Potongan melodik kedua adalah refrein dari nyanyian gereja tadi. Semua nadanya yang ditangguhkan adalah &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; yang disiapkan dan dipakai pada ketukan berat. Nada-nada yang ditangguhkan ini lalu diikuti not-not akord yang tenang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesudah penjelasan tentang nada-nada non-harmonik, Anda sudah siap untuk menentukan dengan lebih mudah akord-akord dan progresi akord suatu lagu. Anda tidak akan dibingungkan oleh nada-nada sisipan yang adalah nada-nada non-harmonik. Pelajaran berikut akan menuntun Anda untuk mempermudah penetapan akord dan progresi akord Anda.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-2488916613493331482?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/2488916613493331482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=2488916613493331482&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/2488916613493331482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/2488916613493331482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/08/13-nada-nada-non-harmonik.html' title='13. Nada-Nada Non-harmonik'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SLkPO9WdUMI/AAAAAAAAAX0/cIYqepn7JtE/s72-c/Notsamping1_thumb6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-1993584717787141267</id><published>2008-08-18T23:20:00.001+07:00</published><updated>2008-08-18T23:20:55.916+07:00</updated><title type='text'>12. Aksentuasi Metrik, Ritmik, dan Sumatif</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dari penjelasan tentang aksentuasi metrik dan ritmik untuk jenis birama 2/4, Anda tidak akan sulit memahami tekanan berat dan ringan untuk jenis birama 4/4. Ia pada dasarnya adalah gabungan jenis birama 2/4. Sesudah memahami aturan aksentuasi untuk jenis birama 4/4, Anda perlu juga memahami aturan untuk jenis birama 3/4. Jenis birama ini tidak mengikuti pola aksentuasi yang sama dengan kedua jenis birama lainnya. Ketiga jenis birama ini sering dipakai untuk menciptakan jutaan lagu, dengan jenis birama 4/4 sebagai yang paling banyak dipakai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi dalam pelajaran lalu, Anda hanya mengenal dua macam aksentuasi: aksentuasi metrik dan ritmik. Sebenarnya, ada tiga macam aksentuasi dalam musik. Dua sudah dijelaskan dan akan diperjelas dalam pelajaran ini. Yang ketiga disebut &lt;em&gt;aksentuasi&lt;/em&gt; &lt;em&gt;sumatif, &lt;/em&gt;secara sederhana berarti tekanan berat-ringan yang meringkaskan kedua jenis aksentuasi lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aksentuasi Jenis Brama 4/4&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk melodi 4/4, tekanan metriknya menggandakan tekanan berat dan ringan yang berlaku untuk lagu 2/4. Hanya ketukan pertama untuk lagu 4/4 mendapat tekanan berat utama dan ketukan ketiga mendapat tekanan relatif berat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berbagai penggalan melodik 4/4 berikut - ditandai garis ganda -memperjelas aturan dasar ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmg7yTUNDI/AAAAAAAAAWQ/gAKP_mzuCak/Tekananmetrikjenisbiramaempatempat4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="184" alt="Tekanan metrik jenis birama empat-empat" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmg9XIPRLI/AAAAAAAAAWU/ivTZMsNOtnE/Tekananmetrikjenisbiramaempatempat_t.jpg" width="473" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tekanan metrik yang berat untuk birama pertama, ketiga, dan keempat jatuh pada ketukan pertama sementara tekanan metrik yang relatif berat pada ketukan ketiga.&amp;#160; Tanda &amp;gt; dengan satu titik di atasnya dipakai untuk tekanan metrik yang berat dan yang tanpa titik dipakai untuk tekanan metrik yang relatif berat. Tanda - dipakai untuk tekanan metrik yang ringan.Ketukan kedua dan keempat mendapat tekanan ringan. Penggalan melodik kedua dalam birama kedua dan ketiga diawali suatu ketukan &amp;quot;gantung&amp;quot;, yaitu, ketukan keempat yang mendapat tekanan metrik yang ringan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penggalan melodik keempat (birama kelima dan keenam), kelima (birama ketujuh dan kedelapan), dan keenam (birama kesembilan dan kesepuluh) menunjukkan sinkopasi. Setiap ketukan pertama yang mendapat tekanan metrik yang berat dalam birama keenam, kedelapan, dan kesepuluh bergeser ke kiri pada ketukan ringan&amp;#160; (ketukan keempat birama kelima), ketukan ringan dan relatif berat (ketukan kedua-keempat birama ketujuh), dan ketukan relatif berat dan ringan (ketukan ketiga-keempat birama kesembilan).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana tentang aksentuasi ritmik melodi jenis birama 4/4? Aturan dasar tekanan ritmik yang berat dan ringan yang berlaku untuk lagu 2/4 berlaku juga untuk lagu jenis birama 4/4. Hanya saja Anda perlu menggandakan aksentuasi ritmik 2/4 untuk 4/4, demikian:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmg-_y2F_I/AAAAAAAAAWY/nwJu6bbjIqQ/Tekananritmikjenisbiramaempatempat4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="164" alt="Tekanan ritmik jenis birama empat-empat" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhAtKeofI/AAAAAAAAAWc/rOeFJ2vN66Q/Tekananritmikjenisbiramaempatempat_t.jpg" width="468" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada dasarnya, tekanan ritmik yang berat, relatif berat, dan ringan Anda amati dalam setiap birama. Tapi di sana-sini, Anda memerhatikan beberapa penyesuaian aksentuasi ritmik. Penyesuaian ini disebabkan oleh kombinasi not dan tanda diam dari berbagai nilai, sinkopasi, dan triul pendek; kombinasi ini membentuk berbagai pola ritme. Pergeseran tekanan berat ke tekanan ringan terjadi pada sinkopasi (birama ketujuh dan kesembilan). Semua not paling kiri pada ketukan kedua dan keempat diberi tekanan metrik relatif berat. Sementara itu, semua pecahan not yang memakai tanda &amp;amp; yang Anda ucapkan sebagai&lt;em&gt; and&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;dan &lt;/em&gt;adalah tekanan metrik yang ringan. Pada kasus triul, not kedua dan ketiga yang Anda ucapkan sebagai &lt;em&gt;e a &lt;/em&gt;dalam bahasa Inggris adalah juga tekanan metrik yang ringan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aksentuasi Sumatif Jenis Birama 4/4&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sudah dijelaskan bahwa aksentuasi metrik dan ritmik bisa terjadi serentak kalau setiap ketukan atau not sama nilainya dengan ketukan atau not lain dalam satu birama 2/4. Setiap not yang bernilai seperempat pas dengan setiap ketukan dalam jenis birama ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aturan yang sama berlaku juga untuk jenis birama 4/4. Tentu jumlah tekanan berat dan ringan birama 2/4 harus digandakan supaya pas untuk jenis birama 4/4.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi pola aksentuasi dari suatu ritme musikal tertentu tidak saja mencerminkan aksentuasi metrik dan ritmik yang terjadi bersama-sama. Pola ini mencerminkan juga pola tekanan yang terjadi karena divisi (pembagian atau pecahan) not yang lebih besar nilainya (seperti satu not bernilai seperempat) menjadi lebih kecil (seperti dua not yang masing-masing bernilai seperdelapan) dan juga subdivisi not ini menjadi pecahan dengan nilai yang lebih kecil (seperti empat not yang masing-masing bernilai seperenam belas untuk satu not bernilai seperempat).Gabungan pola aksentuasi metrik yang terjadi bersamaan dengan pola aksentuasi ritmik dan pola aksentuasi yang timbul dari divisi dan subdivisi ritme sebelumnya disebut &lt;em&gt;aksentuasi sumatif&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk mempermudah pemahaman Anda, aksentuasi sumatif dalam pelajaran ini dibatasi pada jenis birama 4/4. Simaklah tekanan berat, ringan, dan relatif berat dari aksentuasi sumatif berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhBc1ZAvI/AAAAAAAAAWg/Yt-owwpKSiU/Aksentuasisumatifempatempat4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="201" alt="Aksentuasi sumatif empat-empat" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhCFY5pFI/AAAAAAAAAWk/4kAU-by2a7g/Aksentuasisumatifempatempat_thumb2.jpg" width="468" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Catatan:&lt;em&gt; R=Tekanan Ritmik; M=Tekanan Metrik; K=Ketukan; dan S=Tekanan Sumatif&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tekanan metrik selalu punya suatu akibat sumatif pada tingkat pecahan atau subdivisi apa pun pada ketukan yang berlaku. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam birama 4/4 yang berisi ritme triul pendek, pola-pola aksentuasi saling bekerja sama secara sumatif. Untuk memahami pernyataan ini, tekanan metrik yang berat dan ringan dalam satu birama yang mencakup empat ketukan kita tandai dengan empat not yang masing-masing bernilai seperempat. Tekanan berat, ringan, dan relatif berat berlaku pada keempat ketukan ini. Setiap ketukan atau not itu lalu kita pecahkan menjadi tiga not yang masing-masing bernilai seperdelapan dan dipersatukan oleh satu garis lurus, satu bendera, menjadi satu triul pendek. Ini berarti ada empat triul pendek dalam satu birama; setiap triul terdiri dari tiga not dan mengalami tekanan berat dan ringan. Jumlah triul ini pun sama pada tekanan sumatif yang berat dan ringan dalam birama yang sama. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhDjokcAI/AAAAAAAAAWo/Jaby_yMKfP0/Kerjasamasumatif4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="168" alt="Kerja sama sumatif" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhFi9DNxI/AAAAAAAAAWs/mmgHaW7Unz8/Kerjasamasumatif_thumb2.jpg" width="462" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Catatan: &lt;em&gt;TM=Tekanan Metrik; TD=Tekanan Divisional atau Subdivisional; dan TS=Tekanan Sumatif&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan berbagai contoh tadi, kita akan memasukkan kata-kata pada penggalan-penggalan melodik tertentu. Kata-kata itu harus membentuk prosodi - keselarasan antara aksentuasi ritmik suku kata, aksentuasi ritmik melodi, dan aksentuasi sumatif. Untuk itu, saya akan menggunakan potongan-potongan nyanyian pop berbahasa Inggris tertentu sebagai contoh penjelasan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhGXZa1FI/AAAAAAAAAWw/GqZFB_hQ2ko/Thehawaiianweddingsongpenggalan4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="193" alt="The hawaiian wedding song penggalan" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhHyc0K-I/AAAAAAAAAW0/JOwYTOSVPfY/Thehawaiianweddingsongpenggalan_thum.jpg" width="461" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tiga penggalan melodik dari &lt;em&gt;The Hawaiian Wedding Song&lt;/em&gt; yang dipopulerkan ke seluruh dunia oleh Elvis Presley menunjukkan prosodi yang sempurna. Ada keselarasan antara tekanan suku kata, kata bersuku kata tunggal, dan tekanan ritmik pada potongan melodik. Tekanan suku kata penggalan syair tadi dicetak dengan huruf tebal demikian: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;This&lt;/strong&gt; is the &lt;strong&gt;mo&lt;/strong&gt;-ment./ &lt;strong&gt;I&lt;/strong&gt; will &lt;strong&gt;love&lt;/strong&gt; you&lt;strong&gt; long&lt;/strong&gt;-er&lt;strong&gt; than&lt;/strong&gt; for-&lt;strong&gt;ev&lt;/strong&gt;-er./ &lt;strong&gt;Now&lt;/strong&gt; that &lt;strong&gt;we&lt;/strong&gt; are &lt;strong&gt;one.&lt;/strong&gt;/&amp;#160; &lt;/em&gt;Untuk merasakan ritmenya, bacalah semua suku kata atau kata bersuku kata tunggal yang dicetak dengan huruf tebal dengan suara yang lebih nyaring daripada suku kata atau kata bersuku kata tunggal yang mendapat tekanan ringan. Ritme melodik yang dibentuk oleh rangkaian not dengan berbagai nilai menunjang tekanan berat dan ringan kata-katanya secara serasi sekali. Kata bersuku kata tunggal &lt;strong&gt;&lt;em&gt;one&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; mendapat tekanan berat karena pecahan not ringan pada ketukan keempat dalam birama kelima menjadi berat oleh sinkopasi, pergeseran tekanan berat dari not terakhir dalam birama keenam ke not ringan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Satu contoh lagi tentang prosodi yang benar diambil dari&amp;#160; suatu lagu kebangsaan Indonesia, &lt;em&gt;Maju Tak Gentar,&lt;/em&gt; ciptaan Cornel Simanjuntak. Ini barangkali salah satu dari sedikit lagu kebangsaan Indonesia yang menunjukkan keserasian yang sempurna antara tekanan ritmik pada melodi dan kata-katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhI3w5GUI/AAAAAAAAAW4/_P5HwxRvZWs/Majutakgentarprosodi6.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="211" alt="Maju tak gentar prosodi" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhJkSvZbI/AAAAAAAAAW8/XiI4-XsggVA/Majutakgentarprosodi_thumb4.jpg" width="464" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk merasakan ritme syair lagu ini dan keselarasannya dengan ritme melodik, bacalah suku kata dan kata bersuku kata tunggal yang dicetak dengan huruf tebal lebih nyaring daripada yang mendapat tekanan ringan (tidak dicetak dengan huruf tebal). &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ma&lt;/strong&gt;-ju &lt;strong&gt;tak&lt;/strong&gt; gen-&lt;strong&gt;tar&lt;/strong&gt; mem-&lt;strong&gt;be&lt;/strong&gt;-la &lt;strong&gt;yang&lt;/strong&gt; be-&lt;strong&gt;nar&lt;/strong&gt;./&lt;strong&gt;Ber&lt;/strong&gt;-ge-&lt;strong&gt;rak&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;ber&lt;/strong&gt;-ge-&lt;strong&gt;rak se&lt;/strong&gt;-ren-&lt;strong&gt;tak&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;se&lt;/strong&gt;-ren-&lt;strong&gt;tak&lt;/strong&gt;,/ &lt;strong&gt;me&lt;/strong&gt;-ner-&lt;strong&gt;kam&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;me&lt;/strong&gt;-ner-&lt;strong&gt;jang&lt;/strong&gt; ter-&lt;strong&gt;jang&lt;/strong&gt;./ &lt;/em&gt;Perpaduan ritme syair dengan ritme melodik membentuk suatu prosodi yang sempurna, yang jarang ada dalam lagu-lagu ciptaan komponis Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aksentuasi dalam Birama 3/4&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu lagu yang memakai jenis birama 3/4 pada dasarnya dikendalikan oleh tekanan berat dan ringan secara metrik, ritmik, dan sumatif. Akan tetapi, pola distribusi aksentuasinya agak berbeda dengan yang sudah Anda pelajari pada aksentuasi dalam jenis birama 2/4 dan 4/4. Polanya demikian:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhLUUmTlI/AAAAAAAAAXA/5gxKosAkvhY/Aksentuasibiramatigaempat4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="169" alt="Aksentuasi birama tiga-empat" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhMeMp-0I/AAAAAAAAAXE/rVcitktfniQ/Aksentuasibiramatigaempat_thumb2.jpg" width="470" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Birama ketiga menunjukkan dengan jelas ciri khas melodi berjenis birama 3/4. Ketukan pertama mendapat tekanan metrik dan ritmik yang berat. Ketukan kedua dan ketiga masing-masing mendapat ketukan metrik dan ritmik yang ringan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa contoh penggalan nyanyian dalam bahasa Inggris dan Indonesia akan memperjelas tekanan metrik, ritmik, dan sumatif jenis birama 3/4.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhNkOHoFI/AAAAAAAAAXI/SF91rQCLcIY/Contohaksentuasitigaempat4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="192" alt="Contoh aksentuasi tiga-empat" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhOZgC46I/AAAAAAAAAXM/8FsdTxBtrZs/Contohaksentuasitigaempat_thumb2.jpg" width="462" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kutipan syair bahasa Inggris berasal dari lagu &lt;em&gt;Edelweiss&lt;/em&gt; yang terkenal dalam film &lt;em&gt;The Sound of Music. &lt;/em&gt;Tekanan suku kata dan katanya selaras dengan tekanan ritmik pada penggalan melodiknya. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Blos&lt;/strong&gt;-soms of &lt;strong&gt;snow&lt;/strong&gt;, may you &lt;strong&gt;bloom&lt;/strong&gt; and &lt;strong&gt;grow&lt;/strong&gt;. &lt;/em&gt;Tapi penggalan syair suatu lagu rakyat dari Teluk Wondama, Papua, berjudul &lt;em&gt;Kuri-Pasai&lt;/em&gt; hampir seluruhnya membentuk prosodi dengan tekanan ritmik penggalan melodiknya. Kata yang suku katanya bertabrakan dengan tekanan ritmik pada melodinya adalah &lt;em&gt;-si&lt;/em&gt; dari kata &lt;em&gt;pesisir. &lt;/em&gt;Sesuai aturan ujaran bahasa Indonesia, suku kata kedua diucapkan paling nyaring dari kedua suku kata yang lain; jadi, &lt;em&gt;pe-&lt;strong&gt;si&lt;/strong&gt;-sir.&lt;/em&gt; Tapi kalau kata ini Anda baca sesuai tekanan ritmik melodinya, Anda menghasilkan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;pe&lt;/strong&gt;-si-&lt;strong&gt;sir&lt;/strong&gt;, &lt;/em&gt;suatu penekanan yang keliru. Kata-kata selebihnya selaras dengan penggalan melodiknya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Empat Langkah untuk Memahami Prosodi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk pemahaman lanjutan Anda tentang prosodi dalam musik modern, ada beberapa langkah yang bisa Anda tempuh. Pertama, pelajarilah lagu atau nyanyian yang prosodinya betul. &lt;em&gt;Maju Tak Gentar&lt;/em&gt; karya Cornel Simanjuntak, nyanyian-nyanyian gereja dalam &lt;em&gt;Kidung Jemaat&lt;/em&gt; dan Mazm&lt;em&gt;ur dan Nyanyian Rohani&lt;/em&gt;, partitur-partitur asli -yang jiiplakan bisa mengabaikan prosodi - terbitan luar negeri yang berisi bermacam-macam lagu berbahasa Inggris, dan rekaman-rekaman nyanyian populer dalam bahasa Inggris yang dinyanyikan penyanyi asli - bukan peniru dari Indonesia karena mereka bisa membuat variasi yang mengabaikan prosodi - adalah beberapa sumber yang bisa Anda pakai. Kedua, berhati-hatilah terhadap nyanyian-nyanyian berbahasa Inggris ciptaan orang Indonesia. Banyak yang tidak memahami prosodi dan menghasilkan syair bahasa Inggris yang selain tidak lazim dan kedengaran aneh dari segi ritme bahasa mengabaikan juga prosodi (karena penciptanya tidak mengerti apa itu prosodi). Ketiga, berlatihlah membuat syair untuk melodi yang sudah ada. Ini suatu langkah sederhana bagi Anda untuk mempraktekkan prosodi yang betul. Keempat, kalau Anda seorang pencipta lagu dan syair, berlatihlah membuat syair yang selaras tekanannya dengan tekanan melodik. Dengan berlatih demikian, Anda akan memperdalam pemahaman dan penguasaanmu tentang prosodi dalam musik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesudah memahami aksentuasi metrik, ritmik, dan sumatif berturut-turut melalui bab 11, Anda sudah dipermudah untuk memahami nada-nada non-harmonik. Bab berikut akan membahasnya lebih jauh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 1&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tandailah not-not dari potongan melodi berikut dengan tekanan metrik yang berat, ringan, dan/atau relatif berat. Ikutilah contoh pada birama pertama. Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhQnoDUiI/AAAAAAAAAXQ/y2S5dv1mWPg/Latihansatuduabelas6.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="203" alt="Latihan satu duabelas" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhSFU219I/AAAAAAAAAXU/B9vsqn2VCmk/Latihansatuduabelas_thumb4.jpg" width="469" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 2&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tandailah not-not dari potongan melodi Latihan 1 dengan tekanan ritmik yang berat, ringan, dan/atau relatif berat. Ikutilah contoh pada birama pertama. Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhS0diI2I/AAAAAAAAAXY/3P5GRuF-SWo/Latihanduaduabelas5.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="249" alt="Latihan dua duabelas" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhT-VJeOI/AAAAAAAAAXc/xwu43D-f-eY/Latihanduaduabelas_thumb3.jpg" width="455" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 3&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Latihan berikut terdiri dari potongan satu lagu pop AS, &lt;em&gt;My Way,&lt;/em&gt; satu lagu pop Indonesia, &lt;em&gt;Kemesraan Ini&lt;/em&gt;, satu lagu rakyat Papua, &lt;em&gt;Selamat Jalan,&lt;/em&gt; dan satu lagu ciptaan saya, &lt;em&gt;Nona Rina.&lt;/em&gt; Nyanyikanlah setiap potongan ini, kemudian tentukanlah tekanan ritmik yang berat, relatif berat, dan ringan dari penggalan melodik dan liriknya. Ada penggalan melodik yang prosodinya kurang bagus; Anda perlu mengidentifikasi konflik antara tekanan suku kata dan tekanan melodik di dalamnya. Ada juga penggalan melodik yang prosodinya sempurna.Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhV9LWlTI/AAAAAAAAAXg/cmbDdiHtu5g/Latihantigaduabelas7.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="334" alt="Latihan tiga duabelas" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhWwLi8wI/AAAAAAAAAXk/wArpuByFeBA/Latihantigaduabelas_thumb5.jpg" width="465" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 4&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ciptakanlah lagumu sendiri yang memakai jenis birama 2/4, 3/4, atau 4/4. Pastikanlah bahwa ada prosodi atau keselarasan antara tekanan suku kata dan melodik dalam lagu ciptaanmu. Kalau Anda ragu tentang prosodi itu dan membutuhkan bantuan saya, Anda bisa mengirimkannya pada saya melalui alamat e-mail saya: &lt;a href="mailto:seba.woseba@gmail.com"&gt;seba.woseba@gmail.com&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jawaban yang Betul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 1: Teruskanlah setiap contoh dan pastikanlah tanda-tanda itu diberikan tepat di bawah setiap ketukan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 2&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhXyM84wI/AAAAAAAAAXo/I7FGGY3WKcw/Latihanduaduabelasjawaban4.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="241" alt="Latihan dua duabelas jawaban" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmhZng-a1I/AAAAAAAAAXs/dKeScEu4PLQ/Latihanduaduabelasjawaban_thumb2.jpg" width="448" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;em&gt;LATIHAN 3&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;My Way&lt;/u&gt;: &lt;em&gt;Keselarasannnya dengan frasa melodiknya betul. Tekanan kata dan suku kata yang berpadu dengan tekanan&amp;#160; ritmik dan sumatif yang berat-ringan-relatif berat dari melodi demikian: I &lt;strong&gt;faced&lt;/strong&gt; it &lt;strong&gt;all&lt;/strong&gt; and &lt;strong&gt;I&lt;/strong&gt; stood &lt;strong&gt;tall&lt;/strong&gt; and &lt;strong&gt;did&lt;/strong&gt; it &lt;strong&gt;my way.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Kemesraan Ini&lt;/u&gt;: &lt;em&gt;Ada konflik prosodik pada potongan nyanyian ini. Frasa kalimat yang dibaca sesuai dengan tekanan melodiknya menghasilkan tekanan suku kata yang berlawanan dengan tekanan lazim dalam bahasa Indonesia lisan masa kini. Konflik prosodiknya terdapat pada kata Ke-&lt;strong&gt;mes&lt;/strong&gt;-ra-&lt;strong&gt;an&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;ce&lt;/strong&gt;-pat, &lt;strong&gt;ber&lt;/strong&gt;-la-&lt;strong&gt;lu.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;u&gt;Selamat Jalan&lt;/u&gt;: &lt;em&gt;Frasa nyanyian ini pun berisi konflik prosodik pada kata-kata berikut yang tekanan suku katanya bertabrakan dengan tekanan melodik: Sa-&lt;strong&gt;tu&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;ber&lt;/strong&gt;-la&lt;strong&gt;-buh&lt;/strong&gt;, Ma-&lt;strong&gt;no&lt;/strong&gt;-kwa-&lt;strong&gt;ri&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Nona Rina&lt;/u&gt;: &lt;em&gt;Tidak ada konflik prosodik. Tekanan suku kata dan tekanan melodik bekerja sama secara sempurna: Oh, &lt;strong&gt;No&lt;/strong&gt;-na &lt;strong&gt;Ri&lt;/strong&gt;-na, &lt;strong&gt;Ri&lt;/strong&gt;-na, &lt;strong&gt;Ri&lt;/strong&gt;-na sa-&lt;strong&gt;yang&lt;/strong&gt;-ku. Se-&lt;strong&gt;pu&lt;/strong&gt;-tih &lt;strong&gt;sal&lt;/strong&gt;-ju &lt;strong&gt;gi&lt;/strong&gt;-gi-&lt;strong&gt;mu&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-1993584717787141267?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/1993584717787141267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=1993584717787141267&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/1993584717787141267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/1993584717787141267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/08/12-aksentuasi-metrik-ritmik-dan-sumatif.html' title='12. Aksentuasi Metrik, Ritmik, dan Sumatif'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SKmg9XIPRLI/AAAAAAAAAWU/ivTZMsNOtnE/s72-c/Tekananmetrikjenisbiramaempatempat_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-7182197309198359678</id><published>2008-08-07T22:39:00.004+07:00</published><updated>2008-08-08T14:18:22.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aksentuasi metrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosodi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aksentuasi ritmik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinkopasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contre temps'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aksentuasi'/><title type='text'>11. Aksentuasi Metrik dan Ritmik</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sejauh ini, hampir semua lagu yang Anda iringi memakai not-not akord, disebut juga not-not harmonik. Nada-nada yang Anda hasilkan berasal dari jenis akord yang Anda pakai untuk mengiringi lagu. Kalau Anda, misalnya, memainkan akord C dalam tangganada diatonik mayor C untuk menghasilkan suatu rangkaian nada melodik, Anda akan membunyikan dari yang paling rendah ke yang paling tinggi not C-E-G-C-E (do-mi-sol-do-mi). Inti akord ini ada pada triadnya, C-E-G; perulangan not C dan E memperluasnya menjadi akord C. Entah sebagai triad atau sebagai akord, not dasar atau not bas susunan harmonik ini tetap C. Rangkaian not ini bisa Anda pakai untuk menciptakan suatu lagu dengan berbagai nilai not dan pola irama. Tapi apa pun lagu yang Anda ciptakan dan iringi, lagu itu tetap menghasilkan nada-nada harmonik, nada-nada dari akord C.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesungguhnya, melodi tidak dibentuk melulu dari nada-nada harmonik. Dalam prakteknya, melodi adalah campuran dari nada-nada harmonik dan nada-nada lain yang disebut &lt;em&gt;nada-nada non-harmonik.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nada-Nada Non-harmonik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apa itu nada-nada non-harmonik? Itulah nada-nada di luar susunan akord yang Anda pakai untuk mengiringi suatu lagu tapi yang Anda pakai sebagai variasi nada-nada harmonik dalam suatu melodi. Dengan kata lain, nada-nada non-harmonik Anda pakai sebagai sisipan di antara nada-nada harmonik dari suatu melodi, suatu gerak rangkaian nada secara "linear" atau "horisontal". (Dalam arti ketat, melodi tidak bergerak secara linear atau horisontal dalam arti lurus atau datar ke depan; melodi bisa bergerak lurus ke depan - biasanya, sebagai frasa - dan bisa juga naik-turun atau menjadi campuran kedua macam gerak ini.) Jelaslah bahwa nada-nada non-harmonik bukanlah bagian dari akord melainkan bagian dari melodi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anda akan memelajari tiga dari beberapa jenis nada non-harmonik yang lazim dipakai dan secara praktis lebih mudah dipelajari melalui not-notnya. Ketiga-tiganya adalah &lt;em&gt;not-not samping&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;ampiran&lt;/em&gt; - disebut &lt;em&gt;passing notes&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris; &lt;em&gt;not-not tetangga&lt;/em&gt; - disebut &lt;em&gt;neighboring notes &lt;/em&gt;dalam bahasa Inggris; dan &lt;em&gt;not-not yang dit&lt;/em&gt;unda - disebut &lt;em&gt;suspension&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akan tetapi, pemahaman Anda tentang ketiga jenis nada non-harmonik tadi boleh jadi akan sulit kalau Anda belum memahami dasar-dasar tekanan berat dan ringan pada suatu melodi. Aksentuasi melodik ini dibentuk oleh rangkaian not dan tanda-diam yang dipakai dari melodi. Nada-nada harmonik dan non-harmonik berkaitan erat dengan tekanan melodik. Karena itu, pemahamanmu tentang nada-nada non-harmonik ditunda dulu sampai dengan Anda memahami dengan tepat atiuran-aturan dasar tentang tekanan melodik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aksentuasi musikal menyangkut dua unsur musik Barat yang saling berkaitan: matra dan irama. Kedua unsur ini sudah dijelaskan pada bab 1, &lt;em&gt;ABC Musik Barat,&lt;/em&gt; dalam &lt;a href="http://musiketnikindo-papua.blogspot.com/"&gt;http://musiketnikindo-papua.blogspot.com/&lt;/a&gt; dan edisi revisinya dalam bahasa Inggris, &lt;em&gt;The ABC of Western Music,&lt;/em&gt; dalam &lt;a href="http://papuanethnicmusic.blogspot.com/"&gt;http://papuanethnicmusic.blogspot.com/&lt;/a&gt; yang bisa Anda akses pada &lt;em&gt;side bar&lt;/em&gt; blog ini. Tapi karena bersifat umum, penjelasan itu dibuat sedikit lebih rinci di sini. Tanpa pemahaman yang jelas tentang ciri-ciri kedua unsur ini, Anda bisa menjadi bingung dengan penjelasan lanjutan tentang aksentuasi musikal.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Matra dan Ritme&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Matra adalah suatu istilah yang dipakai dalam &lt;em&gt;prosodi. &lt;/em&gt;Ia mencakup hubungan antara ketukan yang mendapat tekanan berat dan yang mendapat tekanan ringan. Prosodi adalah pola bunyi dan irama dalam puisi; dalam musik, prosodi dalam arti sempit mengacu pada keserasian antara tekanan kata dan tekanan melodik. (Prosodi dalam arti luas akan diterangkan pada kesempatan lain.)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Matra lebih mudah dipahami melalui jenis birama, seperti 2/4 dan 4/4. Dalam penulisan ini, angka di kiri pecahan mengacu pada jumlah ketukan dalam satu birama; angka di sebelah kanan pecahan menunjukkan nilai not dasar dalam satu birama. Not yang mewakili pecahan di kanan (1/4) adalah not bernilai seperempat (&lt;span style="font-family:Maestro;"&gt;q&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;).Setiap not seperempat dalam birama 2/4, 3/4, 4/4, dan 6/4 sama nilainya dengan satu ketukan (&lt;em&gt;beat&lt;/em&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Setiap ketukan adalah pulsa atau denyutan yang membentuk matra. Denyutan jantungmu yang normal adalah matra alami. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tapi pulsa tidak punya tekanan berat atau ringan. Dokter yang memeriksa denyutan jantungmu yang normal tidak mendengarkan melalui stetoskopnya denyutan yang nyaring dan lembut berganti-gantian secara teratur. Pulsa atau denyutan mendapat tekanan berat atau ringan sesudah dikendalikan oleh jenis birama, seperti 2/4, 3/4, dan 4/4. Dalam musik pop modern, matra 4/4 diketahui paling jelas dari tabuhan drum bas suatu jenis musik disko: DUM DUM DUM DUM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh pulsa, ketukan, atau denyutan yang ditandai not seperempat:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:EngraverTextH;"&gt;q q q q q q&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh pulsa yang berubah menjadi matra:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SJvoCJgEDWI/AAAAAAAAAWI/vaFTkTE42v4/Pulsamatra12.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="101" alt="Pulsa-matra" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SJvoDGqXKrI/AAAAAAAAAWM/p33PTDaKQw0/Pulsamatra_thumb10.jpg" width="461" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tanda &amp;gt; menunjukkan tekanan berat pada not pertama setiap birama. Not lain dalam setiap birama mendapat tekanan ringan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi, apa itu matra pada intinya? Matra dalam musik adalah pengelompokan yang teratur dari ketukan-ketukan atau pulsa-pulsa dalam birama-birama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu kelompok pulsa dengan ukuran tertentu diberi tekanan berat dan ringan yang berulang secara teraturan. Ukuran itu disebut birama dan dibedakan menjadi berbagai jenis birama, seperti 2/4, 3/4, dan 4/4. Dalam contoh jenis birama 2/4 yang berkembang dari enam pulsa atau ketukan saja, setiap birama yang terdiri dari dua not yang masing-masing bernilai seperempat dan sama nilainya dengan dua ketukan dalam birama yang sama mendapat tekanan berat pada ketukan pertama dan ringan pada ketukan kedua. Ukuran setiap birama bisa Anda tahu dari waktu untuk menyelesaikan setiap birama; waktu ini ditentukan juga oleh kecepatan atau tempo lagu. Kalau satu birama Anda bisa mainkan dalam satu detik, maka ketiga birama tadi bisa Anda mainkan dalam tiga detik. Satu detik per birama atau tiga detik per tiga birama adalah ukuran dalam waktu yang Anda butuhkan untuk memainkan birama-birama tadi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Musik yang cenderung menekankan gerak tubuh punya matra yang kuat. Ini mencakup musik dan dansa populernya seperti rock 'n roll, jive, disko, chacha, wals, samba, salsa, dan dangdut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu, apa itu ritme? Ritme adalah pengelompokan ketukan ke dalam ketukan berat dan ringan, yang mencakup unsur pulsa atau ketukan, aksen, dan subdivisi. Dengan kata lain, ritme lebih berhubungan dengan aksentuasi dan durasi - lama-singkatnya atau panjang-pendeknya bunyi - not. Unsur pulsa sudah dijelaskan; karena itu, kita akan membahas lebih jauh kedua unsur lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Durasi dan subdivisi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam musik, aksen adalah tekanan berat-ringan pada irama. Irama diwujudkan oleh not dan pembagiannya ke dalam not-not yang bernilai lebih kecil. Pembagian macam inilah yang disebut "subdivisi" tadi. Nilai not bergantung juga pada jenis birama yang dipakai. Dalam jenis birama 2/4, misalnya, satu not berkepala putih ditahan selama dua ketukan, satu not berkepala hitam tanpa bendera ditahan selama satu ketukan, satu not berkepala hitam dengan satu bendera ditahan selama setengah ketukan, dan satu not berkepala hitam dengan dua bendera ditahan selama seperempat ketukan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsVQPpf27I/AAAAAAAAAVA/i0Kqr9B-5p0/Ritmesubdivisidurasi5.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="153" alt="Ritme subdivisi-durasi" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsVRmdgM0I/AAAAAAAAAVE/ZQqIJjsh2Fk/Ritmesubdivisidurasi_thumb3.jpg" width="475" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Potongan melodi 2/4 ini menunjukkan durasi dan subdivisi. Not paling kiri punya durasi paling panjang, yaitu, dua ketukan dalam satu birama. Sementara itu, satu not yang bernilai sepertiga puluh dalam birama terakhir berdurasi paling pendek. Untuk menyamai nilai total not berdurasi paling panjang, perlu delapan not yang masing-masing bernilai sepertiga puluh dua dalam birama keempat. Durasi setiap not seperempat (birama dua) dan seperdelapan (birama tiga) lebih singkat dari durasi not setengah (birama satu) tapi sedikit lebih panjang sesuai nilainya dari not sepertiga puluh dua dalam birama terakhir. Jumlah not dalam birama kedua dan ketiga setara nilainya dengan jumlah not dalam birama pertama. Angka Arab di bawah kata-kata menandai jumlah ketukan atau pulsa per birama. Ada dua ketukan per birama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aksentuasi metrik dan ritmik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana tentang aksentuasi? Baik matra maupun ritme mencakup aksentuasi, tekanan berat dan ringan; ritme juga mencakup durasi, seperti yang sudah dijelaskan. Karena masing-masing mencakup aksentuasi, maka kita membedakan antara &lt;em&gt;aksentuasi metrik&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;aksentuasi ritmik&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akesentuasi metrik menunjukkan perulangan yang teratur dari tekanan berat dan ringan dalam birama. Perulangan yang teratur ini bisa kita tahu dari hitungan satu-dua untuk birama 2/4, misalnya. Setiap ketukan yang kita hitung dalam satu birama bernilai seperempat. Menurut aturan baku ilmu musik Barat, tekanan metrik yang berat jatuh pada ketukan pertama sementara ketukan metrik yang ringan pada ketukan kedua dalam satu birama. Perulangan dengan pola aksentuasinya bersifat tetap selama suatu lagu ditampilkan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aksentuasi ritmik bertumpu pada aksentuasi metrik. Kedua-duanya sama dalam mengungkapkan tekanan berat dan ringan kalau not untuk irama dan matra bernilai sama dalam satu birama. Not yang nilainya sama dengan ketukan adalah not seperempat, seperti dalam lagu berjenis birama 2/4. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh penggalan melodik yang memakai jenis birama 2/4 berikut menunjukkan keselarasan tekanan metrik dan ritmik. Setiap not yang mewakili ritme adalah not yang bernilai seperempat, sama nilainya dengan setiap ketukan atau pulsa dalam setiap birama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Meskipun melibatkan aksentuasi, kedua istilah tadi berbeda makna juga. Karena istilah "tekanan metrik" berbeda arti juga dengan "tekanan ritmik", kita perlu memberi tanda-tanda aksentuasi yang berbeda untuk setiap jenis tekanan ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh berikut memperjelas tanda-tanda ini. Tanda tekanan berat dan ringan diatas not-not dikhususkan untuk tekanan ritmik. Tanda-tanda tekanan berat dan ringan di bawah not-not dikhususkan untuk tekanan metrik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsVVph_0vI/AAAAAAAAAVI/Wk1g88ocHNA/Aksentuasimetrikritmikduaempat4.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="105" alt="Aksentuasi metrik-ritmik dua-empat" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsVZxYrVSI/AAAAAAAAAVM/XEbK6hX7km4/Aksentuasimetrikritmikduaempat_thumb%5B1%5D.jpg" width="480" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apa jadinya kalau kata-kata kita tambahkan pada contoh tadi? Tekanan berat dan ringan suku kata akan sama dengan tekanan metrik dan ritmik? Dalam contoh tadi, benar. Asal suku kata yang diucapkan lebih nyaring ditempatkan di bawah not dengan tekanan berat dan suku kata yang diucapkan kurang nyaring di bawah not yang diberi tekanan ringan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsWfEqhx7I/AAAAAAAAAVQ/B6pHuyteATI/Keselarasanaksentuasitigadalamsatu4.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="156" alt="Keselarasan aksentuasi tigadalamsatu" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsWgBTJFAI/AAAAAAAAAVU/b1GiYhi5FzE/Keselarasanaksentuasitigadalamsatu_t.jpg" width="444" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akan tetapi, kata-kata lagu biasanya menjadi bagian dari tekanan ritmik dan durasi. Maklum, ada irama dalam kata-kata ketika kata-kata membentuk kalimat-kalimat dan suasana rasa yang diungkapkan kalimat-kalimat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika Anda merasa gembira, bergairah atau bersemangat, Anda cenderung berbicara dengan nada tinggi dan cepat. Kalau suasana ini Anda alihkan ke dalam bentuk lirik, Anda akan berusaha mengungkapkannya melalui irama pada melodinya, dengan memakai not-not yang bergerak cepat seperti not-not seperdelapan, seperenam belas, dan sepertiga puluh dua. Nada-nada melodinya cenderung tinggi juga. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika Anda ingin menekankan pesan yang penting atau serius, Anda mengucapkan kata-kata dengan suara yang tegas dan agak lambat sambil menekan suku kata kata-kata yang penting. Dalam bentuk lirik, irama melodi akan menjadi kokoh dan dengan not-not yang ditahan atau memakai teknik stakato, teknik menyanyikan atau membunyikan not secara singkat, tanpa ditahan (&lt;em&gt;sustained&lt;/em&gt;). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika Anda merasa sedih, murung, sayu, Anda cenderung berbicara dengan nada rendah dan lambat. Lirikmu yang mengungkapkan suasana hati ini akan melibatkan irama jenis lain - melalui rangkaian not yang ditahan dan tempo yang lambat, misalnya - pada melodinya. Anda cenderung memakai nada-nada minor dengan not-not yang ditahan dan rendah di akhir suatu frasa atau kalimat melodik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang Anda lakukan adalah mengutak-atik aksentuasi ritmik melalui berbagai kombinasi not untuk mengungkapkan berbagai suasana tadi. Tekanan berat dan ringan dari irama lagumu akan melibatkan juga durasi - panjang-pendeknya suku kata yang dinyanyikan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Masalah aksentuasi musikal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam tradisi musikal negara-negara berbahasa Inggris (seperti Inggris dan Amerika Serikat), ada kesatuan antara tekanan melodik dan syair lagu. Tekanan berat dan ringan dari suku kata yang dinyanyikan menyatu dengan tekanan berat dan ringan dari melodi yang mewadahi syairnya. Dalam artian tertentu, keselarasan macam ini disebut "prosodi".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rupanya kesatuan tekanan melodik dan syair dalam tradisi musikal tadi berkembang dari aksentuasi kata-kata yang kemudian dilagukan. Seorang pencipta mengucapkan suatu syair atau bagiannya secara spontan atau sengaja, barangkali berkali-kali, lalu timbullah suatu lagu yang menyatu dalam hal aksentuasi - tekanan berat dan ringan - antara melodi dan kata. Kemudian, ketika para musikus dan pencipta syair dalam tradisi musikal Inggris menjadi profesional melalui pendidikan khusus, tradisi tadi rupanya mereka kembangkan. Apa pun dugaan kita, nyanyian-nyanyian dalam bahasa Inggris menunjukkan kerjasama yang rapi dalam hal aksentuasi antara melodi dan syair. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tradisi musikal tentang aksentuasi pun bisa Anda amati dalam musik vokal berbagai bangsa Eropa lain. Tapi sejarah tentang berkembangnya aksentuasi musikal mereka barangkali berbeda atau malah sama dengan yang berkembang dalam tradisi musikal bangsa-bangsa Barat yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa induknya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana tentang keserasian aksentuasi musikal di Indonesia? Paling mudah Anda amati pada musik modern di Indonesia, musik yang mendapat pengaruh dari musik Barat modern (abad ke-20 dan awal abad ke-21), termasuk dari negara-negara berbahasa Inggris. Ternyata, banyak sekali yang menunjukkan konflik antara tekanan melodik dan tekanan kata. Karena masalah konflik aksentuasi ini sudah dijelaskan pada dua blog terkait lainnya, saya tidak akan mengulanginya di sini. Anda dipersilahkan membaca penjelasan tentang, misalnya, lagu &lt;em&gt;Burung Kakatua&lt;/em&gt; dalam &lt;a href="http://musiketnikindo-papua.blogspot.com/"&gt;http://musiketnikindo-papua.blogspot.com/&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://papuanethnicmusic.blogspot.com/"&gt;http://papuanethnicmusic.blogspot.com/&lt;/a&gt; di kiri atas &lt;em&gt;side bar&lt;/em&gt; blog ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau Anda ingin menjadi musikus profesional abad ke-21, Anda sebaiknya memahami dengan tepat aturan-aturan tentang aksentuasi dalam musik modern Barat. Musik modern kita berasal dari sana meskipun bunyinya barangkali tidak sama seratus persen. Wajarlah kalau aturan-aturannya, termasuk tentang aksentuasi, kita serap dan terapkan dengan tepat dalam musik modern ciptaan kita.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tekanan berat dan ringan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aturan tentang aksentuasi dalam musik Barat berkaitan dengan jenis matra yang dipakai untuk suatu melodi. Untuk mudahnya, saya akan menjelaskan tiga jenis birama yang lazim dalam musik modern dan aturan aksentuasi yang berlaku untuk setiap jenis birama. Ketiga jenis birama itu adalah 2/4, 3/4, dan 4/4. Untuk gampangnya, penjelasan dalam bab ini memakai jenis birama 2/4 sebagai contoh. Kedua jenis birama yang lain akan menyusul pada pembahasan berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada tahap awal, not dasar yang dipakai untuk menjelaskan aksentuasi adalah not bernilai seperempat. Satu not ini sejajar nilainya dengan satu ketukan. Kalau Anda memahami tahap ini dengan baik dan benar, Anda tidak akan kesulitan memahami tahap-tahap berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seperti yang sudah dijelaskan, lagu yang memakai jenis birama 2/4 melibatkan dua ketukan dalam satu birama. Not pada ketukan pertama mendapat tekanan berat, not pada ketukan kedua mendapat tekanan ringan. Kesatuan aksentuasi metrik dan ritmik dicapai ketika setiap ketukan dan setiap not dalam satu birama sama nilainya, yaitu bernilai seperempat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana aturan tentang aksentuasi metrik dan ritmik kalau salah satu not seperempat dalam satu birama tadi kita pecah menjadi dua, masing-masing bernilai seperdelapan, seperenam belas, atau sepertiga puluh dua dalam birama yang sama? Kalau tanda-diam dengan berbagai nilai kita tambahkan, aturan tentang aksentuasi metrik dan ritmik masih sama atau berbeda?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan yang bagus tapi agak rumit kalau dijawab semuanya. Untuk Anda sebagai pemula, pertanyaan-pertanyaan tadi lebih mudah dijelaskan melalui not-not dan tanda-diam yang nilainya antara setengah dan seperdelapan. Kalau dasar-dasar aksentuasi metrik dan ritmik dalam batas nilai-nilai ini Anda pahami dengan baik dan benar, Anda akan mudah memahami tekanan metrik dan ritmik dari not-not dan tanda-diam dengan nilai-nilai yang lebih kecil: seperenam belas dan sepertiga puluh dua.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk mempermudah bayanganmu tentang tekanan metrik, ingatlah tabuhan drum bas disko untuk birama 2/4: DUM DUM. Untuk menegaskan tekanan metrik pada ketukan pertama, kita ubah sedikit tingkat kenyaringan bunyi drum bas disko (tidak ada dalam disko sesungguhnya). Bunyi DUM pertama kita tabuh lebih nyaring dari bunyi DUM kedua. Rangkaian aksentuasi metrik dalam birama 2/4 - dan jenis birama lain yang akan dijelaskan - kita akan lambangkan melalui not bernilai seperempat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekarang, tentang aksentuasi ritmik untuk jenis birama 2/4. Beberapa contoh pola ritme berikut akan memperjelas aksentuasi ritmik dalam batas jenis birama ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsWlmfWDpI/AAAAAAAAAVY/L-QfcPvy8DQ/Aksentuasimetrikritmikduaempat14.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="216" alt="Aksentuasi metrik-ritmik duaempat" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsWm1ss_OI/AAAAAAAAAVc/9u7KPloSKpQ/Aksentuasimetrikritmikduaempat_thumb.jpg" width="444" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada contoh tadi, tekanan metrik ditandai oleh not-not rendah yang masing-masing bernilai seperempat kecuali not setengah yang mengakhiri lagu. Tekanan berat (&amp;gt;) pada ketukan pertama dan tekanan ringan (-) pada ketukan kedua dalam setiap birama berulang-ulang secara tetap dan berhenti dengan ketukan berat pada not terakhir. Not-not rendah tadi sekaligus membentuk suatu jalur bas yang sederhana dan juga teratur. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aturan umum tentang aksentuasi metrik dan ritmik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tekanan metrik yang bisa Anda amati pada potongan melodi di atas jalur bas tadi ternyata punya aturan tekanan berat dan ringan yang tampaknya berubah-ubah. Sebenarnya tidak. Tekanan ritmik ini pada dasarnya merinci tekanan berat-ringan secara metrik. Aturan umum yang berlaku demikian:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua not yang masing-masing bernilai seperempat dalam satu birama mendapat tekanan berat pada ketukan pertama dan relatif berat - bisa dipandang sebagai tekanan agak ringan - pada ketukan kedua. (Lihat contoh-contoh Aksentuasi metrik-ritmik 2/4 di atas.)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepasang not yang masing-masing bernilai seperdelapan dan dipakai pada ketukan metrik ringan mendapat tekanan ringan. (Lihat birama 1 dan 3 pada contoh di atas.) Untuk mempermudah penulisan kata berdasarkan tekanan berat-ringan suku kata, not kiri pasangan not yang dipakai pada ketukan ringan adakalanya diberi tekanan agak berat. Untuk jelaslah, lihatlah tanda (-) pada not pertama triul pendek dalam birama 6. Suku kata &lt;em&gt;-lam-&lt;/em&gt; dari kata &lt;em&gt;terlambat&lt;/em&gt; mempertegas tekanan ini.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Not bernilai seperdelapan yang didahului titik dan dipakai pada ketukan metrik ringan diberi tekanan ritmik yang ringan juga. Pelajarilah contoh dalam birama 2.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepasang not yang masing-masing bernilai seperdelapan dan dipakai pada ketukan metrik yang berat diberi tekanan berat pada not di kiri tapi tekanan ringan pada not di kanan pasangan itu. Lihat contoh dalam birama 3. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanda-diam dengan nilai apa pun tidak diberi tanda aksentuasi tapi diperhitungkan sebagai not yang tidak dibunyikan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu not seperdelapan yang didahului suatu tanda-diam dengan nilai yang sama dan ditempatkan pada ketukan metrik yang berat atau ringan mendapat tekanan metrik yang ringan. Contoh dalam birama 5 menunjukkan not seperdelapan yang didahului suatu tanda-diam yang sama nilainya ditempatkan pada ketukan metrik yang berat. Kalau bentuk not yang sama ditempatkan pada ketukan metrik yang ringan, notnya tetap mendapat tekanan ritmik yang ringan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu not seperempat yang ditempatkan pada ketukan metrik yang ringan sesudah suatu not seperdelapan yang mendapat tekanan ritmik yang ringan pada ketukan metrik yang berat mendapat tekanan ritmik yang agak berat atau agak ringan. Lihat contoh not kedua dalam birama 5. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu pasangan not yang merupakan gabungan satu not bernilai seperdelapan dan satu not bertitik bernilai seperenam belas yang ditempatkan pada ketukan metrik yang berat mendapat tekanan ritmik yang berat pada not di kiri dan tekanan ritmik yang ringan pada not di kanan pasangan itu. Lihat pasangan not ini dalam birama 6.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu triul pendek yang ditempatkan pada tekanan metrik yang berat dan ringan mendapat tekanan ritmik yang berat pada not pertama dan dua tekanan ritmik yang ringan pada dua not lainnya. Lihat contoh dalam birama 6.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu not bernilai setengah yang dipakai pada ketukan metrik yang berat mendapat tekanan ritmik yang berat. Lihat birama 7.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya menyadari aturan-aturan tadi barangkali belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian peminat blog ini. Tapi kalau Anda memahami aturan dasar tentang aksentuasi metrik dan ritmik, aturan ini bisa mempermudah Anda memahami aksentuasi ritmik yang tampak berubah-ubah itu. Bagi Anda yang ingin menulis syair atau lirik atau kata-kata lagu ciptaanmu, aturan-aturan tadi perlu Anda pahami dengan tepat. Kalau Anda memahaminya dengan tepat, syair gubahanmu akan selaras dengan aksentuasi ritmik lagumu. Keselarasan seperti inilah yang disebut prosodi, suatu rahasia kesuksesan penulisan lagu-lagu pop komerisal Barat modern tapi yang belum dipahami kebanyakan komponis di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Baiklah, itu saran yang tepat sekali, kata Anda, tapi bagaimana dengan aksentuasi metrik dan ritmik untuk lagu-lagu yang memakai teknik &lt;em&gt;sinkopasi&lt;/em&gt;? Aturan dasar tentang aksentuasi metrik dan ritmik tadi tetap berlaku. Cuma perlu penyesuaian.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sinkopasi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sinkopasi&lt;/em&gt; - untuk Anda yang baru tahu istilah ini pertama kali - adalah pergeseran aksentuasi ritmik yang lazim ke tempat yang tidak lazim. Dalam jenis birama 2/4, tekanan ritmik yang berat dan ringan yang melibatkan not-not bernilai seperempat selaras dengan tekanan metriknya, seperti yang sudah dijelaskan. Aturan ini berlaku juga bagi not-not dengan berbagai nilai lain pada tekanan berat dan ringan. Sinkopasi timbul ketika tekanan ritmik yang berat digeser ke tekanan ritmik yang ringan. Seperti seorang pegulat yang berat menambah bobotnya pada lawannya yang ringan ketika yang pertama menindih yang kedua, demikian juga not yang diberi tekanan ritmik yang ringan bertambah bobotnya ketika not yang berbobot berat digeser ke sana. Sinkopasi sering ditandai busur-sambung yang menghubungkan dua not dengan tingginada yang sama. Sinkopasi lazim dalam musik pop modern, terutama musik jazz.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berikut berbagai contoh sinkopasi untuk lagu berjenis birama 2/4:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsWpLOO51I/AAAAAAAAAVg/co9Osz91tQU/Sinkopasiduaempat9.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="159" alt="Sinkopasi dua-empat" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsWugBTWoI/AAAAAAAAAVk/uwapqAWIKoY/Sinkopasiduaempat_thumb5.jpg" width="468" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tanda panah ke bawah dengan singkatan s - untuk sinkopasi - menunjukkan tekanan ritmik yang sebelumnya ringan menjadi tekanan ritmik yang berat. Bobot tambahan ini diperoleh dari pergeseran tekanan ritmik yang berat oleh not di kanannya, ditandai panah tanpa tulisan s di atasnya. Kata-kata potongan melodi itu menunjang secara sempurna aksentuasi yang timbul karena sinkopasi. Cobalah membaca dan menyanyikan kata-kata itu sesuai tekanan suku katanya dan Anda akan mengerti dan merasakan keselarasan aksentuasi antara aksentuasi ritmik melodi, kata, dan aksentuasi metrik. Keselarasan ini suatu contoh lagi dari prosodi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Contre temps&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sinkopasi sudah jelas tapi masih ada lagi suatu pola ritme yang agak mirip sinkopasi: &lt;em&gt;contre temps. &lt;/em&gt;Bagaimana aturan tentang aksentuasi metrik dan ritmik diterapkan pada pola ritmik ini?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu pertanyaan lain yang bagus. &lt;em&gt;Contre temps - &lt;/em&gt;suatu istilah musik dalam bahasa Perancis - agak mirip sinkopasi. Dalam birama 2/4, not bernilai seperempat yang ditempatkan pada ketukan metrik yang ringan tidak dipengaruhi tekanan berat dari tanda-diam yang membentuk ketukan pertama dalam satu birama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsWyGAYLZI/AAAAAAAAAVo/pZvJxDCD63w/Contretempsduaempat4.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="127" alt="Contre temps dua-empat" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsW2LfFSaI/AAAAAAAAAVs/v9dreEdVKqo/Contretempsduaempat_thumb2.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;LATIHAN 1&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tandailah tekanan metrik yang berat dan ringan dari potongan suatu lagu rakyat terkenal Amerika Serikat berikut. Pakailah tanda &amp;gt; untuk tekanan berat dan - untuk tekanan ringan. Lihatlah contoh di awal lagu, lalu ikutilah contoh itu. Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsW4GCSkqI/AAAAAAAAAVw/ocVn8xB1OM8/Latihan1114.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="112" alt="Latihan 1 (11)" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsW8PFJJpI/AAAAAAAAAV0/aNSoI9Zzas8/Latihan111_thumb2.jpg" width="447" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 2&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan memakai lagu pada Latihan 1, berilah aksentuasi ritmik yang betul. Pakailah tanda seperti ada di contoh (birama pertama) untuk menunjukkan tekanan ritmik yang berat dan tanda mirip huruf u untuk tekanan ritmik yang ringan. Anda bisa juga menggantikan tanda lengkung pada not di kiri pasangan not yang jatuh pada ketukan kedua dengan garis lurus (-). Lihat contoh dalam birama 1. Jawaban yang betul ada di akhir bab ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsW9SG5QhI/AAAAAAAAAV4/UMZTCOGJe5Y/Latihan2114.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="115" alt="Latihan 2 (11)" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsW_IDofmI/AAAAAAAAAV8/TtOhRSLjEoI/Latihan211_thumb2.jpg" width="448" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 3 &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Garis bawahilah suku kata yang mendapat tekanan berat (ujaranmu lebih nyaring) dari "syair" berikut. Aksen bahasa Indonesia lisanmu mengikuti yang berlaku dalam siaran radio atau televisi nasional. Ikutilah contoh. Jawaban yang betul di berikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh: &lt;u&gt;Da&lt;/u&gt;- tang ke &lt;u&gt;si&lt;/u&gt;- ni eng-&lt;u&gt;kau&lt;/u&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Da-tang-lah kau,/ki-ta me-non-ton film,/film-nya ten-tang p'rang du-ni-a.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 4&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Potongan lagu rakyat AS tadi sekarang ditambah kata-kata yang aksentuasi ritmiknya sudah Anda kerjakan. Akan tetapi, aksentuasi kata-kata dan lagu tidak selalu selaras. Lingkarilah suku kata atau kata yang tekanannya bertabrakan dengan aksentuasi ritmik pada lagu. Lihat contoh pada birama awal. Anda bisa juga menggantikan tanda lengkung dengan garis lurus di bawah not kedua yang bernilai seperdelapan dalam birama 2, 3, 4, 6, dan 8. Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsXCjL_GCI/AAAAAAAAAWA/xDG9rGzBjVg/Latihan4117.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="133" alt="Latihan 4 (11)" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SJsXFfRUV3I/AAAAAAAAAWE/gmI2d4xceqc/Latihan411_thumb3.jpg" width="460" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 5&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesudah Anda memahami lika-liku aksentuasi metrik dan ritmik, termasuk melalui keempat latihan tadi, buatlah suatu lagu berjenis birama 2/4 sepanjang delapan birama. Terapkanlah aturan yang betul tentang prosodi, yaitu, keselarasan antara tekanan ritmik pada melodi, tekanan suku kata, dan tekanan metrik. Kirimlah ciptaanmu kepada saya kalau Anda ingin saya membantu mengeceknya untuk Anda. Alamat e-mail saya: &lt;a href="mailto:seba.woseba@gmail.com"&gt;seba.woseba@gmail.com&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jawaban yang Betul&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 1 &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Untuk birama 2, 3, 4, 6, dan 8, ikutilah contoh pada birama 1. Not setengah pada birama 5, 7, dan 9 diberi tanda tekanan berat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 2&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Salinlah contoh dalam birama 1 untuk birama 2, 3, 4, 6, dan 8. Setiap not bernilai setengah dalam birama 5, 7, dan 9 Anda tandai dengan aksen berat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 3&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tekanan berat yang berlaku umum dalam bahasa Indonesia lisan untuk suku kata demikian:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Da-&lt;u&gt;tang&lt;/u&gt;-lah &lt;u&gt;kau&lt;/u&gt;, / &lt;u&gt;ki&lt;/u&gt;- ta me-&lt;u&gt;non&lt;/u&gt;-ton &lt;u&gt;film&lt;/u&gt;, /&lt;u&gt;film&lt;/u&gt;-nya ten-&lt;u&gt;tang&lt;/u&gt; p'rang du&lt;u&gt;-ni&lt;/u&gt;-a.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 4&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sesuai aturan tentang aksentuasi metrik dan ritmik lagu tadi, konflik prodosik terjadi pada suku kata Da- (&lt;u&gt;Da&lt;/u&gt;-tang-lah), me- (&lt;u&gt;me&lt;/u&gt;- non-ton), dan -a (du-ni-&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;). &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-7182197309198359678?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/7182197309198359678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=7182197309198359678&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/7182197309198359678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/7182197309198359678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/08/11-aksentuasi-metrik-dan-ritmik.html' title='11. Aksentuasi Metrik dan Ritmik'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SJvoDGqXKrI/AAAAAAAAAWM/p33PTDaKQw0/s72-c/Pulsamatra_thumb10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-3219413969440987556</id><published>2008-07-28T16:05:00.001+07:00</published><updated>2008-07-28T16:05:06.023+07:00</updated><title type='text'>10. Akord Pembantu: Supertonika, Median, dan Leading Tone</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Selain submedian, tiga akord pembantu lainnya dari lagu mayor adalah supertonika, median, dan akord yang dibentuk oleh&lt;em&gt; leading&lt;/em&gt; &lt;em&gt;tone/note&lt;/em&gt; sebagai not basnya. Bersama submedian, ketiga-tiganya disebut juga &lt;em&gt;akord-akord sekunder&lt;/em&gt; sementara &lt;em&gt;akord-akord primer&lt;/em&gt; adalah akord tonika, subdominan, dan dominan. Dalam tangganada diatonik mayor C, ketiga akord pembantu ini demikian:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2IeGD15cI/AAAAAAAAAUA/XcPqNdhmh3Y/AkordDmin2.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="244" alt="Akord Dmin" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2InVxMeoI/AAAAAAAAAUE/PGxdTJYMqXw/AkordDmin_thumb.jpg" width="130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2IxPgaq5I/AAAAAAAAAUI/Yni_FFiWMYA/AkordEmin2.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="244" alt="Akord Emin" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2I6yHavTI/AAAAAAAAAUM/Bz8FDNoektU/AkordEmin_thumb.jpg" width="133" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2JEwP_k4I/AAAAAAAAAUQ/h-IQ2bdOixY/AkordBdim2.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="244" alt="Akord Bdim" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2JOPRLyCI/AAAAAAAAAUU/NIWCiJ-rOx0/AkordBdim_thumb.jpg" width="123" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diagram akord menunjukkan senar-senar manakah yang Anda mainkan, nada-nada apakah yang Anda bunyikan, dan jari-jari manakah yang Anda pakai. Tidak selalu diagram akord mulai dengan nada bas. Jadi, Anda harus menghafal nada basnya, terutama ketika Anda memetik jalur bas suatu lagu. Pada ketiga diagram akord tadi, nada bas Dmin adalah D pada senar keempat. Nada bas Emin memang mulai dengan E pada senar keenam sementara nada bas Bdim adalah B pada senar kedua. Meskipun tidak setiap diagram akord mulai dengan nada bas, Anda harus membunyikan semua senar sesuai petunjuk pada diagram akord.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 1&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mainkanlah ketiga akord pembantu tadi berkali-kali sampai Anda menguasai penjarian yang kokoh yang menghasilkan bunyi akordal yang bersih. Pakailah notasi ritmik bab lalu atau bab-bab sebelumnya untuk melatih ketiga akord itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sifat dan Peranan Ketiga Akord&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Progresi akord yang melibatkan akord supertonika, median, dan &lt;em&gt;leading tone&lt;/em&gt; serta submedian yang sudah dibicarakan dalam bab lalu dibatasi pada susunannya tanpa balikan-balikan. Jadi, aturan-aturan yang akan Anda baca berlaku dalam hubungan ini. Nanti ketika membicarakan akord yang dibentuk berdasarkan &lt;em&gt;leading tone/note,&lt;/em&gt; kita akan menyinggung sedikit suatu akord balikan dan lambangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Akord supertonika&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akord supertonika, seperti Dmin, adalah suatu akord pembantu akord subdominan, seperti F. Ia bersifat tidak tenang, tapi progresinya ke akord diatonik lain kurang pasti. Dalam harmoni tradisional Barat, akord ini bisa menuju akord diatonik mana saja kecuali akord tonika. Salah: Dm-C (IImin-I). Betul: Dm-Em (IImin-IIImin), Dmin-F (IImin-IV), Dmin-G (IImin-V), Dmin-Amin (IImin-VImin), atau Dmin-Bdim (IImin-VIIdim).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Biasanya, akord supertonika berperan sebagai variasi ketika akord subdominan diulangi. Contoh berikut dalam tangganada diatonik mayor C memperjelas peranan ini. (Asli dan variasi di sini dan pada contoh-contoh lain dicetak dengan huruf tebal.) Asli: C-&lt;strong&gt;F&lt;/strong&gt;-Amin-G7-C (I-&lt;strong&gt;IV&lt;/strong&gt;-VImin-V7-I). Variasi: C-&lt;strong&gt;Dmin&lt;/strong&gt;-Amin-G7-C (I-&lt;strong&gt;IImin&lt;/strong&gt;-VImin-V7-I). Dalam prakteknya, progresi akord asli dan variasinya bisa digabungkan, seperti C-&lt;strong&gt;F&lt;/strong&gt;-Amin-G7-C-&lt;strong&gt;Dmin&lt;/strong&gt;-Amin-G7-C (I-&lt;strong&gt;IV&lt;/strong&gt;-VImin-V7-I-&lt;strong&gt;IImin&lt;/strong&gt;-VImin-V7-I).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain itu, akord supertonika berperan sebagai pengganti akord subdominan yang mendahului akord dominan. Asli: C-&lt;strong&gt;F&lt;/strong&gt;-G-C (I-&lt;strong&gt;IV&lt;/strong&gt;-V-I). Variasi: C-&lt;strong&gt;Dmin&lt;/strong&gt;-G-C (I-&lt;strong&gt;IImin&lt;/strong&gt;-V-I). Anda bisa menggabungkan progresi akord asli dan variasinya: C-&lt;strong&gt;F&lt;/strong&gt;-G-C-&lt;strong&gt;Dmin&lt;/strong&gt;-G-C (I-&lt;strong&gt;IV&lt;/strong&gt;-G-I-&lt;strong&gt;IImin&lt;/strong&gt;-V-I).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Akord median&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akord ini disebut &amp;quot;median&amp;quot; karena berada kira-kira di tengah akord tonika dan dominan. Ia juga suatu akord minor. Ia pun bersifat tidak tenang, tapi progresinya kurang jelas. Dalam harmoni tradisional Barat, akord median bisa berubah ke akord diatonik mana saja kecuali ke akord tonika atau akord yang dibentuk berdasarkan &lt;em&gt;leading tone/note,&lt;/em&gt; selanjutnya disebut akord &lt;em&gt;leading tone.&lt;/em&gt; Salah: Emin-C (IIImin-I) atau Emin-Bdim (IIImin-VIIdim). Betul: Emin-Dmin(IIImin-IImin), Em-F (IIImin-IV), Emin-G (IIImin-V), atau Emin-Amin (IIImin-VImin). Sering akord median berperan sebagai variasi ketika akord dominan diulangi. Asli: Amin-G-F-&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;-Dmin-G7-C (VImin-V-IV-&lt;strong&gt;V&lt;/strong&gt;-IImin-V7-I). Variasi: Amin-G-F-&lt;strong&gt;Emin&lt;/strong&gt;-Dmin-G7-C (VImin-V-IV-&lt;strong&gt;IIImin-&lt;/strong&gt;IImin-V7-I).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Akord &lt;em&gt;Leading Tone&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Posisi not ketujuh dalam tangganada diatonik mayor disebut&lt;em&gt; leading tone&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;leading note.&lt;/em&gt; Nada atau not yang menuntun. Menuntun ke mana? Ke puncak terakhir tangganada diatonik mayor sejauh setengahnada. Ini berarti &lt;em&gt;leading tone&lt;/em&gt; menuju tonika satu oktaf lebih tinggi dari tonika paling bawah atau paling rendah; jarak antara kedua posisi not ini memang setengahnada. Dalam tangganada diatonik mayor C, &lt;em&gt;leading tone&lt;/em&gt; adalah B (si); ia menuju C (do) paling tinggi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam aturan harmoni tradisional Barat, akord yang memakai &lt;em&gt;leading tone&lt;/em&gt; sebagai not basnya bisa berubah ke akord diatonik mana saja kecuali ke akord supertonika atau subdominan. Salah: Bdim-Dmin (VIIdim-IImin) atau Bdim-F (VIIdim-IV). Betul: Bdim-C (VIIdim-I, satu oktaf lebih tinggi), Bdim-Emin (VIIdim-IIImin), Bdim-G (VIIdim-V), atau Bdim-Amin (VIIdim-VImin).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akord &lt;em&gt;leading tone&lt;/em&gt; bisa Anda pakai sebagai variasi akord dominan ketujuh balikan pertama sebelum akord tonika. Balikan pertama akord dominan ketujuh dalam tangganada diatonik mayor C adalah B-D-F-G (si-re-fa-sol). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2JZc86WTI/AAAAAAAAAUY/cvtgrow1mrc/PerananakordVIIdim15.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="127" alt="Peranan akord VIIdim" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2JjAFkl9I/AAAAAAAAAUc/XTTOKL6v46A/PerananakordVIIdim_thumb13.jpg" width="429" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kedua birama pertama berisi progresi akord asli. Kedua birama terakhir menunjukkan variasi progresi akord asli.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perhatikan tata penulisan akord yang mengalami balikan pertama tadi. Akord dasar dominan (G) dilandasi B sebagai not basnya. Dalam ucapan sehari-hari mereka yang belajar organ Yamaha, penulisan seperti ini disebut - dalam bahasa Inggris - &amp;quot;&lt;em&gt;G on B&lt;/em&gt;&amp;quot;, akord G bertumpu pada B sebagai nada basnya. Asli: G-Amin-&lt;strong&gt;G/B&lt;/strong&gt;-C (V-VImin-&lt;strong&gt;V/VII&lt;/strong&gt;-I). Variasi: G-Amin-&lt;strong&gt;Bdim-&lt;/strong&gt;C (V-VImin-&lt;strong&gt;VIIdim&lt;/strong&gt;-I). Akord tonika&amp;#160; harus lebih tinggi dari akord &lt;em&gt;leading&lt;/em&gt; &lt;em&gt;tone; &lt;/em&gt;jadi, C harus lebih tinggi nadanya dari Bdim.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di manakah sebaiknya progresi akord asli dan variasinya tadi Anda mainkan untuk mengiringi suatu lagu? Karena ada nada bas B dari &lt;em&gt;akord leading tone&lt;/em&gt; yang mendahului nada bas akord tonika C, progresi ini tidak cocok untuk mengakhiri suatu lagu. Nada bas VII kedengaran tajam, kurang kokoh, mantap, bulat, berwibawa dibanding nada bas dominan dari G atau G7. Dengan kata lain, akhir suatu lagu menghendaki nada bas dominan dari akord G atau G7 yang kokoh, mantap, bulat, berwibawa sebelum lagu berakhir dengan tonika C. Jadi, progresi tadi lebih cocok dipakai pada suatu kalimat atau bagian dari lagu yang dimainkan, yang disusul oleh, misalnya, suatu akord F: C-Amin-G/B-C-F dan seterusnya atau C-Amin-Bdim-C-F dan seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Notasi Ritmik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pelajarilah notasi ritmik berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2JyQF3l4I/AAAAAAAAAUg/FO3XgSdkZE0/Notasiritmik54.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="158" alt="Notasi ritmik 5" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2J82cc-FI/AAAAAAAAAUk/rx4r4z0o4UM/Notasiritmik5_thumb2.jpg" width="463" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pakailah pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; untuk ketukan pertama dan kedua. Lalu, pakailah kombinasi pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;up-strum&lt;/em&gt; untuk ketukan ketiga dan keempat. Berlatihlah berkali-kali untuk menguasai notasi ritmik pada birama pertama lalu akhirilah dengan satu pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; pada birama kedua untuk akord C.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Akord Tonika Ketujuh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam tangganada diatonik mayor C, akord tonika ketujuh dilambangkan sebagai C7. Diagram akordnya tidak menunjukkan not dasar atau not basnya pada senar keenam. Not basnya malah ada pada senar kelima, yaitu C.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2KGQV4fLI/AAAAAAAAAUo/QGExptf6ToA/AkordTonikaDominanKetujuh5.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="244" alt="Akord Tonika Dominan Ketujuh" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2KQ6KcqpI/AAAAAAAAAUs/OOEX2IxiAfE/AkordTonikaDominanKetujuh_thumb1.jpg" width="122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berlatihlah memainkan akord ini sampai Anda menguasainya dengan baik. Pakailah salah satu notasi ritmik yang sudah Anda pelajari untuk latihanmu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akord tonika ketujuh tergolong pada akord-akord dominan ketujuh yang akan kita bicarakan pada kesempatan lain. Dalam bab ini, Anda diperkenalkan pada salah satu akord dominan ketujuh ini yang lazim muncul dalam progresi akord diatonik: tonika ketujuh. Dalam tangganada diatonik mayor, tonika ketujuh adalah C7.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akord tonika ketujuh, seperti C7, adalah suatu akord mayor. Bunyinya sangat janggal, sangat tegang, dan ingin bergerak ke subdominan, seperti F. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi progresi subdominan-tonika ketujuh (F-C7) untuk mengakhiri suatu lagu atau untuk berhenti sebentar tidak lazim. Anda bisa memakai progresi ini asal Anda menambahkan akord subdominan&amp;#160; sesudah akord tonika ketujuh. Jadi, urutan akord F-C7-F dibolehkan asal tidak Anda pakai untuk mengakhiri suatu lagu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 2&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pakailah notasi ritmik pada birama pertama tadi untuk mengiringi lagu berikut. Akhirilah lagu itu dengan satu pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2KpFn0U5I/AAAAAAAAAUw/84LGcU0wnRc/YaAllahyangMahatinggi23.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="425" alt="Ya Allah yang Mahatinggi" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2K-gXoanI/AAAAAAAAAU0/fR8IIuQrIks/YaAllahyangMahatinggi_thumb19.jpg" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;font size="1"&gt;Sumber:&lt;em&gt; Kidung Jemaat no. 246&lt;/em&gt; bait satu (Jakarta: Yayasan Musik Gereja di Indonesia, 1997 hal. 256)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain akord tonika ketujuh C7 yang bergerak ke subdominan F, Anda memperhatikan bahwa tiga dari akord pembantu lagu mayor - Dmin, Emin, dan Amin - dipakai pada lagu tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 3&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Progresi akord manakah yang salah dan betul?&amp;#160; Berilah tanda centang (V) untuk urutan akord yang betul dan tanda silang (X) untuk urutan yang salah.&amp;#160; Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;C-Amin-C&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; ____&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;C-Dmin-Emin-Dmin-C&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; ____&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;C-F-G-Amin-Bdim-C&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; ____&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;C-Dmin-Emin-F-G-Dmin-C&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; ____&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;C-Dmin-Emin-F-Emin-Dmin-G-C&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; ____&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 4&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam batas semua akord diatonik dalam tangganada diatonik mayor C yang sudah Anda pelajari sejauh ini, tentukanlah progresi akord yang betul dari lagu berikut ini. Tuliskanlah lambang akordnya pada garis yang tersedia di atasnya. Akord ketukan pertama setiap birama diberikan untuk membantu penyusunan yang betul dari progresi akord. Jawaban diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2LYuvS1xI/AAAAAAAAAU4/fAJOVH0RLos/TuhanBerikepadaRaja9.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="451" alt="Tuhan, Beri kepada Raja" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2LqUIR98I/AAAAAAAAAU8/OIcmg2vfMQo/TuhanBerikepadaRaja_thumb7.jpg" width="447" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="1"&gt;Sumber: &lt;em&gt;Mazmur 72 &lt;/em&gt;(halaman 84) dalam &lt;em&gt;MAZMUR&lt;/em&gt; (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1986) Melodi mazmur ini aslinya bebas irama; untuk kepentingan pelajaran akord, urutannya, dan iringan gitar, saya mengadaptasinya dengan memakai hanya jenis birama 4/4.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 5&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesudah menemukan progresi akord yang betul, mainkanlah mazmur tadi dengan memakai notasi ritmik di atas. Anda bisa melihat jawaban untuk membantu Anda dengan progresi akord yang betul.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 6&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ciptakanlah lagumu sendiri dengan memakai salah satu dari progresi akord yang sudah Anda pelajari sejauh ini. Anda bisa memakai progresi akord yang betul - cek jawaban di bawah ini - dari Latihan 3.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jawaban yang Betul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 3&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Salah&lt;/u&gt;. Progresi akord yang betul: C-Amin-F, C-Amin-C7-F, C-Amin-G, dan lain-lain. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Salah&lt;/u&gt;: Progresi akord yang betul: C-Dmin-Emin-Dmin-G-C atau akord lain yang menggantikan secara betul kedua akord terakhir. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Betul&lt;/u&gt;: C-F-G-Am-Bdim-C. &lt;u&gt;Salah&lt;/u&gt;: Progresi akord yang betul: C-Dmin-Em-F-G-Dmin/Amin/Emin/G. &lt;u&gt;Betul&lt;/u&gt;: C-Dmin-Emin-F-Emin-Dmin-G-C.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 4&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sejauh progresi akord yang Anda tentukan tidak menyimpang dari aturan, isianmu bisa saja betul. Sebagian lagu tadi bisa diberi beberapa kemungkinan urutan akord. Salah satu kemungkinan progresi akord mazmur tadi demikian: &lt;/em&gt;&lt;em&gt;birama 2: F-G-Amin; birama 3: Dmin-Emin-F-G; birama 5: F-C-G-Amin; birama 7: C-F-G; birama 9: Amin-Dmin-G-F; birama 10: Amin-G; dan birama 11: F-Dmin-Emin. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-3219413969440987556?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/3219413969440987556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=3219413969440987556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/3219413969440987556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/3219413969440987556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/07/10-akord-pembantu-supertonika-median.html' title='10. Akord Pembantu: Supertonika, Median, dan Leading Tone'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SI2InVxMeoI/AAAAAAAAAUE/PGxdTJYMqXw/s72-c/AkordDmin_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-1834882561596354018</id><published>2008-07-23T00:52:00.002+07:00</published><updated>2008-07-25T18:04:15.742+07:00</updated><title type='text'>9. Akord-Akord Pembantu Lagu Mayor</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ketiga akord utama, pilar harmoni Barat, yang sudah Anda pelajari adalah akord tonika, subdominan, dan dominan. Dalam tangganada diatonik mayor C, ketiga akord utama itu adalah C (akord tonika), F(akord subdominan), dan G (akord dominan).  Akord dominan ketujuh (G7) dipakai sesudah akord dominan atau sebagai penggantinya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Interval Akord Mayor, Minor, dan &lt;em&gt;Diminished&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua akord tadi bersifat mayor. Sifatnya ditentukan oleh interval yang membentuk not dasar atau not bas setiap akord dengan not kedua di atasnya. Not kedua membentuk interval ketiga mayor dengan not bas di bawahnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pemahaman tentang interval, seperti yang sudah dijelaskan, paling gampang melalui triad. Triad C, misalnya, adalah C-E-G (do-mi-sol) yang dibentuk oleh dua interval ketiga: C-E (do-mi) dan E-G (mi-sol). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Meskipun kedua-duanya adalah interval ketiga, sifatnya tidak sama. Interval ketiga bawah (C-E) punya lima setengahnada (do-di-re-ri-mi atau C-#C-D-#D-E) sementara interval ketiga atas (E-G) punya empat setengahnada (mi-fa-fi-sol atau E-F-#F-G). Tapi yang menentukan sifat mayor triad C adalah interval ketiga bawah (C-E) yang berisi lima setengahnada tadi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kedua triad utama lain yang juga bersifat mayor masing-masing punya interval ketiga bawah yang juga memakai lima setengahnada dan empat setengahnada untuk interval atasnya. Jadi, triad F dan G masing-masing disusun oleh interval ketiga bawah yang terdiri dari lima setengahnada, F-A (fa-fi-sol-se-la atau F-#F-G-#G-A) dan G-B (sol-se-la-li-si atau G-#G-A-#A-B), dan oleh interval ketiga atas yang juga terdiri dari empat setengahnada, A-C (la-li-si-do atau A-#A-B-C) dan B-D (si-do-di-re atau B-C-#C-D).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi tangganada diatonik mayor tidak hanya punya triad mayor. Ia juga punya tiga triad minor dan satu triad kurang (&lt;em&gt;diminished&lt;/em&gt;) di dalamnya. Dalam tangganada diatonik mayor C, ketiga triad minor itu adalah Dm, Em, dan Am. Satu-satunya triad kurang dalam tangganada ini adalah Bdim.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tingkat-Tingkat Tangganada Diatonik Mayor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam ilmu musik Barat, ketujuh not dalam tangganada diatonik mayor dikelompokkan juga berdasarkan posisinya. Pengelompokan ini berlaku juga untuk tangganada minor (yang akan dipelajari lebih jauh pada kesempatan lain). Dalam tangganada diatonik mayor C, posisi setiap not diberi nama khusus, seperti berikut:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYd6RS-TZI/AAAAAAAAAR8/MUszAmD1PD8/Namadanangkatingkat13.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="107" alt="Nama dan angka tingkat" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYd7S_p60I/AAAAAAAAASA/UMgsALzzMcI/Namadanangkatingkat_thumb11.jpg" width="471" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Catatan: &lt;/em&gt;Nama lain untuk tonika adalah &lt;em&gt;not dasar&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;root&lt;/em&gt;).Not median disebut demikian karena berada antara supertonika dan subdominan. Istilah lain untuk &lt;em&gt;leading tone&lt;/em&gt; adalah &lt;em&gt;leading note&lt;/em&gt;. Not submedian (awalan &lt;em&gt;sub-&lt;/em&gt; berarti "di bawah") berada di bawah &lt;em&gt;leading tone.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam musik yang memakai kunci atau nada dasar, not tonika mencakup not pada tingkat pertama, ketiga, dan kelima: do, mi, dan sol atau tonika, median, dan dominan. Tonika ibarat pelabuhan atau terminal kereta api pusat atau terakhir, tempat not-not pada tingkat-tingkat lain dalam tangganada diatonik mayor mencari keteduhan, ketenangan, kekendoran, kondisi istarahat. Ini berarti not-not pada tingkat lain - supertonika, subdominan, submedian, dan &lt;em&gt;leading tone - &lt;/em&gt;bersifat tidak tenang atau tegang, resah. Not-not pada tingkat ini karena itu ingin mencari ketenangan pada ketiga not tonika tadi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Not pada tingkat dominan memang bersifat tenang sejauh ia bagian dari tonika. Tapi kalau ia menjadi not bas dari triad dominan, ia pada tingkat ini menjadi tidak tenang, tegang dan karena itu ingin mencari ketenangan juga pada triad tonika.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemakaian Angka Romawi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kualitas dan posisi suatu triad ditandai oleh angka Romawi. Triad adalah suatu bagian dari sistem harmonik Barat. Dalam sistem ini, setiap tingkat dalam tangganada mayor tadi menjadi not dasar untuk membentuk triad dengan nama yang sama. Menurut suatu aturan yang biasanya dipakai dalam musik klasik atau serius Barat, setiap triad mayor ditandai suatu angka Romawi besar; setiap triad minor ditandai angka Romawi kecil.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYd8ToIINI/AAAAAAAAASE/B-rEnilBtXQ/Tingkatharmonik9.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="134" alt="Tingkat harmonik" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYd9SRRc9I/AAAAAAAAASI/diVvwMw5jxw/Tingkatharmonik_thumb5.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ada juga cara penulisan lain yang menyederhanakan sistem pemberian angka Romawi tadi. Daripada repot-repot memakai angka besar dan angka kecil, mengapa kita tidak memakai angka Romawi besar saja? Semua tingkat harmonik minor bisa kita tandai dengan singkat m, min, atau mi di belakang angka Romawi besar itu. Meski cara penulisan sedikit berbeda, aturan tentang triad mayor, minor, dan &lt;em&gt;diminished &lt;/em&gt;tetap sama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYd-93ZsPI/AAAAAAAAASM/tzr87j-F3Qc/Tingkatharmonik115.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="121" alt="Tingkat harmonik1" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYd_jNxyqI/AAAAAAAAASQ/0Lim2iedSbI/Tingkatharmonik1_thumb11.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anda bisa memilih salah satu dari kedua sistem penandaan tingkat harmonik (&lt;em&gt;harmonic degree&lt;/em&gt;) tersebut. Tapi untuk pelajaran kita selanjutnya, saya akan memakai cara kedua karena sederhana dan lebih mudah diingat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesudah penjelasan tentang tingkat-tingkat tangganada dan harmonik tadi dengan memakai triad sebagai contoh penjelasan, Anda kini sudah siap untuk memelajari akord-akord pembantu diatonik. Apa itu?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Akord Pembantu Diatonik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sistem diatonik sangat efektif untuk menata melodi dan harmoni menjadi pola yang menyenangkan dalam banyak gaya musik yang hebat. Musik populer modern menambah variasi di dalam sistem diatonik dengan menggabungkan unsur-unsur yang lazim dengan cara-cara yang baru. Salah satu cara itu dikenal dalam dunia musik pop dengan istilah &lt;em&gt;substitusi akord&lt;/em&gt;, penggantian akord. Suatu akord yang jelas dan pasti akan dipakai dalam suatu progresi akord digantikan oleh akord lain yang agak berbeda tapi yang mencapai fungsi yang sama. Tapi akord yang menggantikan akord asli haruslah tergolong pada tangganada yang diberi harmonisasi dan sama dengan yang berlaku untuk akord asli. Metode penggantian akord asli dengan akord lain untuk memenuhi fungsi yang sama disebut &lt;em&gt;substitusi diatonik. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana caranya akord-akord substitusi dipilih? Pertama, dengan mengelompokkan akord-akord diatonik menjadi keluarga-keluarga yang bunyi musikalnya berkerabat. Kedua, dengan menukar satu akord dengan akord lain. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertukaran timbal balik akord-akord ini tidak berarti akord-akord bisa Anda tukar satu dengan yang lainnya begitu saja. Sebenarnya, ada pilihan dalam setiap keluarga akord untuk menghasilkan tuntunan bunyi akordal yang berbeda dan variasi emosional yang halus. Pertukaran akord-akord yang saling berkaitan untuk menghasilkan progresi bunyi musikal yang berbeda tapi tetap dalam struktur asli disebut &lt;em&gt;reharmonisasi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Keluarga-Keluarga Akord&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akord-akord dalam tangganada mayor (juga minor) boleh dibilang tergolong pada salah satu dari tiga keluarga utama. Setiap keluarga punya suatu kecenderungan atau efek dasar:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluarga akord I disebut keluarga &lt;em&gt;tonika. &lt;/em&gt;Efek dasarnya: secara sementara atau permanen mengendorkan suatu karya musik, menjadi suatu tempat istirahat, suatu "rumah."&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluarga akord IV disebut keluarga &lt;em&gt;subdominan. &lt;/em&gt;Efek dasarnya: bergerak menjauhi akord I.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluarga akord V disebut keluarga &lt;em&gt;dominan&lt;/em&gt;. Efek dasarnya: bergerak ke arah (mengendor ke arah) akord I.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akord-akord diatonik lainnya - IImin, IIImin, VImin, dan VIIo - masing-masing tergolong pada salah satu keluarga utama tadi. Keluarga-keluarga ini agak berbeda dalam kunci mayor (dan minor).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Substitusi Diatonik Kunci Mayor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keluarga akord diatonik kunci mayor demikian:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluarga tonika: I  dan VImin&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluarga subdominan: IV, dan IImin&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluarga dominan: III, V, dan VIIo&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Hubungan keluarga" tadi bisa Anda lihat dengan membanding-bandingkan susunan akord-akord dalam setiap keluarga. Susunan akord IImin (supertonika), IIImin (median), VImin (submedian), dan VIIdim (&lt;em&gt;leading&lt;/em&gt; &lt;em&gt;tone)&lt;/em&gt; demikian:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeA6sCbHI/AAAAAAAAASU/xVN753gLbsg/Empatakordpembantu23.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="140" alt="Empat akord pembantu" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeCO-hBNI/AAAAAAAAASY/l5QEIu3ztxI/Empatakordpembantu_thumb21.jpg" width="461" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mengapa ada tiga triad yang bersifat minor dan satu triad yang bersifat kurang? Jumlah setengahnada yang membentuk keempat triad inilah yang menentukan sifat-sifatnya. Dibanding ketiga akord mayor tadi, setiap akord minor ini kekurangan satu setengahnada pada interval bawahnya; dengan kata lain, interval bawah setiap akord minor ini dibentuk oleh empat setengahnada. Triad Dm: D-F (re-ri-mi-fa atau D-#D-E-F); triad Em: E-G (mi-fa-fi-sol atau E-F-#F-G); dan triad Am: A-C (la-li-si-do atau A-#A-B-C). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana tentang jumlah setengahnada interval atas ketiga triad minor tadi? Berbeda juga dengan yang membentuk interval atas ketiga triad mayor tadi: ada bukan empat melainkan lima setengahnada. Interval atas triad Dm: F-A (fa-fi-sol-se-la atau F-#F-G-#G-A); Em: G-B (sol-se-la-li-si atau G-#G-A-#G-B); dan Am: C-E (do-di-re-ri-mi atau C-#C-D-#D-E). Meskipun ada perbedaan jumlah setengahnada pada interval atas triad mayor dan minor, yang menentukan sifat minor ketiga triad minor ini adalah jumlah setengahnada pada interval bawahnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu, bagaimana dengan sifat triad kurang dalam tangganada diatonik mayor C tadi? Anda ingat bahwa suatu triad minor menjadi triad kurang karena kekurangan satu setengahnada. Pada interval bawah atau atasnya? Pada interval atasnya. Interval atas triad Dm, misalnya, punya lima setengahnada (F-#F-G-#G-A) sementara interval atas pada triad Bdim punya empat setengahnada: D-F (re-ri-mi-fa atau D-#D-E-F). Sementara itu, interval bawahnya dibentuk juga oleh empat setengahnada seperti yang ada pada ketiga triad minor tadi: B-D (si-do-di-re atau B-C-#C-D). Jadi, dua interval minor membentuk Bdim.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sifat, Peranan, dan Progresi Akord-Akord Pembantu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesudah memahami sifat mayor, minor dan kurang dari empat triad lain dalam tangganada diatonik mayor, Anda sudah siap sekarang untuk mempelajari salah satu dari keempat akord pembantu ketiga akord utama tadi. Itulah akord submedian Am. Akord-akord pembantu lain akan dibahas dalam bab berikut.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeC3yStxI/AAAAAAAAASc/D9poINXUigs/AkordAm5.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="242" alt="Akord Am" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeDh1DL0I/AAAAAAAAASg/2POxjBEss54/AkordAm_thumb1.jpg" width="104" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apa sifat dan peranan akord pembantu ini dan bagaimana progresinya yang betul?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mainkanlah pada gitarmu akord Am beberapa kali untuk mendengarkan dan menghafal bunyinya. Bunyi akordalnya bersuram, muram, murung, sayu dibanding bunyi tenang, manis, dan merdu dari "saudaranya", akord C. Baik akord C maupun Amin punya not-not yang sama, C-E, dan berbeda, G untuk akord C dan A untuk akord Amin. Selanjutnya, ada perbedaan not dasar atau not basnya: not bas Am adalah A (la) sementara not bas C adalah C (do). Perbedaan not bas ini berlaku untuk posisi awal - tanpa balikan-balikan - kedua akord bersaudara ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam tangganada diatonik mayor C, akord submedian Amin adalah akord pembantu tonika mayor. Meskipun ia tidak sebagus tonika mayor, ia bersifat tenang, stabil.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam ilmu harmoni tradisional Barat, akord submedian bisa bergerak ke akord diatonik mana pun kecuali ke akord tonika atau akord yang not basnya adalah&lt;em&gt; leading tone/note: &lt;/em&gt;B (si). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Progresi akord yang salah: Am-C (IVmin-I) atau Am-Bdim (VImin-VIIo). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Progresi akord yang betul: Am-Dm (VImin-IImin), Am-Em (VImin-IIImin), Am-F (VImin-IV), atau Am-G (VImin-V).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam progresi akord, akord submedian ini punya beberapa peranan. Ia berperan sebagai variasi sesudah akord tonika mayor ketika akord mayor ini seharusnya diulangi. Akord pada birama ketiga di bawah ini&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeEh0xwBI/AAAAAAAAASk/jZlRA0AvgIY/Mewakilitonikamayor28.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="280" alt="Mewakili tonika mayor" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeGV6PCBI/AAAAAAAAASo/0wxhKmtVcsc/Mewakilitonikamayor_thumb24.jpg" width="454" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;seharusnya adalah akord tonika mayor C yang diulangi. Tapi untuk mengurangi kebosanan, ia digantikan oleh akord submedian Am. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain itu, akord VI minor tersebut berperan sebagai  wakil akord tonika mayor. Penggalan melodik yang diulangi di atas seharusnya dimulai dengan akord tonika mayor C pada birama keempat. Alih-alih memakai akord tonika, saudaranya, akord submedian Am, mewakili atau menggantikannya. Sesudah akord F, Anda menemukan lagi akord tonika mayor C yang masih disusul akord G. Ketenangan pada akord tonika mayor ini karena itu bersifat sementara karena lagu belum berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi akord Am tidak bisa Anda pakai di akhir suatu baris atau kalimat lagu. Bagian kalimat lagu berikut dari lagu daerah Sulawesi Utara, &lt;em&gt;Si Patokaan&lt;/em&gt;, memperjelas larangan ini. Pemakaian akord submedian Am sebagai pengganti akord tonika C mayor di akhir kalimat syair dan melodik ini keliru. Akord pembantu VImin karena itu harus diganti dengan akord tonika C mayor.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeHtbB9QI/AAAAAAAAASs/BME8_l41yuQ/AkordAmkeliru4.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="164" alt="Akord Am keliru" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeJRgIDqI/AAAAAAAAASw/yVDYI6Ihthw/AkordAmkeliru_thumb2.jpg" width="444" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeKg59NCI/AAAAAAAAAS0/0LxfTb5ZiYg/PerbaikanakordAm7.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="184" alt="Perbaikan akord Am" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeL1LKHQI/AAAAAAAAAS4/JmRSR1wkDtw/PerbaikanakordAm_thumb5.jpg" width="439" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akord submedian ini Anda pakai juga menjelang akhir suatu lagu ketika dua akord dominan disusul dua kali oleh dua akord tonika. Sebelum memainkan akord tonika untuk mengakhiri suatu lagu, Anda bisa menggantikan akord tonika pertama dengan suatu akord submedian. Penggalan terakhir lagu kebangsaan &lt;em&gt;Indonesia Tetap Merdeka &lt;/em&gt;ciptaan Cornel Simanjuntak bisa memperjelas aturan ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeMww6cRI/AAAAAAAAAS8/V-YEOM5ELZU/AmsebelumC15.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="174" alt="Am sebelum C" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeOtiVS3I/AAAAAAAAATA/9moSVRxUhqU/AmsebelumC_thumb13.jpg" width="464" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Birama yang memakai akord dominan (G) dan dominan ketujuh (G7) adalah birama kedua dan sebagian birama ketiga. Birama ketiga memakai akord tonika mayor C pada ketukan pertama dan kedua disusul akord pembantu atau penggantinya, akord submedian Am, pada ketukan ketiga dan keempat. Progresi dari Am ke Dm disusul dua akord dominan mendahului akhir penggalan lagu ini pada akord tonika C mayor.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Notasi Ritmik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pelajarilah pola pukulan gitar berikut:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYePQ5wiMI/AAAAAAAAATE/JipZekazrxQ/Notasiritmik410.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="184" alt="Notasi ritmik 4" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeQXXggMI/AAAAAAAAATI/GXBjmJDVmn8/Notasiritmik4_thumb6.jpg" width="453" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mainkanlah birama pertama beberapa kali lalu akhirilah dengan birama kedua. Dalam bab terdahulu, ketukan keempat yang dipecah menjadi dua Anda sudah mainkan selama satu ketukan. Seperti ketukan keempat, kali ini ketukan kedua dipecah menjadi dua not yang masing-masing bernilai seperdelapan. Cara menghitung ketukan ini pun seperti cara Anda menghitung pecahan ketukan keempat sebelumnya. Kalau mau mantap, ketuklah sesuatu yang bunyinya jelas pada tempo yang bisa Anda kelola lalu hitunglah secara berirama dalam bahasa Inggris: &lt;em&gt;one, two-and, three, four-and. &lt;/em&gt;Ulangilah hitungan ini beberapa kali sebelum Anda mengucapkan &lt;em&gt;one&lt;/em&gt; untuk not birama terakhir. Sebenarnya, birama terakhir terdiri dari empat ketukan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Salah satu progresi akord yang melibatkan akord submedian sebagai akord pengganti tonika C mayor  - dalam tangganada diatonik mayor C - demikian: C-Am-F-G (G7)-C. Keempat akord pertama sering diulang-ulangi selama beberapa birama untuk melodi yang diciptakan agar cocok dengan progresi ini lalu berpindah ke progresi akord lain sebelum seluruh lagu diakhiri dengan tonika mayor. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam dasawarsa 1950-an dan 1960-an, pencinta musik pop di Indonesia yang menyukai nyanyian berbentuk duet &lt;em&gt;The Everly Brothers&lt;/em&gt; hafal salah satu lagu mereka yang terkenal, &lt;em&gt;All I Have to Do Is Dream. &lt;/em&gt;Selama enam birama berturut-turut atau selama enam puluh empat ketukan berturut-turut, lagu ini memakai progresi akord tonika-submedian-subdominan-dominan. Dalam tangganada mayor C, itu sama dengan C-Am-F-G. Progresi akord yang diulang-ulangi ini macam ini yang memberi kita kesan pencipta lagunya berputar-putar dengan rangkaian akordnya disebut &lt;em&gt;turnaround&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mirip dengan &lt;em&gt;The Everly Brothers&lt;/em&gt;, Koes Bersaudara - kemudian menjadi Kus Plus - membuat suatu &lt;em&gt;turnaround &lt;/em&gt;berjudul &lt;em&gt;Oh, Kasihku. &lt;/em&gt;Beberapa birama awal lagu ini memakai progresi akord tonika-submedian-subdominan-dominan juga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 1&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pelajarilah&lt;em&gt; turnaround&lt;/em&gt; berikut lalu mainkanlah progresi akord ini berkali-kali pada gitarmu. Pakailah pola ritmik dari notasi ritmik tadi untuk berlatih lalu akhirilah &lt;em&gt;turnaround &lt;/em&gt;ini dengan akord tonika mayor.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeRu8ylcI/AAAAAAAAATM/Vgy9htGkihM/Latihanturnaround17.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="173" alt="Latihan turnaround" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeSTxA5oI/AAAAAAAAATQ/kmFwDhAr7LM/Latihanturnaround_thumb15.jpg" width="472" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 2&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pakailah hasil latihanmu tadi untuk mengiringi &lt;em&gt;turnaround&lt;/em&gt; berikut. Ulangilah lagunya beberapa kali sampai Anda menguasai perpindahan akord dan pukulanmu dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeToQfBKI/AAAAAAAAATU/vF8R8ZYawlc/Kakeklapar14.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="267" alt="Kakek lapar" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeVgnew2I/AAAAAAAAATY/NAT993zXE4o/Kakeklapar_thumb10.jpg" width="457" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 3&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak semua progresi akord berikut yang melibatkan akord submedian betul. Berilah tanda centang (V) pada progresi yang betul dan tanda salib (X) pada yang keliru pada garis-garis yang tersedia di kanan.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;C-Am-F-G-C                                           ___             &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;C-Am-G-F-C (bukan di akhir lagu)               ___&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Am-G-F-G-C                                           ___&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Am-G-C-F-G7-C                                      ___&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;C-F-G-Am-C-G-F-C                                  ___&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 4&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Salah satu akord tonika mayor C bisa Anda gantikan dengan Am. Akord C yang mana? Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeWozq5VI/AAAAAAAAATc/3-IUmAdWKLs/AmpenggantiC6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="306" alt="Am pengganti C" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYeXuNkB3I/AAAAAAAAATg/r9UT1z1bYGk/AmpenggantiC_thumb4.jpg" width="458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 5&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pilihlah salah satu progresi akord yang betul pada Latihan 3 lalu ciptakanlah lagumu sendiri. Sebelum memilih, lihatlah &lt;em&gt;Jawaban yang Betul &lt;/em&gt;di bawah ini. Iringilah lagu ciptaanmu dengan pola ritmik dari notasi ritmik di atas.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jawaban yang Betul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 3&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;C-Am-F-G-C                &lt;u&gt;V&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;C-Am-G-F-C                &lt;u&gt;X&lt;/u&gt;  Karena progresi ini tidak dipakai di akhir lagu, urutan G-F-C seharusnya menjadi G-F-G(G7)-C. Progresi akord lengkapnya menjadi C-Am-G-F-G(G7)-C&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Am-G-F-G-C                 &lt;u&gt;V&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;C-F-G-Am-C-G-F-C        &lt;u&gt;X&lt;/u&gt; Kalau progresi akord ini dipakai menjelang akhir lagu dengan C terakhir sebagai akord tonika, maka urutan yang betul adalah C-F-G-C-Am-G-F-C. Kalau progresi ini tidak dipakai menjelang akhir lagu, urutan akordnya menjadi C-F-G-C-Am-F-G-C. Dalam progresi akord ini, Am adalah akord pengganti C.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 4&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Akord C atau tonika mayor yang digantikan akord submedian Am adalah C pada birama 9. Akord Am ini menjadi suatu variasi akord C.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-1834882561596354018?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/1834882561596354018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=1834882561596354018&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/1834882561596354018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/1834882561596354018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/07/9-akord-akord-pembantu-lagu-mayor.html' title='9. Akord-Akord Pembantu Lagu Mayor'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SIYd7S_p60I/AAAAAAAAASA/UMgsALzzMcI/s72-c/Namadanangkatingkat_thumb11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-979383753328196831</id><published>2008-07-17T08:48:00.002+07:00</published><updated>2008-07-17T09:25:51.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tegang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sifat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='progresif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peranan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akord subdominan'/><title type='text'>8. Akord Subdominan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sesudah memahami dan mempraktekkan progresi akord tonika-dominan-tonika dan variasinya dalam tangganada diatonik mayor C, Anda kini sudah siap untuk memahami dan mempraktekkan akord F. Akord subdominan ini adalah salah satu sokoguru dalam ilmu harmoni Barat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sifat dan Peranan Akord Subdominan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akord mayor ini tidak saja menghasilkan nada yang tegang dan karena itu ingin mencari ketenangan pada akord tonika mayor. Ia juga bersifat progresif.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sifatnya yang tegang bisa dipahami lebih lanjut dari peranannya. Akord subdominan bisa dipakai sebagai variasi terhadap tonika. Mainkanlah suatu lagu yang dimulai dengan, misalnya, not do - dalam tangganada diatonik mayor C - selama dua ketukan dengan memakai akord tonika C. Kemudian, nyanyikanlah not do kedua selama dua ketukan juga tapi kali ini gantikanlah akord C dengan F. Sesudah itu, akhirilah urutan C-F ini dengan akord C selama empat ketukan. Ulangilah progresi C-F-C beberapa kali dan Anda mendengarkan peralihan dari tonika (C) yang tenang ke subdominan F yang tegang dan sebagai variasi tonika lalu diakhiri dengan tonika yang tenang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kcifXu4I/AAAAAAAAAQc/nZfKuZq1uq0/SubdominanVariasiTonika7.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="221" alt="Subdominan Variasi Tonika" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6ked8SWaI/AAAAAAAAAQg/qT4lgxObNGE/SubdominanVariasiTonika_thumb5.jpg" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sifatnya yang progresif bisa dijelaskan oleh peranannya yang lain. Ia sering dipakai pada puncak lagu yang memakai salah satu dari ketiga not utama triad F (fa-la-do) sebagai not paling tinggi. Pada contoh berikut, not triad subdominan yang dipakai sebagai not paling tinggi adalah la (F). Akord subdominan berperan juga sebagai akord yang mendahului akord dominan, yaitu G.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kgcvG-0I/AAAAAAAAAQk/boQSq1mbhFQ/SubdominanProgresifSebelumTonika29.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="146" alt="Subdominan Progresif Sebelum Tonika" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6khU3I5sI/AAAAAAAAAQo/gZiM-TBVrYA/SubdominanProgresifSebelumTonika_thu.jpg" width="454" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Subdominan dalam Berbagai Progresi Akord&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesudah memahami sifat dan peranan akord subdominan tadi, Anda tentu ingin tahu progresi akord macam apakah yang melibatkan F sebagai suatu akord subdominan. Ada beberapa macam urutan akord yang lazim dipakai dan yang melibatkan akord subdominan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tonika-subdominan-tonika&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ini suatu progresi akord yang lazim yang di dalamnya akord subdominan ikut berperan. Anda bisa mengulang-ulangi urutan C-F-C dalam tangganada diatonik mayor C ini kalau lagu yang Anda iringi pada gitarmu memang disusun dari rangkaian not yang melibatkan progresi akord ini berkali-kali. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tonika-subdominan-dominan-tonika&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Progresi akord tadi berkembang karena sebelum mengakhiri lagu iringanmu dengan tonika Anda harus memainkan akord dominannya. Akord dominan yang sering dipakai menjelang akhir lagu pada tonika (C) adalah dominan ketujuh. Jadi, urutan akord ini bisa menjadi C-F-G-C, C-F-G7-C, atau C-F-G-G7-C.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tonika-subdominan-tonika-dominan-tonika&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Progresi akord ini adalah perluasan dari progresi akord terdahulu. Anda memainkan pada gitarmu urutan akord C-F-C-G-C. Kalau dominan ketujuh ditambahkan, Anda bisa memainkan urutan C-F-C-G7-C atau C-F-C-G-G7-C. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dominan ketujuh-dominan-tonika?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam memainkan akord dominan dari progresi tadi dan sebelumnya, akord dominan manakah yang mendahului yang mana? Akord dominan (G) mendahului dominan ketujuh (G7). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alasannya? Kedua-duanya  tidak tenang dan ingin mencari ketenangan nada pada akord C. Triad C berisi urutan not do-mi-sol. Kalau akord G7 tidak dipakai tapi hanya akord dominannya (G), maka Anda bisa beralih secara langsung ke C sebagai akord di akhir lagu. Kedua akord ini punya not sol (G) sebagai not penghubung: sol dari sol-si-re (G) dan sol dari do-mi-sol (C). (Nada penghubung akord akan dibicarakan pada kesempatan lain.) Akord dominan G7 punya urutan not sol-si-re-fa. Ia, seperti G, punya not sol yang ada juga pada akord C. Tapi kelebihan G7 adalah not fa yang tegang yang ingin beralih ke not mi dari akord C. Dengan demikian, urutan akord G7-G-C di akhir suatu lagu adalah keliru.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kjZ8IgDI/AAAAAAAAAQs/HNmg8EJJGnU/Progresidominantujuhdominantonika4.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="132" alt="Progresi dominantujuhdominantonika" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kkC5FUVI/AAAAAAAAAQw/36ugNsot7h0/Progresidominantujuhdominantonika_th.jpg" width="461" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dominan-subdominan-tonika?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apakah progresi akord dominan-subdominan-tonika betul? Konkritnya, apakah  urutan akord G (G7)-F-C betul? Tidak betul. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mengapa salah? Semua nada dalam akord dominan - sol-si-re (G) atau sol-si-re-fa (G7) - menuju ke tonika: do-mi-sol (C). Mengakhiri lagu dengan akord tonika yang didahului akord dominan cukup dengan satu not do dari tonika sebagai nada bas yang tenang. Tapi mengakhiri lagu dari dominan ke tonika lewat subdominan (F) mubazir. Baik akord subdominan (fa-la-do) maupun tonika (do-mi-sol) punya not do. Mengulangi dua not tonika di akhir lagu dirasa tidak perlu. Jadi, progresi akord dominan-subdominan-tonika (G atau G7-F-C) menyalahi aturan progresi akord yang betul.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Progresi akord tadi bisa dibetulkan melalui dua kemungkinan urutan. Pertama, urutan dominan-subdominan-dominan-tonika (G-F-G-C). Kedua, dominan-tonika-subdominan-dominan-tonika (G-C-F-G atau G7-C). Salah satu urutan ini betul.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kmchrZOI/AAAAAAAAAQ0/d8IiwSmjEVo/Progresidominansubdominantonika6.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="168" alt="Progresi dominansubdominantonika" src="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6koOIFcFI/AAAAAAAAAQ4/eACGIPXDwvA/Progresidominansubdominantonika_thum.jpg" width="437" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi progresi akord dominan-subdominan-tonika dibolehkan dalam kasus khusus. Ia sering dibolehkan untuk mengakhiri suatu lagu. Suatu penyempitan dari progresi ini, subdominan-tonika, muncul dalam nyanyian "Amin" dalam ibadah Kristen.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kpctUaiI/AAAAAAAAAQ8/gSkNI4lcNQg/Dominansubdominantonikaakhir13.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="174" alt="Dominansubdominantonikaakhir" src="http://lh5.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kqJoypvI/AAAAAAAAARA/7KHF9Qtg0gE/Dominansubdominantonikaakhir_thumb11.jpg" width="460" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Notasi Ritmik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk melatih pemakaian akord subdominan dalam berbagai progresi tadi, Anda akan mempelajari suatu pola iringan yang baru pada gitarmu. Anda diperkenalkan pada kebalikan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt;, yaitu, &lt;em&gt;up-strum&lt;/em&gt;, membunyikan senar gitar secara serempak dari senar paling kecil ke senar paling besar. Notasi ritmiknya demikian:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6krvC6GGI/AAAAAAAAARE/dHiYif4xN5A/Notasiritmik312.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="169" alt="Notasi ritmik3" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6ksqvxhxI/AAAAAAAAARI/aD0Ggv6Y3rM/Notasiritmik3_thumb10.jpg" width="459" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mainkanlah birama pertama berkali-kali sampai Anda menguasainya lalu akhirilah dengan satu pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; pada birama kedua. Caranya? Mainkanlah &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; sesuai ketukan lagu untuk ketiga ketukan pertama birama pertama. Ketukan keempat yang tadinya bernilai seperempat sekarang dipecah menjadi dua bagian. Separuh ketukan Anda masih mainkan sebagai &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; pada angka empat, tapi paruhan berikut Anda mainkan dengan teknik &lt;em&gt;up-strum.&lt;/em&gt; Meskipun ketukan keempat birama pertama terdiri dari dua bagian notasi ritmik, ketukan dasarnya satu dan membentuk ketukan dasar keempat dalam birama itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk melatih birama pertama, tetapkanlah temponya yang memudahkan Anda melatih pola pukulan gitarmu. Sambil mengetuk sesuatu yang berbunyi jelas dengan suatu ujung jarimu mengikuti tempo yang sudah Anda tetapkan, hitunglah dalam bahasa Inggris: &lt;em&gt;one-two-three-four and. &lt;/em&gt;Percepatlah ucapan &lt;em&gt;four and &lt;/em&gt;begitu rupa sehingga ucapan itu selesai dalam satu ketukan, yaitu ketukan keempat birama pertama. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau perasaan ritmik dari menghitung ketukan keempat dengan ucapan tadi sudah beres, ulangi hitunganmu untuk birama pertama beberapa kali. Ini untuk mempermudah teknik memukul gitarmu nanti.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sudah mantap? Sekarang, berlatihlah untuk menguasai pola irama baru ini melalui notasi ritmik tadi. Ulangilah birama pertama beberapa kali lalu akhirilah dengan satu pukulan pada birama kedua. Kalau sulit, pakailah siasat yang sudah dijelaskan: mulailah dengan tempo yang lambat lalu berangsur-angsur naikkanlah tempo itu sampai mencapai tempo yang agak cepat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 1&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pakailah notasi ritmik tadi untuk memainkan progresi akord dari suatu lagu anak-anak dalam bahasa Inggris: &lt;em&gt;Twinkle, Twinkle Little&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Star. &lt;/em&gt;Notasi ritmik lengkap lagu anak-anak ini, demikian:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kue9gBUI/AAAAAAAAARM/YmdEEWNHCi4/Twinkletwinkle22.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="347" alt="Twinkle twinkle" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kvafvr3I/AAAAAAAAARQ/CpZncNCXSp4/Twinkletwinkle_thumb20.jpg" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berikut nanyiannya yang saya indonesiakan menjadi &lt;em&gt;Bintang Cilik Berkelip.&lt;/em&gt; Iringilah nyanyiannya sambil menyanyikannya dengan memakai tempo sedang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kwaT25rI/AAAAAAAAARU/i0ApAA8sSLw/Bintangcilikberkelip1.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="287" alt="Bintang cilik berkelip" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6kx3mUmXI/AAAAAAAAARY/ArVfNREN3S0/Bintangcilikberkelip_thumb1.jpg" width="442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 2&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dua frasa melodik berikut sama tapi memakai progresi akord yang berbeda. Satu di antaranya memakai progresi akord yang keliru. Mana yang keliru: yang pertama atau yang kedua? Jawaban yang betul ada di akhir bab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6ky3SubfI/AAAAAAAAARc/hQDntsovMbk/Frasamelodik1219.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="167" alt="Frasa melodik 1-2" src="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6k0MXk7JI/AAAAAAAAARg/SveJl8AAWsA/Frasamelodik12_thumb15.jpg" width="454" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 3&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penggalan melodik berikut memakai tangganada diatonik mayor C. Pelajarilah frasa ini lalu isilah akord yang betul pada garis-garis yang tersedia di atasnya. Jawaban yang betul diberikan di akhir bab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6k06DJgrI/AAAAAAAAARk/l4AiJsur9oY/Frasamelodik338.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-TOP-WIDTH: 0px; BORDER-LEFT-WIDTH: 0px; BORDER-BOTTOM-WIDTH: 0px; BORDER-RIGHT-WIDTH: 0px" height="244" alt="Frasa melodik 3" src="http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6k1-aQDtI/AAAAAAAAARo/ahaGROaLBrU/Frasamelodik3_thumb34.jpg" width="460" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 4&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesudah menetapkan progresi akord yang betul, mainkanlah penggalan melodik tadi pada gitarmu. Pakailah notasi ritmik di atas untuk mengiringi frasa ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 5&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mainkanlah lagumu sendiri yang Anda ciptakan secara spontan - sambil bermain gitar - atau secara disengaja - dirancang lebih dahulu. Pakailah jenis birama 4/4 dan salah satu dari progresi akord berikut:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;C-F-G-G7-C&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;C-F-C-G-G7-C atau&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;C-G-F-G-C-G7-C&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jumlah ketukan setiap akord dari setiap progresi akord demikian:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Progresi akord pertama: C 4 ketukan, F 4 ketukan, G dan G7 masing-masing 2 ketukan, dan C terakhir 4 ketukan tapi dibunyikan sekali saja pada gitarmu.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Progresi akord kedua: Setiap akord dimainkan selama 4 ketukan tapi akord terakhir dibunyikan sekali saja.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Progresi akord ketiga: Jumlah ketukan per akord terserah Anda. Tapi pastikanlah Anda mencapai jumlah total yang genap, seperti empat belas, enam belas, delapan belas, dua puluh, dan seterusnya. Komposisi melodi pop modern menghendaki keseimbangan bentuk melalui jumlah ketukan yang genap. (Pokok ini akan dibicarakan pada kesempatan lain.)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;LATIHAN 6&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ciptakanlah lagumu sendiri dan progresi akord yang melibatkan tonika, subdominan, dominan, dan dominan ketujuh dalam tangganada diatonik mayor C. Jenis birama: 4/4; tempo: sedang. Sekali lagi, pastikanlah bahwa jumlah total ketukan dalam lagumu genap.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jawaban yang Betul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 2:Frasa melodik kedua. Lihat penjelasannya pada alinea yang relevan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;LATIHAN 3: C (birama 1), G (birama 2), F (birama 3), G (birama 4), F (birama 5), G (birama 6), F (dua ketukan pertama birama 7), G (ketukan ketiga birama 7), G7 (ketukan keempat birama 7), dan C (birama 8)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-979383753328196831?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/979383753328196831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=979383753328196831&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/979383753328196831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/979383753328196831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/07/8-akord-subdominan.html' title='8. Akord Subdominan'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/Seba.Woseba/SH6ked8SWaI/AAAAAAAAAQg/qT4lgxObNGE/s72-c/SubdominanVariasiTonika_thumb5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-8126165270727550617</id><published>2008-07-09T18:20:00.031+07:00</published><updated>2008-07-10T09:32:40.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dominan ke-7'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dominan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='subdominan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tonika'/><title type='text'>7. Memainkan Empat Akord Pertama</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari triad, Anda beranjak ke akord. Akord memang didasarkan pada triad tapi akord bisa punya lebih dari tiga not yang disusun dan dibunyikan secara vertikal, dari senar paling rendah sampai dengan senar paling tinggi, sejauh kedua-duanya dibolehkan untuk dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga akord pertama yang akan Anda mainkan merupakan sokoguru, pilar utama, bangunan harmonik musik Barat. Dalam tangganada diatonik mayor C, ketiga akord utama itu adalah C, F, dan G. Akord lain yang merupakan perluasan dari G dan akan Anda pelajari juga adalah G7. Akord-akord dasar yang lain – Dm, Em, Am, dan Bdim – adalah akord-akord pembantu ketiga akord utama tadii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelajaran progresi akord, not paling bawah dan sekaligus paling rendah setiap akord utama tadi adalah not bas. Not ini penting karena menentukan karakter akord. Not bas dari C, F, dan G masing-masing adalah do, fa, dan sol. Ketiga-tiganya adalah akord-akord mayor. Akord C dan not basnya kedengaran tenang, stabil, dan bulat. Not fa sebagai not bas akord F mengakibatkan akord ini kedengaran tidak tenang dan ingin mencapai ketenangan. Caranya? Dengan bergerak kembali ke C. Akord C ini bisa Anda bayangkan sebagai not pelabuhan, tempat Anda istirahat, berteduh sesudah suatu perjalanan akordal yang tidak menenangkan telinga musikalmu. Mirip akord F tapi sedikit lebih menegangkan dari akord ini adalah akord G dengan sol sebagai not basnya. Seperti F, akord G pun ingin mencapai ketenangan pada akord C sebagai pelabuhan harmoniknya. Not bas yang melandasi ketiga akord utama dalam ilmu harmoni Barat ini memberi warna khusus pada ketiga-tiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan susunan not akord C berikut:&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220983051539664274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHSobGVbTZI/AAAAAAAAANY/wQ9PwKYdFXQ/s320/Lambangakord+C.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Akord utama ini dibentuk oleh lima urutan not, dengan C pada senar kelima fret ketiga sebagai nada basnya. Nada ini diulangi setinggi satu oktaf – tidak sebagai nada bas tapi nada yang menguatkan nada bas – pada senar kedua fret pertama. Not mi (E) pun diulangi sekali. Angka 1 menunjukkan jari telunjuk, angka 2 jari tengah, dan angka 3 jari manismu.Tekanlah ujung jarimu yang ada bagian dagingnya dengan tegas, pada posisi lurus, dan dekat pada fret di kanan agar bunyi akord yang Anda mainkan kedengaran jelas, bersih, tidak pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akord utama berikut adalah F. Perhatikanlah susunan not pada diagram akordnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHSo6CS1tnI/AAAAAAAAANg/Y_tuVOyE97Q/s1600-h/Lambangakord+F.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220983583031015026" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHSo6CS1tnI/AAAAAAAAANg/Y_tuVOyE97Q/s320/Lambangakord+F.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Palangkanlah bagian ujung jari telunjukmu pada kedua senar pertama. Bagi pemula, ini membutuhkan grip yang kokoh dan bisa membutuhkan latihan berkali-kali agar bunyi yang dihasilkan jelas dan bersih. Ibu jari di belakang papan fret yang ditekan dan pergelangan tangan kirimu yang digeser sedikit ke atas bawah bisa menolong memperkuat gripmu. Lalu, tempatkanlah jari kedua dan ketiga sesuai petunjuk pada diagram akord F. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akord G boleh dikatakan adalah akord F yang dinaikkan tiga fret. Posisi jarimu sama tapi sekarang mulai pada fret ketiga papan fret gitarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatan 3 fr. berarti the &lt;em&gt;3rd fret&lt;/em&gt;, suatu istilah bahasa Inggris yang berarti fret ke-3. Latihlah gripmu sampai Anda menghasilkan bunyi yang bersih; setiap senar yang dimainkan kedengaran jelas dan selaras. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220984737725629394" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHSp9P3fQ9I/AAAAAAAAANw/mzHdHXbs3jU/s320/Lambangakord+G.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Nanti kalau Anda sudah mahir dengan grip akord F dan G model ini, Anda akan diperkenalkan dalam suatu pelajaran mendatang tentang grip akord F dan G lengkap karena memakai keenam senar gitarmu. Untuk sementara dan demi kemudahan iringanmu pada tahap awal, model grip tadi memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi suatu model grip akord G yang bisa Anda pakai sebagai variasi. Modelnya seperti berikut: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit untuk menguasainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220985471975925922" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHSqn_KZqKI/AAAAAAAAAOA/A8_g03Yak1Q/s320/Lambangakord+G1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai ketiga akord utama tadi melalui latihanmu adalah suatu awal yang baik. Tapi suatu akord baru bermakna dalam iringanmu kalau ia dimainkan dalam hubungan dengan akord lain yang mengikuti dan mendahuluinya berdasarkan aturan tertentu. Tanpa hubungan macam ini, suatu akord tunggal bisa berarti apa saja, bahkan tanpa makna. Karena itu, ketiga akord utama tadi bermakna ketika Anda memainkannnya menurut urutan-urutan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum urutan itu Anda latih tahap demi tahap, latihlah lebih dahulu ketiga akord tadi dengan memakai suatu teknik notasi khusus untuk irama gitar yang disebut &lt;em&gt;notasi ritmik&lt;/em&gt;. Kecuali untuk not terakhir, notasi ini memakai empat pukulan yang sama dengan empat ketukan dalam satu birama, semuanya memakai teknik iringan gitar yang sudah disinggung pada suatu pelajaran sebelumnya: &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt;. Not pada birama terakhir dihitung selama empat ketukan tapi dimainkan sekali saja pada gitarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, notasi ritmik ini diawali dan diakhiri garis ganda bertitik dua. Dua garis ganda bertitik dua yang mengapit satu birama atau lebih berarti Anda harus mengulangi latihan iringanmu – dan tentu nyanyian atau lagu yang memakai tanda ulang ini – sekali lagi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVw0AeyuXI/AAAAAAAAAP4/k75-OVV4krQ/s1600-h/Notasi+ritmik1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221203381790620018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVw0AeyuXI/AAAAAAAAAP4/k75-OVV4krQ/s320/Notasi+ritmik1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa melakukan latihan lebih dari dua kali kalau Anda belum menguasai grip akord dan ketukan dengan baik. Sebagai pemula, Anda lebih mudah mernguasai suatu latihan bermain gitar kalau tempo lagu diperlambat. Nanti sesudah mahir, Anda bisa menaikkan temponya sesuai kemahiranmu.Model akord G pada birama keempat bisa Anda variasikan dengan model akord G yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akord Tonika, Dominan, dan Subdominan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tangganada diatonik mayor dalam ilmu musik Barat punya suatu nada pusat. Nada itu menjadi semacam pelabuhan yang tenang, tempat kapal musikal mulai berlayar mengarungi laut musikal yang tenang, agak tidak tenang, tidak tenang tapi selalu kembali ke pelabuhan asalnya yang tenang. Nada pusat yang dibayangkan sebagai pelabuhan pusat itu disebut &lt;em&gt;tonika&lt;/em&gt; – beda artinya dengan &lt;em&gt;Tonikum&lt;/em&gt;, sejenis minuman untuk kesehatan. Dalam tangganada mayor, tonika lazimnya adalah not pertama (dan perulangannya pada satu oktaf) dari suatu tangganada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tangganada diatonik mayor C, not do atau C adalah tonika. Akord yang dibentuk berdasarkan tonika disebut akord tonika: akord C mayor. Not-not lain yang bisa menggantikan not do atau C sebagai tonika adalah mi (E) dan sol (G). Dengan demikian, suatu lagu bisa dimulai dengan C, E atau G lalu berakhir dengan salah satu dari ketiga not ini: C, E, atau G. Nada dasar adalah istilah lain untuk tonika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tonika bersifat tenang, stabil, dan bulat. Karena sifatnya, ia dipakai untuk menutup sebagian atau suatu lagu mayor. Akord tonika yang berkembang dari not ini, karena itu, dipakai untuk menutup lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soko guru kedua dari konstruksi harmonik Barat disebut akord dominan. Dalam tangganada mayor C, not paling bawah akord ini adalah not kelima dari not pertama, yaitu not sol (G). Akord G yang dikembangkan dari not ini disebut akord dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akord dominan bersifat tidak tenang. Ketegangan bunyi musikal yang ditimbulkan kombinasi notnya menghendaki ketenangan. Ketenangan itu diperoleh kalau akord dominan kembali ke akord tonika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soko guru ketiga dari ilmu harmoni Barat disebut akord subdominan, secara harfiah berarti akord yang berada “di bawah dominan”. Dalam tangganada diatonik mayor C, ia adalah not keempat, yaitu fa (F), dihitung dari not pertama tangganada ini. Karena itu, ia memang dibayangkan sebagai berada di bawah not dominan. Dengan kata lain, not subdominan mendahului not dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti akord dominan, akord subdominan pun bersifat tegang meski tidak setegang akord dominan. Akord subdominan karena itu ingin kembali ke akord tonika supaya bisa mencapai ketenangannya di sana. Akord subdominan dipakai sebagai variasi terhadap akord tonika dan mendahului akord dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Balikan-Balikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitar yang Anda mainkan untuk mengiringi irama lagu disebut &lt;em&gt;gitar irama, gitar ritme, gitar iringan,&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;rhythm guitar&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris. Dibanding dengan gitar melodi (&lt;em&gt;lead guitar&lt;/em&gt;), gitar irama kurang banyak menjelajahi balikan-balikan akord. Biasanya yang dihasilkan gitar iringan adalah semacam rangkaian blok akord: urutan not yang membentuk akordnya sudah tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika Anda menyanyi, memainkan lagu secara instrumental, atau mencipta lagu, Anda terlibat dalam atau melibatkan akord-akord dasar dan balikan-balikannya. Balikan-balikan sebagai akibatnya muncul dalam melodi. Sebagai pemula, Anda, karena itu, perlu memahami lebih jauh balikan-balikan dari not-not dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut balikan pertama dan kedua dari ketiga akord utama kita: C, F, dan G. Yang dipakai untuk balikan-balikan adalah triad ketiga akord ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVuL0j-QqI/AAAAAAAAAPg/LXF-E723e6A/s1600-h/Balikan+tiga+akord+utama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221200492373099170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVuL0j-QqI/AAAAAAAAAPg/LXF-E723e6A/s320/Balikan+tiga+akord+utama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Anda perhatikan bahwa model grip akord tetap sama meskipun susunan notnya mengalami balikan-balikan. Susunan not dasar setiap akord utama tadi dan balikan-balikannya akan Anda pakai untuk menciptakan lagumu sambil mengiringinya dengan berbagai kombinasi ketiga akord tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh berikut adalah uraian not-not setiap akord utama tadi dan balikan-balikannya menjadi suatu rangkaian melodi. Karena not yang dipakai berasal akord yang berlaku, maka melodi yang diciptakan bersifat akordal, disingkat melodi akordal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melatih melodi akordal ini, pakailah pukulan down-strum untuk setiap ketukan dalam lagu ini. Pakailah hanya satu pukulan gitar untuk not terakhir lagu ini. Sambil memainkan gitarmu, deham, siul, atau bunyikanlah melodinya. Anda bisa mengulangi latihanmu sampai menguasai akord dan lagunya dan terutama membentuk rasa akordal atau rasa harmonik yang tepat untuk melodi yang Anda iringi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVvd16dUWI/AAAAAAAAAPo/-Kgl3ENRfhc/s1600-h/Latihan+balikan+akord+utama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221201901485117794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVvd16dUWI/AAAAAAAAAPo/-Kgl3ENRfhc/s320/Latihan+balikan+akord+utama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suarakan atau bunyikanlah rangkaian not akordal dalam lagu berikut. Kemudian, tentukanlah akord utama manakah yang cocok untuk suatu rangkaian not. Apakah itu C, F, atau G? Tuliskanlah lambang akordnya di atas garis yang tersedia. Akhirnya, suarakan atau bunyikanlah seluruh melodi sambil mengiringinya dengan gitarmu. Pakailah pukulan&lt;em&gt; down-strum&lt;/em&gt; yang sama. Jawaban yang betul diberikan di akhir pelajaran ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVwNo4smzI/AAAAAAAAAPw/DVHwgj3qX1A/s1600-h/Menentukan+akord+melodi1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221202722621791026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVwNo4smzI/AAAAAAAAAPw/DVHwgj3qX1A/s320/Menentukan+akord+melodi1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya ingin membuat laguku sendiri, bolehkahsaya memakai urutan apa saja dari ketiga akord utama tadi? Anda bertanya. Tidak. Ada aturan baku yang harus Anda patuhi. Dalam tangganada diatonik mayor C, dua urutan yang lazim dari ketiga akord utama ini demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tonika-Subdominan-Dominan-Tonika: C-F-G-C&lt;br /&gt;· Tonika-Subdominan-Tonika-Dominan-Tonika: C-F-C-G-C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua urutan akordal yanhg lazim ini bisa diperkuat dengan suatu akord dominan yang akan dibicarakan lebih jauh. Itulah akord dominan ketujuh: G7, suatu perluasan akord G. Kalau G7 ditambahkan, urutan tadi bisa menjadi demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tonika-Subdominan-Dominan Ketujuh-Tonika: C-F- G-G7-C&lt;br /&gt;· Tonika-Subdominan-Tonika-Dominan-Dominan Ketujuh-Tonika: C-F-C-G-G7-C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakailah salah satu atau kombinasi kedua urutan lazim tadi – tanpa G7 – untuk menciptakan melodi akordalmu yang pertama sambil mengiringinya. Ciptaanmu boleh secara spontan atau sengaja – dirancang lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akord dominan ketujuh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Not bas triad G adalah sol. Kalau Anda menambahkan not ketujuh dihitung secara bertangga dan dalam posisi naik dari not bas triad G, Anda menemukan not F (fa): sol-la-si-do-re-mi-fa. Susunan akord G7 menjadi G-B-D-F atau sol-si-re-fa. Karena memakai F atau fa sebagai not ketujuh dan sekaligus not paling tinggi dalam akord ini, akord G7 disebut akord dominan ketujuh – dalam tangganada diatonik mayor C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding akord dominan dalam tangganada yang sama, akord G7 menghasilkan efek bunyi musikal yang lebih menegangkan, tajam, sangat tidak menenangkan telinga musikalmu. Ia karena itu perlu ketenangan dengan kembali kepada akord tonika, yaitu C. Akord G7 biasanya dipakai di akhir suatu lagu, pada birama yang berisi not dominan seperti sol, si, re, atau fa sebelum birama terakhir yang memakai akord tonika. Tapi ia juga dipakai di bagian-bagian lain dari melodi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagram akord G7 demikian:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVk86jlm6I/AAAAAAAAAOg/vMxIfkOrwzs/s1600-h/Akord+G7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221190340679408546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVk86jlm6I/AAAAAAAAAOg/vMxIfkOrwzs/s320/Akord+G7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan memakai pukulan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt;, berlatihlah sampai Anda menghasilkan bunyi G7 yang bersih. Kemudian, cobalah gabungkan dengan ketiga akord utama sebelumnya dengan memakai berbagai urutan, semisal C-F-C-G-G7-C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga contoh penggalan melodik mermperjelas pemakaian akord G7 dalam tangganada diatonik mayor C dekat akhir suatu lagu dan juga pada bagian tertentu dalam suatu lagu lain. Penggalan pertama adalah bagian terakhir lagu nasional &lt;em&gt;Satu Nusa Satu Bangsa&lt;/em&gt;, yaitu “kita bela bersama”. Akord dominan G dipakai untuk not re yang bersamaan bunyinya dengan suku kata “ber-” disusul akord dominan ketujuh G7 pada not si dan suku kata “sa-” dan berakhir dengan akord tonika C pada not do dan suku kata “-ma”. Ketika membunyikan urutan ketiga akord tadi, Anda akan mendengarkan urutan bunyi not sol-fa-mi.Penggalan kedua dari suatu versi nyanyian &lt;em&gt;Amin &lt;/em&gt;untuk menutup suatu ibadah Kristen. Sekali lagi, Anda mendengarkan not fa yang berbarengan dengan akord G7 yang berakhir dengan not mi pada akord C. Penggalan melodik ketiga adalah bagian terakhir dari suatu lagu keroncong klasik tahun 1950-an berjudul &lt;em&gt;Waarom Huilt Je Toch, Nona Manis?,&lt;/em&gt; suatu judul lagu dan syair yang menggabungkan bahasa Belanda, Inggris, dan Indonesia. Versi era ini dipopulerkan di antaranya oleh kelompok musikus kawaiian tenar asal Maluku, &lt;em&gt;Rudy Wairata and His Mena Moeria Minstrels&lt;/em&gt;. Sekali lagi, penggalan melodik keroncong ini menunjukkan pemakaian akord G yang disusul G7 di akhir suatu kalimat melodik sebelum akord C dipakai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVjABIaJBI/AAAAAAAAAOY/IOy-y6iPu7E/s1600-h/Penerapan+G7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221188194960811026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVjABIaJBI/AAAAAAAAAOY/IOy-y6iPu7E/s320/Penerapan+G7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Progresi akord C-G-C, C-G7-C, C-G-G7-C, C-G-C-G7-C, atau bahkan G-C-G7-C sering muncul dalam iringan berbagai nyanyian, seperti nyanyian rakyat. Anda bahkan bisa menciptakan lagumu sendiri dengan memakai salah satu dari pola progresi akord yang pada dasarnya mengandalkan urutan tonika-dominan-tonika atau dominan-tonika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Notasi Ritmik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iringan gitarmu yang sejauh ini memakai pukulan down-strum mengikuti empat ketukan per birama sekarang dikembangkan sedikit dengan menambahkan sepasang not yang masing-masing bernilai seperempat. Tapi pukulan gitarmu masih tetap down-strum. Di Indonesia, pola iringan ini bisa didengar pada pukulan ukulele dan gitar enam senar musik hawaiian, seperti yang dimainkan di Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notasi ritmiknya demikian:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVmeGRdH0I/AAAAAAAAAO4/FzOuAlrl20w/s1600-h/Notasi+ritmik2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221192010271891266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVmeGRdH0I/AAAAAAAAAO4/FzOuAlrl20w/s320/Notasi+ritmik2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mainkanlah notasi ritmik ini dengan memakai akord C pada gitarmu empat kali berturut-turut. Lalu, akhirilah dengan satu pukulan akord yang sama pada birama terakhir. Kalau belum mantap, ulangilah latihanmu sampai Anda menguasai grip akord dan pukulan gitarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk latihan ini dan latihan-latihan lain yang menyusul, pola ritme yang Anda bunyikan secara down-strum dicontohkan hanya pada birama pertama. Tanda pukulan ke bawah atau ke atas ditambahkan kalau ada perubahan pada lagu yang Anda iringi sambil nyanyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau notasi ritmik tadi sudah Anda kuasai, Anda sudah siap untuk mengiringi suatu lagu ciptaan saya. Ada tiga tahap latihan untuk menguasai lagu ini. Pertama, berlatihlah untuk menguasai pola pukulan gitar berdasarkan notasi ritmik yang diberikan. Sesudah itu, pelajarilah dan nyanyikanlah lagu ciptaan saya. Akhirnya, nyanyikanlah sambil memakai notasi ritmik yang sudah Anda kuasai untuk mengiringi lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda kesulitan menyanyikan dan mengiringinya karena temponya (MM=80) cepat, mulailah dulu dengan tempo yang lambat, kurang dari 80 ketukan per menit. Tempo yang lambat mempermudah penguasaan latihanmu. Sesudah itu, naikkanlah secara bertahap tempomu sampai mencapai MM=80. Tip ini berlaku juga untuk lagu-lagu lain yang akan Anda pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada bagian yang sulit dari lagu yang Anda pelajari, ulangilah latihanmu pada bagian itu saja sampai Anda menguasainya dengan betul. Ini demi menghemat waktu dan tenagamu sendiri. Tidak bermanfaat mengulangi bagian yang sudah betul. Bukankah sesuatu yang betul atau benar tidak punya masalah? Nanti sesudah bagian yang sulit itu Anda kuasai, Anda boleh mengulangi seluruh lagu, kali ini tanpa kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut latihan pola ritmik dan lagunya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVoDIPpauI/AAAAAAAAAPA/ct3OJZ28hos/s1600-h/Akord+tonika-dominan-tonika.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221193745967966946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVoDIPpauI/AAAAAAAAAPA/ct3OJZ28hos/s320/Akord+tonika-dominan-tonika.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221195106040651378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHVpSS6PnnI/AAAAAAAAAPY/nSyBSLOeyZs/s320/Lagu+tonika-dominan-tonika.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;LATIHAN 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlatihlah sampai Anda menguasai progresi akord di atas. Kemudian, pakailah progresi akord itu untuk mengiringi lagu di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, giliranmu untuk membuat progresi akord tonika-dominan-tonika dan lagumu lalu mengiringinya. Sekali lagi, ciptakanlah lagumu secara spontan atau sengaja. Pilihlah dari beberapa kemungkinan progresi akord tonika-dominan-tonika berikut: C-G-C-G7-C, C-G-G7-C, atau G-C-G7-C. Anda bisa menggandakan salah satu contoh ini, seperti C-G-G7-C-C-G-G7-C atau kombinasi beberapa contoh tadi. Pastikanlah bahwa akord menjelang akhir lagu Anda adalah G7 yang diikuti C. Selamat berlatih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;LATIHAN 1: Jawaban yang betul&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari birama pertama sampai dengan birama terakhir, urutan akordnya demikian: C, F, G, C, C, F, C, G, C &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-8126165270727550617?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/8126165270727550617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=8126165270727550617&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/8126165270727550617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/8126165270727550617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/07/7-memainkan-empat-akord-pertama.html' title='7. Memainkan Empat Akord Pertama'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SHSobGVbTZI/AAAAAAAAANY/wQ9PwKYdFXQ/s72-c/Lambangakord+C.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-7003693010128185817</id><published>2008-07-01T17:30:00.010+07:00</published><updated>2008-07-01T19:07:28.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='triad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='triad minor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='triad mayor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peta akord'/><title type='text'>6. Triad</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu triad adalah suatu akord tiga not yang terdiri dari suatu not khusus ditambah not ketiga dan kelima di atasnya. Not khusus ini bisa dimulai dari not apa saja dalam suatu jenis tangganada. Dalam tangganada diatonik mayor C, not khusus itu bisa C (do), D (re), E (mi), F (fa), G (sol), A (la), dan B (si). Bertolak dari not khusus ini, setiap triad dibentuk oleh dua macam interval ketiga yang ditumpuk satu di atas yang lainnya. Kalau C kita pakai sebagai suatu not khusus, maka triad C dibentuk dari interval ketiga C-E dan interval ketiga E-G menjadi C-E-G. Dengan aturan dasar yang sama, Anda bisa membentuk triad lainnya berdasarkan not khusus lain: D-F-A, E-G-B, F-A-C, G-B-D, A-C-E, dan B-D-F.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis triad ini membentuk akord-akord dasar. Kebanyakan akord dasar dibentuk oleh triad. Dalam aransemen suatu lagu, triad membentuk suatu trio, suatu nyanyian dari tiga suara, seperti sopran, alto, dan tenor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih Kecil dari Triad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada susunan not yang secara melodik dan harmonik lebih kecil dari triad: interval melodik dan interval harmonik. Interval melodik dibentuk oleh dua not yang saling berurutan; interval melodik adalah satuan paling kecil dari melodi. Pasangan not seperti do-do, do-re, mi-sol, la-fa, sol-do, si-re, dan mi-la yang saling berurutan adalah beberapa contoh interval melodik. Interval harmonik adalah dua not yang dibunyikan secara serentak; interval harmonik adalah satuan paling kecil dari harmoni. Nyanyian duet atau petikan gitar melodi yang menghasilkan duet adalah dua contoh dari interval harmonik. Biasanya, interval ketiga yang dipakai untuk membentuk duet. Di samping itu, ada interval kedua, keempat, kelima, dan keenam yang dipakai juga untuk membentuk duet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Membentuk Triad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus kita selanjutnya pada triad. Memahami cara membentuk triad adalah langkah pertama ke arah pemahaman tentang cara membentuk akord yang lebih rumit. Ia juga adalah langkah pertama ke arah pemahaman tentang progresi yang diciptakan ketika akord-akord diurutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Not dasar, ketiga, dan kelima&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not pertama dari suatu triad, yang sekaligus menetapkan namanya, disebut &lt;em&gt;not dasar&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;root&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris. Not dasar adalah not fundamental; ia punya hubungan yang sama pada suatu triad seperti suatu not pertama – disebut &lt;em&gt;tonika&lt;/em&gt; – punya hubungan dengan suatu tangganada. Di samping not dasar, suatu triad berisi suatu not yang membentuk interval ketiga di atasnya; ia disebut not ketiga atau &lt;em&gt;third&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris. Suatu interval kelima yang dibentuk dari not dasar disebut not kelima atau&lt;em&gt; fifth&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triad C dalam kunci trebel dan bas akan memperjelas ketiga macam triad tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoJNbcDRoI/AAAAAAAAAMY/37DT3Dp85-c/s1600-h/Triad1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoJ0kz-kNI/AAAAAAAAAMg/SWCOkqS08Vc/s1600-h/Triad1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217993917101674706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoJ0kz-kNI/AAAAAAAAAMg/SWCOkqS08Vc/s320/Triad1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Triad mayor dan minor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ada dua macam triad yang sangat lazim: &lt;em&gt;triad mayor&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;triad minor&lt;/em&gt;. Apa persamaan dan perbedaannya? Kedua-duanya dibentuk oleh not dasar, not ketiga, dan not kelima, tapi kedua-duanya berbeda dalam kualitas atau sifat intervalnya. Interval pertama yang dibentuk oleh not dasar dan not ketiga dari suatu triad mayor menghasilkan suatu interval ketiga mayor: ada lima setengahnada dalam interval ini. Interval pertama yang dibentuk oleh not dasar dan not ketiga dari suatu triad minor menghasilkan suatu interval ketiga minor: ada empat setengahnada dalam interval ini. Tapi not dasar kedua jenis triad membentuk interval kelima murni, seperti do-sol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peta akord&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peta akord &lt;em&gt;(chord charts)&lt;/em&gt; adalah suatu cara lazim untuk menandakan triad mayor dan minor. Tanda itu berbentuk nama huruf untuk triad mayor dan minor. Triad mayor dalam tangganada diatonik mayor C, misalnya, ditandai sebagai C: suatu lambang untuk C mayor. Triad minor dalam tangganada yang sama ditandai sebagai Cmin, Cmi, Cm, atau C-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan not untuk kedua jenis triad ini dan lambang akordnya – dalam kunci trebel dan bas – demikian:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoKTVPwhfI/AAAAAAAAAMo/Zs-eRudKdWY/s1600-h/Triad2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217994445499172338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoKTVPwhfI/AAAAAAAAAMo/Zs-eRudKdWY/s320/Triad2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu peta akord, notasi ini tampak demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217994952818948866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoKw3KN-wI/AAAAAAAAAMw/3KAleHAw3dU/s320/Triad3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap garis miring dalam peta akord ini menandakan satu ketukan. Dalam jenis birama 4/4, akord C dan Cm masing-masing mendapat dua ketukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuh triad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Agar Anda memahami triad lebih baik, pelajarilah ketujuh triad berikut dalam tangganada diatonik mayor C. Ini suatu penyempitan dari akord yang biasanya disusun dari empat not atau lebih. Kalau Anda lupa atau kurang ingat apa itu interval mayor (besar), minor (kecil), murni &lt;em&gt;(perfect&lt;/em&gt;), lebih (&lt;em&gt;augmented&lt;/em&gt;), atau kurang (&lt;em&gt;diminished&lt;/em&gt;), segarkanlah ingatanmu dengan mempelajari kembali kualitas atau sifat-sifat interval dalam Pelajaran 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu tambahan tentang ciri interval murni keempat dan kelima. Sudah dijelaskan bahwa interval murni keempat dan kelima tidak bisa menjadi besar atau kecil dan sebaliknya. Tapi kedua-duanya bisa menjadi kurang atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan lambang akord Fm dan Gm yang lumrah dalam musik pop? Sesuai aturan, interval keempat dan kelima murni tidak bisa dikurangi menjadi minor. Tapi interval keempat murni F dan kelima murni G malah punya bentuk minor. Mengapa begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-duanya bukan bagian dari tangganada mayor C tapi dipinjam dari tangganada lain dan dipakai dalam tangganada ini. Fm ada, misalnya, dalam tangganada diatonik mayor Ab sebagai triad keenam dalam tangganada ini. Sementara itu, Gm ada, misalnya, sebagai triad kedua dalam tangganada diatonik mayor F. Ketika dipinjam dan dipakai dalam tangganada mayor C, akord Fm dan Gm memberi sifat-sifat tertentu, seperti sifat sedih, pada suatu lagu. (Pokok tentang peminjaman triad atau akord dari luar suatu tangganada akan dibicarakan pada pelajaran lain.)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoL0Mc3CoI/AAAAAAAAAM4/HEjQruRXRX8/s1600-h/Triad4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217996109585517186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoL0Mc3CoI/AAAAAAAAAM4/HEjQruRXRX8/s320/Triad4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anda memerhatikan bahwa dalam tangganada diatonik mayor C ada tiga triad mayor (C,F,G); tiga triad minor (Dm, Em, Am); dan satu triad (&lt;em&gt;diminished&lt;/em&gt; Bo). Setiap triad bisa diperbesar atau diperkecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triad mayor C bisa diperluas dengan menaikkan not kelima (dihitung dari not dasar) setinggi setengahnada menjadi triad lebih, diperkecil dengan menurunkan not ketiganya serendah setengahnada menjadi triad minor, atau diperkecil lagi dengan menurunkan not ketiganya serendah setengahnada juga menjadi triad kurang. Triad C lebih dilambangkan pada peta akord sebagai Caugm atau C+; salah lambang untuk triad minor C adalah Cm; dan salah satu lambang untuk triad C kurang adalah Co. Not kelima triad F dan G bisa diperbesar setinggi setengahnada menjadi triad lebih (F+ dan G+); sebaliknya, not kedua setiap triad ini bisa dperkecil serendah setengahnada menjadi triad kurang (Fdim dan Gdim).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Not ketiga triad minor Dm, Em, dan Am yang dinaikkan setengahnada memperluas setiap triad menjadi mayor: D, E, A. Ketiga triad mayor ini sebenarnya tergolong pada tangganada mayor yang lain, yaitu D, E, dan A dan juga pada tangganada lain seperti G dan A. (Pokok ini akan dibicarakan kemudian.) Kalau not kelima ketiga triad minor ini Anda turunkan setengahnada, Anda menghasilkan tiga triad kurang: Ddim, Edim, dan Adim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triad Bo bisa Anda perbesar dua kali. Pertama, naikkanlah not kelima triad ini setinggi setengahnada dan Anda mendapatkan triad minor: Bm. Kedua, naikkanlah not ketiga triad minor setinggi setengahnada juga dan Anda mendapatkan triad B mayor yang disederhanakan menjadi B. Untuk kembali ke Bdim, turunkanlah B mayor dua kali: mula-mula ke Bm lalu ke Bdim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetaklah latihan ini agar Anda mudah mengerjakannya. Tuliskanlah lambang akord yang betul dari setiap triad berikut pada garis yang tersedia di bawahnya. Sebagai suatu contoh penjelasan, lambang akord untuk triad pertama adalah C+. Jawaban untuk latihan ini tersedia di akhir pelajaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217996803115458146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoMckDSHmI/AAAAAAAAANA/d7d5-3YbXkY/s320/Latihan+Triad1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetaklah latihan ini agar Anda mudah mengerjakannya. Tambahkanlah secara betul not ketiga dan kelima untuk not dasar yang diberikan. Lambang akord untuk triad yang akan Anda susun diberikan di bawah not dasar. Latihan ini berdasarkan tangganada diatonik mayor C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh jawaban yang betul, Edim dibentuk oleh susunan not E-G-Bb. Kemudian, Gm disusun dari triad G-Bb-D. Jawaban betul selebihnya diberikan di akhir pelajaran ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGocntueFHI/AAAAAAAAANQ/WYYLtE1sMzI/s1600-h/Latihan+2+Triad.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218014586877121650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGocntueFHI/AAAAAAAAANQ/WYYLtE1sMzI/s320/Latihan+2+Triad.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jawaban yang Betul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kiri ke kanan untuk&lt;br /&gt;paranada 1: C+, Cdim, D, Do&lt;br /&gt;paranada 2: E, Fm, F#dim, G&lt;br /&gt;paranada 3: A, Bm, B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali untuk C+, setiap jawaban yang betul diberi nilai 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 2&lt;br /&gt;Susunan not yang betul dari triad di luar Edim dan Gm demikian: Ddim: D-F-Gb; Cmin: C-Eb-G; F#dim: F#-A-C; Ami: A-C-E; Bm: B-D-F#; A: A-C#-E; Ebo: Eb-Gb-Bbb; F+: F-A-C#; Ab: Ab-C-Eb; dan Gaugm: G-B-D#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jawaban yang betul diberi nilai 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor&lt;br /&gt;10: sempurna&lt;br /&gt;9: bagus sekali&lt;br /&gt;8: bagus&lt;br /&gt;7: cukup&lt;br /&gt;6: agak cukup&lt;br /&gt;5: kurang&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-7003693010128185817?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/7003693010128185817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=7003693010128185817&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/7003693010128185817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/7003693010128185817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/07/6-triad.html' title='6. Triad'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SGoJ0kz-kNI/AAAAAAAAAMg/SWCOkqS08Vc/s72-c/Triad1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-6256398459570248869</id><published>2008-06-23T12:44:00.020+07:00</published><updated>2008-06-25T22:05:23.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='setelan gitar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papan fret'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diagram akord'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gitar akusttik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='down-strum'/><title type='text'>5. Bermain Gitar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pelajaran pada bab berikut tentang &lt;em&gt;triad&lt;/em&gt;, susunan tiga not secara vertikal menurut aturan tertentu yang dibunyikan atau dinyanyikan secara serentak. Untuk memahaminya lebih baik, Anda perlu memainkannya pada gitar. Bab ini ditujukan bagi pemula yang belum tahu aturan-aturan yang baik dan benar tentang bermain gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memilih Gitar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran tentang &lt;em&gt;Akord dan Progresi Akord&lt;/em&gt; tidak akan efektif kalau Anda tidak melatihnya dengan memakai gitar enam senar. Karena itu, Anda perlu punya sebuah gitar, sebaiknya milik sendiri. Anda bisa meminjam gitar, tapi pastikanlah bahwa risiko cacat, kerusakan, atau malah hilangnya gitar pinjaman itu adalah tanggung jawabmu sendiri kepada pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai bentuk dan merek gitar yang bisa Anda beli di toko-toko yang menjualnya. Ada yang keren dan mahal buatan luar negeri atau dirakit di dalam negeri dengan seizin pabriknya di luar negeri, seperti Yamaha. Ada yang murah, bentuknya menarik, buatan dalam negeri, seperti yang dibuat di Solo atau Bandung. Ada juga yang harganya di antara kedua jenis gitar tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada gitar akustik dan gitar listrik. Gitar akustik memakai senar nilon atau kawat (&lt;em&gt;steel&lt;/em&gt;). Gitar akustik yang memakai kawat pun masih ada spesifikasinya: ada yang enam senar, ada yang dua belas senar, dan ada yang punya lubang untuk menyambungkannya pada pengeras suara. Gitar listrik memakai kawat; bunyinya diperkuat melalui aliran listrik. Mana yang harus Anda beli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belilah gitar akustik enam senar yang memakai nilon (bunyinya halus, bening, dan nyaring) atau kawat (bunyinya “terang”). Ia paling murah dibanding dengan gitar listrik. Ia praktis karena mudah dibawa ke mana-mana. Ia juga tidak memakai listrik karena ia tidak memakai penguatan melalui spiker; selain itu, ia bisa dimainkan di tempat yang tidak ada aliran listriknya. Gitar akustik macam ini bisa buatan luar negeri dengan izin perakitan di dalam negeri, seperti Yamaha, atau bisa buatan dalam negeri. Tergantung kemampuan keuangan Anda, belilah gitar yang memenuhi syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Papan fret melengkung&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Periksalah apakah papan fretnya – tangkai gitar yang bagian atasnya dibagi-bagi oleh sekat-sekat batang besi atau tembaga – melengkung atau tidak. Papan itu memang dikuatkan dengan besi di dalamnya supaya ia tidak menjadi bengkok karena tekanan senar-senar yang dikencangkan dan dipakai selama berbulan-bulan. Papan fret yang melengkung menurunkan mutu nada gitarnya. Janganlah membeli gitar dengan papan fret yang bengkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ujung jari sakit ketika menekan senar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda baru pertama kali bermain gitar, Anda perlu menekan senar-senar gitar ke papan fret. Ujung-ujung jari yang barangkali masih halus akan terasa sedikit sakit. Ini normal. Lama-kelamaan, ujung-ujung jarimu yang makin tebal tidak akan merasa sakit lagi kalau senar-senar Anda tekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada gitar – biasanya, buatan dalam negeri atau lokal – yang senarnya menimbulkan rasa sakit kalau ditekan. Rasa sakit di ujung jari makin terasa kalau Anda memainkan gitar makin mendekati bodi gitarnya, tempat melodi atau akord yang Anda hasilkan makin tinggi. Apa penyebab rasa sakitmu? Amatilah ketinggian posisi senar dengan permukaan papan fret di bawahnya. Ternyata jaraknya sedikit lebih tinggi dibanding dengan jarak yang sama pada gitar yang memenuhi syarat, seperti gitar nilon Yahama. Ketinggian senar macam inilah yang mengakibatkan ujung jarimu terasa sakit. Janganlah membeli gitar macam ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebaliknya, ada gitar buatan lokal yang senarnya begitu dekat dengan papan fret sehingga bunyi akord yang Anda hasilkan pecah, kurang jernih. Anda akan merasakan juga bahwa tekanan jarimu pada fret sangat mudah dan - untuk pemula - tidak menimbulkan rasa sakit. Janganlah beli gitar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akord makin pales&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu tanda lain dari gitar yang tidak memenuhi syarat adalah kekurangannya dalam menghasilkan kualitas bunyi akord yang sama ketika akord Anda bunyikan pada fret apa pun – mulai dari akord dekat nut sampai dengan akord dekat bodi gitar. Cobalah mainkan suatu akord seperti F dan pindahlah dari satu fret ke fret lain – dari kiri yang paling rendah sampai dengan kanan yang paling tinggi. Dengarkanlah dengan teliti apakah ada senar yang pales atau tidak. Biasanya, bunyi akord pada ketiga fret pertama merdu. Tapi kalau Anda memainkan akord pada fret ke-4, ke-5, ke-6, dan seterusnya, Anda bisa mendengarkan bunyi senar yang pales. Kalau gitar yang Anda tes itu memang menghasilkan akord yang kemerduannya tidak konsisten, janganlah beli gitar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kalau awam, mintalah bantuan pakar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau Anda bingung menentukan gitar manakah yang paling baik untuk Anda beli? Mintalah bantuan seorang pakar, seperti kawan, saudara, kerabat, orang tua, atau guru. Dia akan dengan senang hati menolong Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setelan standar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat apa itu? Untuk pelajaran kita, gitar itu punya enam senar dengan setelan standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau gitar itu Anda pegang dalam posisi duduk, senar paling tipis ada di atas lututmu sementara senar paling tebal ada di bawah dada atau dagumu. Di antara kedua senar paling ujung ini, ada empat senar lain dengan tingkat ketipisan atau ketebalan yang berbeda-beda. Setiap senar ditandai suatu angka khusus. Senar paling tipis ditandai angka 1, senar paling tebal ditandai angka 6. Senar kedua, ketiga, keempat, dan kelima sesudah senar 1 berturut-turut ditandai dengan angka 2, 3, 4, dan 5. Jadi, dari bawah ke atas, keenam senar gitar itu ditandai angka 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Setelan standar untuk gitar sudah dijelaskan dalam bab satu. Tapi untuk menyegarkan ingatan Anda, saya ulangi setelan standar itu lagi, dari senar paling tebal (senar ke-6) ke senar paling tipis (senar ke-1): E A D G B E atau mi la re sol si mi. Setelan ini dalam posisi terbuka; artinya, Anda tidak menekan dengan jarimu senar apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat, contoh setelan standar berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF85oOlm_pI/AAAAAAAAAIE/jJw0QES_8aI/s1600-h/Enam+Senar+Terbuka.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214950256791715474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF85oOlm_pI/AAAAAAAAAIE/jJw0QES_8aI/s320/Enam+Senar+Terbuka.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nut&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fret 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fret 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fret 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fret 4&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Senar             &lt;strong&gt;6&lt;/strong&gt;       &lt;strong&gt;5&lt;/strong&gt;      &lt;strong&gt;4&lt;/strong&gt;      &lt;strong&gt;3&lt;/strong&gt;        &lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;      &lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;                       E       A      D     G       B      E&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Acuan setelan gitar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau senar-senar gitarmu belum disetel mengikuti urutan not tadi, Anda harus menyetelnya. Setelan standar gitarmu harus disesuaikan dengan suatu acuan setelan yang berlaku umum di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acuan ini bisa sebuah gitar lain, penala, suling tingginada (&lt;i&gt;pitch pipe&lt;/i&gt;), piano, organ, keyboard, atau instrumen musikal lain. Gitar lain itu sudah disetel sesuai acuan universal tadi. Ada penala dibunyikan pada nada A atau C. Karena itu, setelan gitarmu yang mengacu pada nada A di penala bisa Anda terapkan pada senar A, senar ke-5. Tapi nada A pada senarmu harus lebih rendah dari nada yang sama tapi lebih tinggi pada penalamu. Kalau Anda memakai penala yang menghasilkan nada dasar C, mulailah menyetem senar ke-2. Tekanlah senar ke-2 fret ke-1 dengan jari tengahmu lalu setemlah gitarmu sampai nadanya sama dengan nada C pada penala. Yang paling mudah adalah memakai suling tingginada yang dibuat khusus untuk setelan standar gitarmu. Ia dijual di toko-toko khusus, seperti toko yang menjual alat-alat musik. Suling ini punya enam lubang yang menghasilkan urutan not gitar enam senarmu: E A D G B E. Cocokkanlah setelan gitarmu dengan suling tingginadamu. Anda bisa juga memakai piano, organ, dan keyboard untuk membantu Anda menyetem gitarmu. Carilah dahulu C tengah; dalam notasi angka, ia dibunyikan sebagai do tanpa titik di atas atau di bawahnya. Dari C titik tengah, Anda turun atau naik untuk menuntun penyeteman gitarmu pada not E A D G B E. Instrumen lain, seperti suling, bisa juga Anda pakai untuk membantu penyeteman gitarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyeteman gitarmu membutuhkan ketajaman pendengaran. Urutan not pada gitarmu harus berbunyi persis sama dengan sumber acuannya – 100 persen persis! Mengiringi lagu dengan setelan yang pales akan mengurangi kesenangan bermain gitar, mengganggu pendengar musikal pendengarmu, dan menghasilkan bunyi-bunyi musikal pales yang bertabrakan dengan bunyi-bunyi akord standar dari alat-alat musik seperti piano dan organ dan bahkan dengan gitar lain yang setelannya sudah standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, lebih baik Anda bersabar sampai mencapai setelan gitar yang prima sebelum Anda memainkannya. Penyeteman gitar yang paling baik membutuhkan ketenangan supaya telingamu bisa mendeteksi penyeteman yang pales tapi halus sekali. Anda tidak boleh mentoleransi sekecil bakteri apa pun penyeteman yang pales tapi halus sekali itu! Pokoknya, setelan gitarmu harus sempurna – 100 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau telinga musikalmu belum terlatih baik untuk mendeteksi setelan pales yang sangat kentara atau halus, ada tiga cara yang bisa Anda tempuh untuk mengatasinya. Ini sekaligus latihan bagi kepekaan telinga musikal Anda. &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mintalah bantuan orang lain yang Anda tahu punya telinga musikal yang sangat peka. Dia mampu menolongmu menghasilkan setelan gitar dengan bunyi yang seratus persen sempurna.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau Anda sudah punya telinga musikal yang peka, dengarkanlah setiap pasangan senar – senar 1 dan 2, senar 2 dan 3, senar 3 dan 4, dan seterusnya – untuk memastikan bahwa kedua-duanya menghasilkan tingginada yang seratus persen sama. Kalau salah satu masih pales, samakan nadanya dengan nada senar lain. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam proses pengecekan ulang ini, hati-hatilah untuk tidak mengubah setelan standar dari salah satu senar. Kalau toh salah satu ternyata sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dari setelan standar, Anda harus kembali menyamakannya dan senar lain dengan sumber acuan penyetemannya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perhatikan cara kedua berikut:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF87Gmdse9I/AAAAAAAAAIM/3TJT5yk68F8/s1600-h/Setelan+Gitar1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214951878108675026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF87Gmdse9I/AAAAAAAAAIM/3TJT5yk68F8/s320/Setelan+Gitar1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan&lt;/i&gt;: Senar-senar yang ditandai x tidak boleh dibunyikan. Tanda bundar hitam menunjukkan tempat anda menekankan jari tengah. Tanda bundar putih menandakan senar terbuka, senar yang tidak ditekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengecek ulang penyeteman gitarmu apakah sudah selaras atau tidak, tekanlah dengan jarimu senar kedua pada fret ke-5. Bunyikanlah senar yang ditekan ini berganti-gantian atau bersamaan dengan senar ke-1. Samakanlah bunyi kedua senar itu kalau salah satu masih pales, yaitu, berbunyi sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari pasangan senar ke-1 dan ke-2, pindahlah sekarang ke pasangan senar ke-2 dan ke-3 fret ke-4. Samakan bunyinya kalau salah satu masih pales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF87c_M372I/AAAAAAAAAIU/zfO_gfOxnqY/s1600-h/Setelan+Gitar2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214952262706130786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF87c_M372I/AAAAAAAAAIU/zfO_gfOxnqY/s320/Setelan+Gitar2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pindahlah ke pasangan senar ke-3 dan ke-4 pada fret ke-5. Samakanlah bunyi kedua senar itu kalau salah satu di antaranya masih pales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF8_Nx5TcXI/AAAAAAAAAIc/RzipERrV25A/s1600-h/Setelan+Gitar3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214956399482859890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF8_Nx5TcXI/AAAAAAAAAIc/RzipERrV25A/s320/Setelan+Gitar3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, ceklah kesamaan bunyi pasangan senar ke-4 dan ke-5, juga pada fret ke-5. Apakah ada yang masih pales? Setem kembali sampai kedua senar sama bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF9AXOtMQqI/AAAAAAAAAIk/aerBKENwULU/s1600-h/Setelan+Gitar4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214957661347136162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF9AXOtMQqI/AAAAAAAAAIk/aerBKENwULU/s320/Setelan+Gitar4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, ceklah pasangan senar ke-5 dan ke-6, masih pada fret ke-5. Samakanlah bunyinya kalau ada senar yang bunyinya masih pales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF9BOyJJ_uI/AAAAAAAAAIs/8WtdIP8MjDo/s1600-h/Setelan+Gitar5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214958615752474338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF9BOyJJ_uI/AAAAAAAAAIs/8WtdIP8MjDo/s320/Setelan+Gitar5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda masih harus mengulang prosesur pengecekan ulang ini dari pasangan senar ke-1 dan ke-2 lagi. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada bunyi pales sekecil apa pun, sehalus mana&lt;br /&gt;pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cek keselarasan bunyi gitarmu sekali lagi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selesai pengecekan ulang keselarasan bunyi gitarmu? Belum. Kalau Anda sdah menguasai grip beberapa akord dasar (seperti C, D, E, F, G, dan A), cobalah mainkan akord-akord ini. Dengarkanlah keserasian bunyi akordnya. Kalau ada yang bunyinya kurang serasi, setem ulang senar yang menimbulkan bunyi agak pales itu. Jangan lupa untuk mengecek ulang seluruh penyeteman ulangmu dengan sumber acuan bunyi gitarmu: suling tingginada, piano, organ, dan lain-lain. Kalau semuanya sudah beres, Anda sekarang boleh mulai bermain gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah berpuas diri dengan bermain gitar, Anda menyimpannya. Sesudah satu-dua hari kemudian, Anda kembali bermain gitar. Apa yang pertama-tama harus Anda buat? Cek ulang penyeteman gitarmu untuk memastikan bahwa bunyinya tetap merdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Memainkan Gitar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memainkan gitar dalam posisi duduk atau berdiri. Untuk latihan-latihan dalam buku ini, Anda dianjurkan untuk duduk. Biarkanlah posisi berdiri Anda pakai ketika tampil menyanyi di depan umum, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakailah sebuah kursi dengan ukuran tinggi dan sandaran bahu yang nyaman untuk latihanmu bermain gitar. Anda yang tingginya 1.80 meter atau lebih, misalnya, sulit duduk dengan nyaman pada sebuah kursi yang sangat rendah dan kecil. Sebaliknya, Anda dengan tubuh berukuran pendek tentu tidak akan memilih duduk pada sebuah kursi bundar (&lt;i&gt;stool&lt;/i&gt;) yang terlalu tinggi sehingga kedua kakimu bergantung di atas lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki kananmu harus Anda naikkan melalui suatu penopang. Topangan ini akan membantu Anda memainkan gitarmu dengan mantap. Supaya Anda mainkan dengan mantap, letakkanlah lekukan gitar pada paha kananmu begitu rupa sehingga posisi badan gitarmu lurus. Lekukkan tangan kananmu pada persendiannya untuk menahan badan gitar pada ujungnya sementara lengan dan jari-jarimu siap memainkan senar-senar gitarmu. Pakailah jari-jari tangan kirimu untuk menekan akord-akord pada fret-fret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bunyi gitar yang jernih&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hasilkanlah pukulan gitar yang bersih atau jernih dengan tekanan jari yang kokoh dan tepat dan gerakan naik-turun pergelangan tangan kirimu. Kali pertama Anda membunyikan senar-senar yang ditekan dengan jari, apakah Anda menghasilkan bunyi yang pecah, kurang jernih atau bersih? Kalau memang demikian, bunyi ini bisa disebabkan oleh tiga hal. Pertama, tekanan jarimu kurang kokoh. Cobalah tekan jarimu lebih kuat sampai Anda menghasilkan pukulan yang jernih. Kedua, kukumu yang panjang mengurangi tekanan jarimu. Guntinglah kuku itu sehingga hanya ujung daging jarimu saja yang menekan senar. Ketiga, bisa juga bunyi yang kurang jernih itu disebabkan penempatan jarimu yang kurang tepat. Untuk menghasilkan bunyi yang jernih, selalulah tekan senar dekat dengan batangan fret. Jari yang menekan senar di antara dua batangan fret sering menimbulkan bunyi gitar yang pecah, kurang bersih atau jernih. Pendek kata, biasakanlah dirimu menghasilkan bunyi gitar yang bersih, tidak pecah, karena itulah yang betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mudah membacanya, taruhlah lembaran latihanmu pada sebuah permukaan yang datar. Kalau Anda punya uang, belilah sebuah stan untuk meletakkan lembaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memainkan Akord&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemula, akord-akord pertama yang Anda mainkan adalah akord-akord dasar. Dalam tangganada diatonik mayor C, akord-akord ini adalah C, F, G. Ini disusul Akord Dm, Em, Am, dan Bm. Akord-akord ini paling gampang untuk Anda mainkan karena Anda membentuknya pada keempat fret pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diagram akord&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akord-akord Anda pelajari dengan bantuan diagram akord. Ini akan menunjukkan secara tepat tempat Anda menempatkan jari-jari tangan kirimu supaya Anda bisa memainkan suatu akord khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu diagram akord adalah suatu kotak bergaris mendatar dan tegak-lurus. Ia mewakili senar dan fret gitar.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF9Cdij0YZI/AAAAAAAAAI0/T1Vt-4tmMIE/s1600-h/Diagram+Akord1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214959968779002258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF9Cdij0YZI/AAAAAAAAAI0/T1Vt-4tmMIE/s320/Diagram+Akord1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini suatu contoh diagram akord C. Tanda x menandakan bahwa senar ke-6 tidak boleh dibunyikan. Senar ke-1 dan ke-3 yang diberi tanda bulat Anda mainkan tanpa menekannya. Bulatan hitam menandakan senar yang Anda tekan dan pada fret manakah senar itu Anda tekan. Angka 1, 2, dan 3 menunjukkan jari-jari yang Anda pakai untuk menekan senar pada papan fret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, Anda memakai empat jari untuk memainkan akord. Ada empat angka yang dipakai untuk menandakan jari-jari yang Anda pakai.&lt;br /&gt;· Angka 1: jari telunjuk&lt;br /&gt;· Angka 2: jari tengah&lt;br /&gt;· Angka 3: jari manis&lt;br /&gt;· Angka 4: jari kelingking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, urutan bunyi akord yang Anda hasilkan dari akord C tadi dari senar ke-5 ke senar ke-1 – adalah do-mi-sol-do-mi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memainkan &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemula, Anda akan memainkan akord-akord dari senar paling rendah sesuai diagram akord ke senar paling tinggi. Senar-senar itu Anda bunyikan serentak. Memainkan akord-akord dengan gerak jari-jari dari atas – dari senar paling rendah – ke arah bawah – ke senar paling kecil – disebut &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt; dalam bahasa Inggris, secara harfiah berarti “pukulan senar ke arah bawah”. Cara bakunya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF9Rd4H8x1I/AAAAAAAAAI8/T0_1aI4myo4/s1600-h/Strum-down1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214976467242108754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF9Rd4H8x1I/AAAAAAAAAI8/T0_1aI4myo4/s320/Strum-down1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ini tanda &lt;em&gt;down-strum&lt;/em&gt;. Empat tanda ini ditempatkan di atas empat tangkai mirip not balok. Akord C atau akord apa pun Anda mainkan dengan memukulkan dengan ujung kuku jari telunjukmu senar-senar dari arah atas ke bawah.Keempat pasangan tanda pukulan senar gitarmu sekaligus membentuk empat ketukan dari birama 4/4.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-6256398459570248869?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/6256398459570248869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=6256398459570248869&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/6256398459570248869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/6256398459570248869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/06/5-bermain-gitar.html' title='5. Bermain Gitar'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SF85oOlm_pI/AAAAAAAAAIE/jJw0QES_8aI/s72-c/Enam+Senar+Terbuka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-7261568005649543386</id><published>2008-06-17T17:20:00.013+07:00</published><updated>2008-06-17T18:00:51.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interval melodik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interval harmonik'/><title type='text'>4. Latihan Membentuk Interval</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Interval dipakai untuk membentuk melodi (lagu) atau harmoni. (Akord dan progresi akord bagian dari harmoni.) Interval untuk membentuk melodi disebut interval &lt;em&gt;melodik&lt;/em&gt;; interval untuk membentuk harmoni disebut interval &lt;em&gt;harmonik.&lt;/em&gt; Bab ini menekankan latihan pembentukan interval melodik dan menyinggung sedikit tentang interval harmonik. Interval jenis terakhir akan dibicarakan dalam bab berikut. Untuk gampangnya, latihan interval dibatasi pada pasangan not dalam tangganada diatonik mayor C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua arah untuk membentuk interval melodik. Pertama, arah ke atas dan, kedua, arah ke bawah. Interval yang secara melodik bergerak ke arah atas mulai dengan not yang lebih rendah dan berakhir dengan not yang lebih tinggi. Interval yang secara melodik bergerak ke arah bawah mulai dengan not yang lebih tinggi dan berakhir dengan not yang lebih rendah. Berbagai jumlah dan kualitas interval menentukan arah gerak interval melodik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Interval ke Arah Atas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah Anda membentuk interval melodik yang bergerak ke arah atas? Anda diberikan berbagai jenis interval. Pikirkanlah not yang lebih rendah sebagai not pertama. Bertolak dari not ini, hitunglah jumlah nada interval dalam tangganada mayor C. Kalau Anda menemukan bahwa interval itu, misalnya, besar atau murni, maka proses pembentukan Anda selesai. Kalau Anda belum menemukan jenis interval itu karena barangkali salah menghitung jumlah not diatonik dalam interval itu, buatlah penyesuaian: tambahkan atau kurangi jumlah not sampai Anda menemukan jenis interval yang betul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;LATIHAN 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kemudahan mengerjakan latihan-latihan berikut, Anda disarankan melihat kembali jumlah setengahnada dari interval dan kualitas atau cirinya pada bab 3. Sesudah penyegaran kembali ingatanmu (kalau Anda lupa), Anda sudah siap untuk mengerjakan latihan-latihan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengerjakan latihan-latihan berikut juga, Anda perlu menuliskan not pada paranada yang tepat. Tambahkanlah tanda kres atau mol kalau diperlukan pada not-not yang Anda tuliskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Anda sebaiknya mencetak latihan-latihan berikut. Simpanlah latihan-latihan ini dalam suatu map khusus supaya Anda mudah mengaksesnya kalau dibutuhkan. Berikanlah label mapmu semisal &lt;strong&gt;Akord dan Progresi Akord: Latihan-Latihan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tulislah nama interval di atas pasangan interval dan cirinya yang sudah ditentukan. Singkatan ciri interval demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B = besar k = kecil M = murni L = lebih kur = kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amati kelima contoh pertama sebelum Anda mengerjakan latihan ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeX_QuFKuI/AAAAAAAAAH8/nsRgDtzTJ9c/s1600-h/Contoh+Interval+Naik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212802206780435170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeX_QuFKuI/AAAAAAAAAH8/nsRgDtzTJ9c/s320/Contoh+Interval+Naik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian, tulislah not yang betul sesuai ciri interval yang ditentukan pada paranada. Lalu, cek apakah identifikasi ciri intervalmu sudah betul. Akhirnya, cek jawaban yang betul di akhir bab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap singkatan tadi dan yang menyusul mengacu pada jenis-jenis interval. Karena itu, cara Anda membaca kepanjangannya berbeda dengan tandanya. Misalnya, k2 ada baca sebagai &lt;i&gt;interval kedua kecil&lt;/i&gt; dan bukan &lt;i&gt;interval kecil kedua&lt;/i&gt;. Demikian juga Anda membaca M5 sebagai &lt;i&gt;interval ke-5 murni&lt;/i&gt;, L2 sebagai &lt;i&gt;interval ke-2 lebih&lt;/i&gt;, kur3 sebagai &lt;i&gt;interval ke-3 kurang &lt;/i&gt;, dan B3 sebagai &lt;i&gt;interval ke-3 besar&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeUx_7IzzI/AAAAAAAAAHM/kf40Oko7OsU/s1600-h/Latihan+Pembentukan+Interval+Naik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212798680398614322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeUx_7IzzI/AAAAAAAAAHM/kf40Oko7OsU/s320/Latihan+Pembentukan+Interval+Naik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Interval ke Arah Bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membentuk interval pada poisi turun, not pertama dari setiap pasangan lebih tinggi dari not kedua. Ciri interval yang ditentukan sebelumnya bisa menghendaki Anda memilih not diatonik atau kromatik yang lebih rendah sebagai pasangannya. Not kromatik itu Anda naikkan atau turunkan setengahnada. Mulailah selalu dengan not pertama, yaitu, not yang lebih tinggi, untuk membentuk interval yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajarilah contoh-contoh interval pada posisi turun berikut. Kemudian, tulislah not yang betul untuk membentuk jenis interval yang sudah ditentukan pada paranada. Cek sekali lagi jawabanmu. Sesudah itu, ceklah jawaban yang betul di akhir bab ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeVWZqx4iI/AAAAAAAAAHU/rsE-f-_wV9E/s1600-h/Contoh+dan+Pembentukan+Interval+Turun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212799305784615458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeVWZqx4iI/AAAAAAAAAHU/rsE-f-_wV9E/s320/Contoh+dan+Pembentukan+Interval+Turun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Penerapan Jenis Interval pada Lagu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interval melodik yang Anda pelajari sejauh ini jelas adalah rangkaian berbagai macam pasangan not untuk membentuk lagu. Sebagai latihan penerapan pengetahuan Anda sejauh ini tentang jumlah dan ciri interval, Anda perlu mengidentifikasi jenis-jenis interval dalam berbagai lagu. Untuk itu, refrein Rayuan Pulau Kelapa dimuat sekali lagi. Kali ini, fokus kita pada identifikasi jenis-jenis interval yang dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulislah singkatan jumlah dan ciri interval di antara pasangan interval yang membentuk refrein lagu nasional tadi pada garis-garis yang sudah disediakan. Singkatan itu Anda tulis tidak hanya di dalam suatu frasa melodik tapi juga di antara frasa melodik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amatilah contoh soal berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeSYOLi9kI/AAAAAAAAAG0/h-KLoiGz7Ik/s1600-h/Contoh+Jenis+Interval.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212796038525679170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeSYOLi9kI/AAAAAAAAAG0/h-KLoiGz7Ik/s320/Contoh+Jenis+Interval.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kerjakanlah latihan berikut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeV39uhZTI/AAAAAAAAAHc/X0RC4GOjx5g/s1600-h/Jenis+Interval+Refrein+Rayuan+Pulau+Kelapa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212799882399671602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeV39uhZTI/AAAAAAAAAHc/X0RC4GOjx5g/s320/Jenis+Interval+Refrein+Rayuan+Pulau+Kelapa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesudah selesai, ceklah jawaban yang betul di akhir bab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Interval Melodik dan Harmonik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan interval melodik tadi bisa Anda susun kembali secara vertikal untuk membentuk interval harmonik. Anda menghasilkan suatu bunyi serentak dari dua nada. Secara sederhana, Anda menghasilkan melalui interval harmonik ini suatu duet nada. Jumlah dan ciri interval harmonik Anda hitung persis seperti Anda menghitung jumlah dan ciri interval melodik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh berikut memakai kunci trebel dan bas dalam tangganada diatonik mayor C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeWPVJlXyI/AAAAAAAAAHk/3fzRAVeXUTI/s1600-h/Interval+Melodik+dan+Harmonik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212800283824185122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeWPVJlXyI/AAAAAAAAAHk/3fzRAVeXUTI/s320/Interval+Melodik+dan+Harmonik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya not dalam suatu interval melodik atau harmonik dinaikkan atau diturunkan dua kali, secara kromatik. Not yang secara kromatik dinaikkan atau diturunkan dua kali punya tanda khusus pada notasi balok: kres ganda sebagai penanda not yang secara kromatik dinaikkan dua kali dan mol ganda sebagai penanda not yang secara kromatik diturunkan dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajarilah bentuk penulisan kres ganda dan mol ganda pada contoh berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeWj6eRq6I/AAAAAAAAAHs/k_89Oe7Kmm0/s1600-h/Kres+dan+Mol+Ganda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212800637440469922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeWj6eRq6I/AAAAAAAAAHs/k_89Oe7Kmm0/s320/Kres+dan+Mol+Ganda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tandailah interval melodik dan harmonik berikut dengan menuliskan singkatan baku bagi ciri interval yang dipakai. Singkatan baku itu diulangi lagi di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: besar k: kecil kur: kurang M: murni L: lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajarilah contohnya sebelum Anda mengerjakan latihan ini. Sesudah itu, ceklah jawaban yang betul di akhir bab ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeXG-gisnI/AAAAAAAAAH0/ruyS5FfCj04/s1600-h/Latihan+Interval+Melodik+dan+Harmonik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212801239819137650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeXG-gisnI/AAAAAAAAAH0/ruyS5FfCj04/s320/Latihan+Interval+Melodik+dan+Harmonik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Jawaban yang Betul&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang betul diberikan dalam notasi angka, dengan penjelasan seperlunya. Ini demi menghemat ruang blog dan melatih kemahiran Anda membaca not angka juga. Sebenarnya, jauh lebih bagus belajar musik melalui notasi balok karena keuntungannya lebih besar dibanding notasi angka. Di antaranya, posisi not secara bertangga lebih mudah dilihat melalui notasi balok, lebih mudah membuat tablatur dan peta irama melalui notasi balok, dan musik terbitan luar negeri – seperti dari Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa – memakai notasi balok. Tapi karena notasi angka masih dipakai di Indonesia (barangkali, selama masa hidupmu dan anakmu), Anda pun bertindak realistik ketika menguasai dan memakai notasi angka juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Interval Posisi Naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;B2: 1-2 (do-re); k2: 2-4 (re-fa); B3: 3-#5 (mi-se); M4: 4-#6 (fa-li); M5: 5-2 (not re lebih tinggi dari not sol); B6: 6-#4 (not fis lebih tinggi dari not la); M1: 7-7; kur7: 6-#5 (not se lebih tinggi dari not la); L5: b3-b7; dan M8: #5-#5 (not se kedua lebih tinggi dari not se pertama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;LATIHAN 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Interval Posisi Turun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;M8: 5-5 (sol pertama lebih tinggi dari sol kedua); B7: #1-3 (not di lebih tinggi dari not mi); k6: 7-b3 (si-ru); kur6: b3-b6 (not ru lebih tinggi dari not su); L5: 6-b2 (la-du); M1: #4-#4; dan B3: 4-b2 (fa-ru)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Interval Refrein Rayuan Pulau Kelapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari kiri ke kanan demikian: 3-5 (mi-sol): k3; 5-4 (sol-fa): B2; 4-5 (fa-sol): B2; 5-7 (sol-si): B3; 7-4 (si-fa): L4; 4-5: B2; 5-3 (sol-mi): k3; 3-5: k3; 5-1 (sol-do yang lebih tinggi dari sol): M4; 1-3 (do-mi, do lebih tinggi dari mi): k6; 3-5: k3; 5-4: B2’ 4-5: B2; 5-2 (sol-re, re lebih tinggi dari sol): M5; 2-2 (re-re): M1; 2-6 (re-la, re lebih tinggi dari la): M4; 6-7 (la-si): B2; dan 7-1 (si-do, do lebih tinggi dari si): k2&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Interval Melodik dan Harmonik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;7-1 (do lebih tinggi dari si): k2; 5-5 (sol-sol, salah satu not lebih tinggi dari yang lain): M8; 3-3 (salah satu mi lebih tinggi dari yang lain): M8; 6-1 (la-do, do lebih tinggi dari la): k3; 4-bb3 (fa-re, re lebih tinggi dari fa): kur7; b5-#2 (su-ri, ri lebih tinggi dari su): B6; dan #4-x1 (fis-re, re lebih tinggi dari fis): k6.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-7261568005649543386?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/7261568005649543386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=7261568005649543386&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/7261568005649543386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/7261568005649543386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/06/4-latihan-membentuk-interval.html' title='4. Latihan Membentuk Interval'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SFeX_QuFKuI/AAAAAAAAAH8/nsRgDtzTJ9c/s72-c/Contoh+Interval+Naik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-8029218519628228318</id><published>2008-06-09T17:32:00.021+07:00</published><updated>2008-06-10T10:49:08.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interval besar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kurang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebih'/><title type='text'>3. Interval</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tangganada diatonik mayor C akan mendasari pelajaran tentang interval.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE0I9flBwmI/AAAAAAAAAEk/FlaU3yLMAyQ/s1600-h/Tangganada+diatonik+mayor+C.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209830196479378018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE0I9flBwmI/AAAAAAAAAEk/FlaU3yLMAyQ/s320/Tangganada+diatonik+mayor+C.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa itu interval? Suatu interval adalah suatu jarak antara dua not apa pun dengan tingginada (pitch) yang sama atau berbeda antara kedua not itu. Jarak antara C-C, C-D, C-E, C-F, C-G, C-A, C-B, dan C-C (C kedua satu oktaf lebih tinggi dari C pertama) adalah beberapa contoh interval. Suatu tingginada adalah tingkat ketinggian suatu bunyi musikal yang diukur dari banyaknya getaran per detik. Suatu pasangan tingginada yang sama, seperti C-C, punya jumlah getaran yang sama per detik. Suatu pasangan tingginada yang berbeda, seperti C-D, karena itu punya jumlah getaran yang berbeda per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interval sangat penting dalam ilmu musik Barat. Jarak antar-nada ini melandasi penciptaan melodi, akord, progresi akord, dan harmoni.Kalau dua not dimainkan secara berurutan, seperti C-C atau C-E, keduanya membentuk suatu interval melodik, suatu jarak antar-nada yang menghasilkan suatu potongan kecil lagu. Kalau kalau tiga not dengan jarak tertentu, seperti C-E-G, dimainkan secara vertikal dan serentak, ketiganya membentuk interval harmonik, suatu jarak antar-nada yang menghasilkan suatu akord tiga suara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mengenal suatu interval melalui posisinya dalam suatu tangganada, seperti tangganada diatonik mayor C. Interval yang paling mendasar adalah oktaf. Oktaf menentukan not pertama dan terakhir dalam tangganada diatonik mayor. (Oktaf berlaku juga dalam tangganada minor dan tangganada lainnya yang akan kita pelajari.) Karena oktaf membatasi kedua ujung tangganada diatonik mayor, semua interval lain dinamakan sesuai jaraknya dari not pertama pada suatu tangganada diatonik mayor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Interval&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semakin jauh jaraknya dari not pertama dalam suatu tangganada mayor semakin banyak jumlah not yang ada dalam suatu interval. Pasangan not C-C, D-D, atau E-E, misalnya, berjarak nol – atau tanpa jarak. Tapi jarak antara C dan D berisi dua not tangganada diatonik mayor C, yaitu C dan D; karena itu, pasangan ini membentuk suatu interval kedua. Selanjutnya, jarak antara C dan E berisi tiga not tangganada mayor C, C-D-E; ini karena itu adalah suatu interval ketiga. Interval tetap sama entah Anda melihatnya dari not lebih rendah atau lebih tinggi. Interval ketiga tadi kita lihat dari notnya yang lebih rendah, C, lalu, kita hitung jaraknya dalam posisi naik ke not E. Tapi interval yang sama bisa kita lihat dari notnya yang lebih tinggi, E, dan turun secara bertangga ke C, E-D-C, dan interval dalam posisi turun ini pun adalah suatu interval ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah not suatu tangganada mayor yang ada dalam suatu interval disebut jumlah interval. Jumlah ini berlaku sama dalam kunci apa pun dari tangganada diatonik mayor, seperti tangganada diatonik mayor D, E, F, G, A, dan B. Dalam tangganada diatonik mayor C, jumlah interval C sampai dengan F berisi empat not, yaitu C-D-E-F. Karena itu, C-F yang berisi empat not menunjukkan suatu interval keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah ringkasan jumlah interval dalam tangganada diatonik mayor C:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE0KUp-aXgI/AAAAAAAAAEs/gUjwgfzQRDE/s1600-h/Interval+ke-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209831693918821890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE0KUp-aXgI/AAAAAAAAAEs/gUjwgfzQRDE/s320/Interval+ke-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE0KnDaIojI/AAAAAAAAAE0/FPPafwejNGQ/s1600-h/Interval+ke-2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209832009983631922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE0KnDaIojI/AAAAAAAAAE0/FPPafwejNGQ/s320/Interval+ke-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1fgTzRBfI/AAAAAAAAAFE/4YGq5knRSns/s1600-h/Interval+ke-3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209925352613283314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1fgTzRBfI/AAAAAAAAAFE/4YGq5knRSns/s320/Interval+ke-3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1fz5m8BPI/AAAAAAAAAFM/gF8zRAOwXnk/s1600-h/Interval+ke-4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209925689179636978" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1fz5m8BPI/AAAAAAAAAFM/gF8zRAOwXnk/s320/Interval+ke-4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1gHhRAp2I/AAAAAAAAAFU/-9SKbi3WQHk/s1600-h/Interval+ke-5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209926026242598754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1gHhRAp2I/AAAAAAAAAFU/-9SKbi3WQHk/s320/Interval+ke-5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1gY765sEI/AAAAAAAAAFc/OsIDO0Cm_78/s1600-h/Interval+ke-6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209926325455401026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1gY765sEI/AAAAAAAAAFc/OsIDO0Cm_78/s320/Interval+ke-6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1glAYVNaI/AAAAAAAAAFk/VK2xEwJe6AA/s1600-h/Interval+ke-7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209926532811011490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1glAYVNaI/AAAAAAAAAFk/VK2xEwJe6AA/s320/Interval+ke-7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1g6DctzUI/AAAAAAAAAFs/GjH_iecbEjQ/s1600-h/Interval+ke-8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209926894411959618" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1g6DctzUI/AAAAAAAAAFs/GjH_iecbEjQ/s320/Interval+ke-8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penerapan Interval dalam Lagu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu melodi bisa dibentuk oleh berbagai interval. Ia bisa didominasi interval yang berisi pasangan atau rangkaian not berjarak satu, dua atau tiga – yaitu, interval ke-1, ke-2, atau ke-3. Jumlah interval – jadi, jumlah nada yang ada dalam jenis-jenis interval tadi – dari yang paling kecil (interval ke-1) sampai dengan yang relatif kecil (interval ke-3). Melodi yang didominasi jenis-jenis interval seperti ini menghasilkan lagu yang tenang atau relatif tenang. Selain itu, melodi yang sama bisa berisi pasangan not berjarak empat sampai dengan delapan; dengan kata lain, ia melibatkan pemakaian interval ke-4, ke-5, ke-6., ke-7, dan ke-8. Maka, jumlah interval menjadi agak besar sampai dengan besar dan menghasilkan efek musikal yang menonjol atau dramatik dari lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rayuan Pulau Kelapa&lt;/em&gt;, suatu lagu nasional ciptaan Ismail, menunjukkan bahwa semua interval yang kita pelajari sejauh ini dilibatkan, kecuali interval ke-7. Interval yang paling kecil dan relatif kecil dipakai dalam frasa melodik sementara interval yang relatif besar dipakai di antara berbagai frasa melodik lagu nasional yang indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rincian tentang berbagai interval dalam lagu ini dibagi dua. Bagian pertama adalah baitnya; bagian kedua refreinnya. Jumlah dan jenis interval ditandai angka di dalam dan di antara frasa atau kalimat melodik lagu ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1hXB0nmoI/AAAAAAAAAF0/t_4evgykI48/s1600-h/Rayuan+Pulau+Kelapa-Bait.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209927392191552130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1hXB0nmoI/AAAAAAAAAF0/t_4evgykI48/s320/Rayuan+Pulau+Kelapa-Bait.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Rayuan Pulau Kelapa-Refrein&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1iC0YmeLI/AAAAAAAAAF8/efF5zF3pLJo/s1600-h/Rayuan+Pulau+Kelapa-Refrein.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209928144498620594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1iC0YmeLI/AAAAAAAAAF8/efF5zF3pLJo/s320/Rayuan+Pulau+Kelapa-Refrein.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Interval ke-1, ke-2, dan ke-2 yang menonjol dalam &lt;em&gt;Rayuan Pulau Kelapa&lt;/em&gt; mengakibatkan nyanyian ini kedengaran syahdu. Interval ke-1 digunakan sebanyak 34 kali, interval ke-2 sebanyak 38 kali, dan interval ke-3 sebanyak 13 kali. Sementara itu, interval ke-4, ke-5, ke-6, dan ke-8 mengakibatkannya kedengaran dramatik. Interval ke-4 dipakai sebanyaj 7 kali, interval ke-5 sebanyak 1 kali, interval ke-6 sebanyak 3 kali, dan interval ke-8 sekali. Dengan pemakaian yang menonjol dari interval ke-2, ke-1, dan ke-3, ada karena itu suatu campuran antara suatu suasana syahdu yang menonjol yang diselingi suasana dramatik dari interval ke-4, ke-5, ke-6, dan ke-8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kualitas Interval&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interval tidak hanya dipahami melalui jumlahnya saja. Ia juga dipahami melalui kualitasnya, yaitu atribut, ciri atau sifatnya. Ada, misalnya, interval yang punya jumlah not yang sama tapi notasi dan bunyinya berbeda. Perbedaan ini merujuk pada kualitas interval dalam arti tadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1jMjP8JYI/AAAAAAAAAGE/c1pFkGsClao/s1600-h/Kualitas+interval.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209929411209209218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1jMjP8JYI/AAAAAAAAAGE/c1pFkGsClao/s320/Kualitas+interval.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Setiap interval tadi adalah interval ketiga dan masing-masing berisi tiga not dari tangganada mayor C. Interval ketiga di kiri berisi not do-re-mi. Tapi interval ketiga di kanan, meskipun berisi not mi, berkurang jumlah notnya karena not mi diturunkan menjadi setengah dan dibunyikan sebagai ru (b3). Pengurangan jumlah not mengakibatkan bunyi pasangan not di kiri berbeda dengan pasangan di kanannya. Pasangan di kiri Anda, misalnya, nyanyikan sebagai do-mi sementara yang di kanan Anda nyanyikan sebagai do-ru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan bunyi kedua jenis pasangan interval ketiga tadi karena jumlah not yang berbeda menentukan kualitas atau ciri intervalnya. Pasangan di kiri adalah suatu interval ke-3 yang berciri mayor atau besar. Sementara itu, pasangan di kanan adalah suatu interval ke-3 yang berciri minor atau kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perbedaan ciri tadi melibatkan jumlah interval, apa beda antara jumlah interval dan kualitas interval? Jumlah interval memberi kita suatu ukuran umum dari besar-kecilnya suatu interval. Tapi kualitas interval memberi kita suatu ukuran yang tepat dari besar-kecilnya suatu interval.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1kB81va5I/AAAAAAAAAGM/0dOsqVSt2CA/s1600-h/Contoh+Kualitas+Interval.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209930328611711890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1kB81va5I/AAAAAAAAAGM/0dOsqVSt2CA/s320/Contoh+Kualitas+Interval.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa ukuran yang tepat itu? Itulah jumlah setengahnada (&lt;em&gt;half steps&lt;/em&gt;) dalam suatu interval. Dalam contoh tadi, interval di kiri berisi tiga not: do-re-mi. Setiap pasangan not dalam interval ketiga ini membentuk satunada, yaitu, do-re dan re-mi. Untuk pelajaran tentang kualitas interval, setiap satunada harus dipecah atau diperkecil nilainya menjadi setengahnada. Karena itu, setiap pasangan not dalam interval ketiga dikiri diperkecil nilainya menjadi satu setengahnada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posisi naik atau turun secara bertangga, Anda menghitung jumlah total setiap setengahnada dalam setiap interval. Jumlah total setengahnada dalam interval ketiga di kiri tadi adalah 5: do-di-re-ri-mi (1-#1-2-#2-3) atau mi-ru-re-du-do (3-b3-2-b2-1). Jumlah total ini mengakibatkan interval ke-3 di kiri bersifat mayor atau besar. Sebaliknya, interval ketiga di kanan berciri minor atau kecil karena jumlah total setengahnadanya, dalam posisi naik atau turun secara bertangga, adalah 4: do-di-re-ri (1-#1-2-#2) atau ru-re-du-do (b3-2-b2-1). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjelasan ini, Anda rasanya tidak akan sulit untuk memahami kualitas berbagai jenis interval dalam batas satu oktaf dari tangganada diatonik mayor C. Untuk mempermudah pemahaman Anda tentang interval, setiap jenis interval berikut mulai dari not do atau C tengah (pada piano). Urutan not dalam posisi naik secara bertangga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1o_80RUxI/AAAAAAAAAGs/vjYnW4PVwVc/s1600-h/Interval+posisi+turun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209935791803945746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1o_80RUxI/AAAAAAAAAGs/vjYnW4PVwVc/s320/Interval+posisi+turun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berapa jumlah setengahnada dari setiap interval tadi? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Interval kesatu murni: 0 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Interval kedua besar: 3 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Interval ketiga besar: 5 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Interval keempat murni: 6 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Interval kelima murni: 8 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Interval keenam besar: 10 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Interval ketujuh besar: 12 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oktaf murni: 13 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penambahan dan Pengurangan Interval&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri interval yang sudah Anda pelajari sejauh ini didasarkan pada not-not dalam tangganada diatonik mayor C. Dalam setiap pasangan not interval yang diawali not do atau C, not atas atau di kanan not C tergolong pada tangganada ini. Ia adalah not diatonik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau not atas tadi bukan not diatonik dari tangganada diatonik mayor C? Not non-diatonik ini akan menaikkan atau menurunkan jumlah setengahnada dalam interval dan mengubah ciri interval dan ciri bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan dasar tentang not atas non-diatonik itu demikian: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau not atas satu setengahnada lebih kecil dari suatu interval besar (mayor), ia disebut interval kecil (minor). Lihat contoh pada “Kualitas Interval” di atas. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau not atas satu setengahnada lebih kecil dari suatu interval murni atau kecil, ia disebut interval kurang (&lt;em&gt;diminished&lt;/em&gt; disingkat&lt;em&gt; dim&lt;/em&gt;). Jadi, interval keempat murni C-F atau do-fa (1-4) yang dikurangi setengahnada menjadi C-bF atau do-mi berubah menjadi interval kurang. Sementara itu, interval kecil C-bE atau do-mu (1-b3) yang dikurangi satu setengahnada – C-bbE atau do-re (1-bb3) berubah menjadi interval kurang juga. (E turun satu setengahnada ditulis sebagai bE atau b3; kalau diturunkan satu setengahnada lagi, not ini ditulis dengan tanda mol ganda di depannya – bbE atau bb3. Penurunan ganda ini menghasilkan not re atau 2.) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau not atas satu setengahnada lebih besar dari suatu interval murni atau besar, ia disebut interval lebih (&lt;em&gt;augmented &lt;/em&gt;disingkat &lt;em&gt;augm&lt;/em&gt;). Interval kelima murni C-G atau do-sol (1-5) yang not atasnya dinaikkan satu setengahnada menjadi C-#G atau do-sel (1-#5) berubah menjadi interval kelima lebih. Sementara itu, interval ketiga besar C-E atau do-mi (1-3) yang not atasnya diperbesar dengan satu setengahnada menjadi C-#E atau do-fa (1-#3) berubah menjadi interval ketiga lebih. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Catatan:&lt;/em&gt; Interval murni tidak bisa menjadi interval besar atau kecil. Sebaliknya, interval besar atau kecil tidak bisa menjadi interval murni. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penerapan Jumlah dan Kualitas Interval dalam Lagu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah jumlah dan kualitas interval diterapkan dalam lagu? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita kembali ke lagu nasional &lt;em&gt;Rayuan Pulau Kelapa.&lt;/em&gt; Jumlah intervalnya sudah dijelaskan; karena itu, fokus kita sekarang pada kualitas interval yang dilibatkan dalam lagu ini. Untuk memahami berbagai interval dan ciri yang ada di dalamnya, kita akan batasi diri pada contoh-contoh yang mewakili setiap jenis interval di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1mrZz-CYI/AAAAAAAAAGc/A09NF-1GxMk/s1600-h/Sampel+Rayuan+Pulau+Kelapa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209933239786801538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1mrZz-CYI/AAAAAAAAAGc/A09NF-1GxMk/s320/Sampel+Rayuan+Pulau+Kelapa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jumlah setengahnada dalam setiap contoh interval yang dipakai dalam lagu nasional tadi demikian: &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesatu murni: 0 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua kecil: 1 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua besar: 2 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga kecil: 4 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga besar: 5 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keempat murni: 6 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keempat lebih: 7 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kelima murni: 8 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keenam kecil: 9 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oktaf murni: 13 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Interval di atas Satu Oktaf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain interval sebanyak delapan nada diatonik atau satu oktaf, ada juga interval di atas satu oktaf. Interval oktaf murni sebenarnya adalah pengulangan not atas yang sama, seperti C-c atau do-do’. Kalau C atau do dalam tangganada diatonik mayor C kita pakai sebagai not bawah atau not awal, kita bisa membentuk jenis interval dengan jumlah not diatonik yang lebih banyak dari yang ada dalam satu oktaf. Not atas dari interval besar ini sebenarnya mengulangi interval kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Bedanya, not atas ini berada di atas satu oktaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis interval yang lazim dipakai dalam nyanyian dan berada di atas satu oktaf demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1nZeq7r0I/AAAAAAAAAGk/nIg656RNaso/s1600-h/Interval+di+atas+oktaf.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209934031365058370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE1nZeq7r0I/AAAAAAAAAGk/nIg656RNaso/s320/Interval+di+atas+oktaf.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penerapan Interval di atas Satu Oktaf&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p align="justify"&gt;Barangkali, interval di atas satu oktaf jarang dipakai dalam nyanyian. Tidak mudah menyanyikan dengan tepat interval macam ini. Perlu ketepatan “menembak” interval macam ini dan peralihan yang mulus dari suara rendah atau tengah ke suara tinggi atau sangat tinggi. Penyanyi yang tidak terlatih punya peluang untuk menyanyikan jangkauan not yang demikian luas secara keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, jangkauan not seluas ini bisa Anda temukan dalam melodi instrumental, seperti yang dipakai dalam musik klasik Barat. Kalau interval di atas satu oktaf ini memang muncul dalam melodi instrumental, efek dramatik.nya menonjol. Efek ini kentara kalau interval berjarak besar ini dikontraskan dengan interval berjarak kecil atau relatif kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-8029218519628228318?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/8029218519628228318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=8029218519628228318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/8029218519628228318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/8029218519628228318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/06/3-interval.html' title='3. Interval'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SE0I9flBwmI/AAAAAAAAAEk/FlaU3yLMAyQ/s72-c/Tangganada+diatonik+mayor+C.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-9064950146902345415</id><published>2008-06-03T00:24:00.006+07:00</published><updated>2008-06-10T10:55:56.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kromatik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tangganada mayor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minor'/><title type='text'>2. Tangganada Mayor, Kromatik, dan Minor</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa itu tangganada? Ada ciri-cirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, suatu tangganada adalah serangkaian not yang disusun mengikuti urutan abjad. Urutan abjad ini lazimnya ditulis dengan memakai huruf besar, bisa dimulai dari huruf A sebagai not pertama dan yang paling rendah dan berakhir dengan A juga, not ke delapan atau not terakhir dan paling tinggi. Not ke delapan ini disebut oktaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutannya demikian: A B C D E F G A. Kalau dibunyikan dengan memakai not, urutan abjad ini demikian: la, si, do, re, mi, fa, sol, la.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, suatu tangganada bertolak dari not apa pun sejauh satu oktaf dan berdasarkan suatu bentuk pola yang sudah ditetapkan. Dari urutan not mengikuti abjad tadi, Anda melihat bahwa bentuk pola tangganada itu sudah ditetapkan. Ia mulai dari A lalu mengikuti urutan abjad sampai dengan G kemudian balik ke A, kali ini delapan nada lebih tinggi dari A pertama. Karena satu tangganada dibentuk oleh delapan nada, maka huruf terjauh yang berbeda dengan A haruslah huruf ketujuh dan itulah huruf G. Sesudah G, Anda harus mengulangi A. Karena A bisa dipakai untuk membentuk suatu tangganada, maka setiap abjad yang lain pun bisa dipakai untuk membentuk tangganada yang lain. Tangganada lain bisa mulai dari B,C, D, E, F, atau G dan berakhir satu oktaf lebih tinggi juga dengan B, C, D, E, F, atau G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pola yang mendasari kebanyakan tangganada melibatkan seperangkat urutan nada dan setengahnada. Pada gitar enam senar, suatu nada dimainkan pada dua fret yang berdekatan sementara suatu setengahnada dimainkan pada satu fret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk maksud praktis, kita memakai tangganada yang mulai dengan C. Urutannya menurut abjad demikian: C D E F G A B C. Kalau dinyanyikan, urutan huruf ini berbunyi do, re, mi, fa, sol, la, si, do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bentuk polanya, ada dua pasang not yang masing-masing membentuk setengahnada (satu fret). Pertama, pasangan E-F; dan, kedua, pasangan B-C. Pasangan lain (C-D, D-E, F-G, G-A, dan A-B) masing-masing membentuk satunada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris, satunada disebut &lt;em&gt;tone &lt;/em&gt;sementara setengahnada disebut &lt;em&gt;semitone.&lt;/em&gt; Untuk mempermudah ingatan Anda, aturan tentang pasangan not manakah yang membentuk satunada atau setengahnada dringkaskan melalui urutan T (singkatan untuk &lt;em&gt;tone,&lt;/em&gt; satunada) dan S (singkatan untuk &lt;em&gt;semitone&lt;/em&gt;, setengahnada). Ringkasannya demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C – T – D – T – E – S – F – T – G – T – A – B – S – C&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiga Jenis Tanggnada&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis tangganada utama dalam ilmu musik Barat. Pertama, tangganada &lt;em&gt;mayor&lt;/em&gt;; kedua, tangganada&lt;em&gt; kromatik&lt;/em&gt;; dan, ketiga, tangganada &lt;em&gt;minor&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangganada mayor adalah yang paling lazim dipakai untuk menciptakan jutaan lagu, termasuk lagu-lagu pop hit dan lagu-lagu gereja yang bertahan selama ratusan tahun. Karena itu, sebagian besar pelajaran pada tingkat awal akan memakai jenis tangganada ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tangganada diatonik mayor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem nada yang memakai dua macam jarak antar nada, yaitu satunada (&lt;em&gt;tone&lt;/em&gt;) dan setengahnada (&lt;em&gt;semitone&lt;/em&gt;) membentuk tangganada diatonik mayor. Contoh tadi menjelaskan tangganada jenis ini. Ia lazimnya dipakai untuk menciptakan lagu-lagu yang bersuasana optimistik: ceria, cerah, manis, merdu. Alat-alat musik Barat yang dibuat untuk memainkan tangganada diatonik mayor mencakup gitar, piano, organ, dan alat-alat lain. Tapi nada-nada gamelan tidak bisa menghasilkan nada-nada diatonik karena setelannya berbeda. Setelan gamelan berdasarkan sejenis tangganada lima nada bernama pelog dalam musik tradisional Jawa – seperti do, mi, fa, sol, si – punya aturan tersendiri tentang jarak antara setiap not. Misalnya, not mi dan sol dalam pelog sebenarnya sama nadanya dengan fa dan la dalam musik diatonik mayor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan not tangganada diatonik mayor yang akan kita pakai berkali-kali untuk mempelajari dan menguasai berbagai akord dan progresi akord adalah C-D-E-F-G-A-B-C. Tangganada ini dibatasi atau dikendalikan oleh suatu kunci. Karena urutan ini mulai dan berakhir dengan C, maka tangganada diatonik mayor ini dikendalikan oleh kunci C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam notasi balok, tangganada C mayor tidak dberi tanda kres atau mol. Tangganada ini karena itu bersifat naturel: tanpa kres atau mol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sifatnya yang naturel, tangganada C mayor dipakai sebagai acuan utama untuk membentuk tangganada lainnya. Tangganada diatonik mayor lain itu dimulai dari huruf-huruf lain – D, E, F, G, A, atau B – dan berakhir setinggi satu oktaf dengan huruf yang sama. Akan tetapi, tangganada diatonik mayor D, E, F, G, A, atau B akan dibahas kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai lagu nasional dan daerah di Indonesia diciptakan berdasarkan tangganada diatonik mayor. Lagu-lagu nasional yang terkenal mencakup&lt;em&gt; Indonesia Raya, Halo-Halo Bandung, Maju Tak Gentar,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Bangun Pemudi Pemuda&lt;/em&gt; diciptakan berdasarkan tangganada ini. Di samping itu, lagu-lagu daerah yang memakai tangganada diatonik mayor mencakup &lt;em&gt;Lisoi-Lisoi&lt;/em&gt; (Tapanuli), &lt;em&gt;Ayo Mama&lt;/em&gt; (Maluku), dan &lt;em&gt;Apuse&lt;/em&gt; (Biak, Papua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tangganada kromatik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena relevan dengan pembicaraan nanti tentang interval, jenis tangganada ini layak dijelaskan. Ia dibentuk dari tanggnada diatonik mayor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah dijelaskan, tangganada diatonik mayor dibentuk oleh satunada dan setengahnada. Secara aritmatik, satunada bisa dibagi menjadi dua, masing-masing menjadi dua setengahnada. Pada gitar, setiap pecahan dari satunada sekarang dimainkan hanya pada satu fret. Karena satunada dibagi menjadi dua setengahnada, tangganada baru yang dibentuk sekarang punya jarak antar nada yang sama. Setiap pasangan nada sekarang berjarak setengahnada. Jumlah nada dari satu oktaf bertambah menjadi 13 nada.Tangganada ini disebut tangganada kromatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia cocok sebagai pewarna lagu. Ia juga memberi kelenturan pada jalur melodi bas, seperti yang dipetik pemain gitar bas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan antara tangganada diatonik mayor C yang melandasi pembentukan tangganada kromatik dipengaruhi arah gerak yang ditempuhnya dan pola notnya. Pola not dalam posisi naik atau meninggi berbeda penulisannya dengan pola not dalam posisi turun atau merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi naik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C--------D--------E –F--------G---------A-----------B –C&lt;br /&gt;C--#C---D--#D--E – F--#F---G--#G---A----#A----B – C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Posisi turun: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C–B--------A-------G-------F–E--------D---------C&lt;br /&gt;C–B-bB----A-bA---G-bG---F–E --bE--D--bD----C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Barangkali, tidak ada ciptaan lagu nasional dan daerah di Indonesia yang memakai tangganada kromatik. Tapi not-not kromatik – not-not setengahnada – sering dipakai dalam melodi utama atau dalam aransemen duet, trio, kuartet, atau paduan suara. Not-not kromatik ini sebenarnya dipinjam dari tangganada di luar tangganada yang berlaku. Sering, not-not setengahnada bersifat sementara; artinya, ia dipakai sebentar saja lalu lagu kembali ke kunci aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagu nasional memakai not-not kromatik yang bersifat sementara. &lt;em&gt;Indonesia Pusaka&lt;/em&gt; ciptaan Ismail Marzuki, misalnya, memakai not kromatik b7 (sa) sekali pada suku kata &lt;em&gt;–lu&lt;/em&gt; dari kata &lt;em&gt;dulu&lt;/em&gt; dalam frasa frasa bait pertamanya: &lt;em&gt;Indonesia sejak dulu ...&lt;/em&gt; Dia juga memakai not setengahnada #4 (fis) dua kali dalam karya ini. Pertama, pada suku kata &lt;em&gt;–ja&lt;/em&gt; dari kata &lt;em&gt;puja&lt;/em&gt; dalam frasa bait pertama: &lt;em&gt;tetap dipuja ....&lt;/em&gt; Kedua, pada suku kata &lt;em&gt;me-&lt;/em&gt; dari kata &lt;em&gt;menutup &lt;/em&gt;dari frasa bait pertama menjelang akhir lagu: &lt;em&gt;tempat akhir menutup mata.&lt;/em&gt; Lagu &lt;em&gt;Bungong Jeumpa&lt;/em&gt; dari Aceh adalah salah satu contoh lagu-lagu daerah di Indonesia yang juga memakai setengahnada. Not #5 (se) dipakai sebanyak 5 kali dalam lagu ini. Not kromatik ini muncul, misalnya, dua kali pada suku kata &lt;em&gt;– pa&lt;/em&gt; dari kata &lt;em&gt;jeumpa&lt;/em&gt; di awal lagu tempat orang menyanyikan frasa bait pertama lagu ini: &lt;em&gt;Bungong jeumpa, bungong jeumpa.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Not-not kromatik muncul sering sekali dalam lagu-lagu pop, gereja, dan jazz. Dalam lagu-lagu pop dan gereja, not-not ini bisa bersifat sementara. Kalau bersifat sementara, not kromatik itu dipinjam dari tangganada lain, dipakai sebentar lalu lagu kembali ke tangganada semula. Lagu-lagu jazz modern sering memakai not-not kromatik yang bersifat tetap. Lagu, misalnya, dimulai dengan kunci C lalu beralih ke kunci C# tanpa ada “tanda peringatan” bahwa akan terjadi perpindahan kunci dari C ke C# dan secara tiba-tiba juga pindah ke D, D#, dan berakhir dengan E. Perpindahan kunci jelas secara kromatik. Tapi setiap melodi atau potongan melodi yang dimainkan dalam batas setiap kunci bisa juga berisi berbagai not kromatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Catatan:&lt;/em&gt; Dalam tulisan ini dan tulisan mendatang, penulisan #C , #D, #F dan seterusnya berbeda arti dengan C#, D#, F# dan seterusnya. Bentuk pertama mengacu pada not kromatik – di, ri, fis dan seterusnya – sementara bentuk kedua merujuk pada kunci tangganada. Pembedaan ini tidak standar; sayalah yang membuatnya untuk tulisanku!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tangganada minor&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena tangganada minor relevan juga dengan pelajaran tentang interval, ia pun layak untuk dibicarakan sekarang. Tangganada ini umumnya dipakai untuk menciptakan lagu yang bersuasana introspektif: sedih, muram, berduka, sayu, murung, gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangganada ini pun dibentuk dari tangganada diatonik mayor C. Ia dibentuk dengan mulai dari not A dalam tangganada diatonik mayor C. Dari sejarah perkembangannya, tangganada minor menjadi tiga macam: tangganada minor naturel, harmonik, dan melodik. Yang disebut terakhir berbeda bentuk polanya pada posisi naik dan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangganada minor naturel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A – B – C – D – E – F – G – A&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangganada minor harmonik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A – B – C – D – E – F – #G – A&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangganada minor melodik pada posisi naik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A – B – C – D – E – #F – #G – A&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tangganada minor melodik pada posisi turun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A – G – F – E – D – C – B – A&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “minor” dalam istilah tangganada ini diperoleh dari mana? Dari pengurangan interval-interval tertentu dalam tangganada diatonik mayor C. Perubahan “mayor” menjadi “minor” dari tangganada diatonik mayor C lebih gampang dijelaskan melalui perbandingan tangganada mayor C dengan tangganada minor naturel. Supaya cermat, setengahnada ditambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayor: &lt;strong&gt;C – #C–D–#D – E – F – #F – G –#G – A – #A – B – C&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Minor: &lt;strong&gt;A--------B – C-------D---------E – F---------G-------A&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Notasi: &lt;strong&gt;do------re – ri-------fa--------sol–se--------li-------do&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan setengahnada B-C dan E-F pada tangganada mayor berbeda urutannya dengan yang ada pada tangganada minor. Pasangan B-C minor tidak sama jaraknya dengan pasangan mayor D-E. Pasangan setengahnada B-C minor (dimainkan pada satu fret gitar) sama bunyinya dengan D-#D dalam pasangan D-E mayor, pasangan satunada (dimainkan pada dua fret yang saling berdekatan di gitar). Dengan kata lain, pasangan setengahnada B-C minor merupakan penurunan setengahnada dari pasangan D-E mayor. Sesuai aturan baku (akan dibicarakan lebih jauh dalam pelajaran tentang interval), satu pasangan not mayor menjadi minor kalau salah satu not diturunkan atau dinaikkan menjadi setengahnada. Jadi, pasangan not satunada C-D mayor menjadi minor kalau not di kiri dinaikkan setengahnada – #C-D (di-re) – atau not di kanan diturunkan setengahnada – C-bD (do-ru). Perubahan pasangan not satunada G-A mayor menjadi E-F minor mengikuti aturan yang sama. G-A mayor menjadi G-#G minor yang sama bunyinya dengan E-F minor. Atau G-A mayor menjadi #G-G minor sama bunyinya dengan E-F minor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagu nasional dan daerah memakai tangganada minor. &lt;em&gt;Syukur,&lt;/em&gt; judul suatu lagu nasional ciptaan H. Mutahar, memakai tangganada minor. Lagunya mulai dengan not la dan berakhir dengan not yang sama. Melodi yang memakai not seperti ini dan akord-akord minor yang memperkuat suasananya menunjukkan tangganada minor. Meski suasana dasarnya bersifat minor alias sedih, muram, sayu, murung, kata-katanya malah tidak memberi kesan dasar ini. Kata-kata bait pertama lagu nasional ini, misalnya, bersuasana khidmat karena mengungkapkan rasa syukur, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari yakinku teguh&lt;br /&gt;Hati ikhlasku penuh&lt;br /&gt;Akan karuniamu&lt;br /&gt;Tanah Air pusaka&lt;br /&gt;Indonesia Merdeka&lt;br /&gt;Syukur aku sembahkan&lt;br /&gt;Ke hadiratMu, Tuhan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selalu lagu minor bersuasana sedih, introspektif, dan syair &lt;em&gt;Syukur&lt;/em&gt; salah satu kekecualian dari aturan umum yang berlaku dalam ilmu musik Barat: tangganada minor dipakai untuk mengungkapkan suasana duka, sedih, sayu, murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan umum ini kentara dalam nyanyian gereja dari Barat yang diterjemahkan kemudian ke dalam bahasa Indonesia. &lt;em&gt;Mazmur&lt;/em&gt; terbitan Yayasan Musik Gereja (Jakarta: PT BPK Gunung Mulia 1986) berisi terjemahan dari adaptasi syair-syair mazmur dalam Perjanjian Lama. Terjemahan mazmur ke dalam bahasa Indonesia ini agar dinyanyikan jemaat bersumber pada &lt;em&gt;Mazmur Jenewa&lt;/em&gt; abad ke-16, suatu kumpulan nyanyian mazmur yang sangat mengagumkan dari segi sastra dan musik. Lagu-lagu &lt;em&gt;Mazmur Jenewa&lt;/em&gt; yang mencerminkan kesenian Reneisens di Eropa abad ke-16 sebenarnya bisa ditelusuri jauh ke belakang sampai dengan musik liturgi Yahudi kuno, termasuk musik liturgi jemaat Kristen awal tarikh Masehi di kawasan yang sekarang bernama Israel, Gaza, dan Tepi Barat – Palestina jajahan Roma kuno zaman itu. Banyak mazmur dalam Perjanjian Lama digubah oleh Daud, gembala, pahlawan, musikus, penyair, jenderal, dan raja tenar Israel kuno sekitar 3000 tahun yang silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lagu yang mengungkapkan suasana sedih dalam &lt;em&gt;Mazmur&lt;/em&gt; tadi adalah &lt;em&gt;Mazmur 6&lt;/em&gt;. Melodinya, seperti melodi &lt;em&gt;Syukur,&lt;/em&gt; mulai dengan la dan berakhir juga dengan la. Terjemahan Indonesia menyingkap secara menyentuh hati pergumulan batin Daud karena dosa-dosanya terhadap Allah dan permohonannya yang khusyuk agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Bait pertama &lt;em&gt;Mazmur Jenewa&lt;/em&gt; ini seperti yang diterjemahkan Yayasan Musik Gereja (Yamuger) demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sayangi aku, TU-HAN!&lt;br /&gt;Jangan Engkau hukum-kan&lt;br /&gt;hambaMu yang gentar.&lt;br /&gt;Berapa lama lagi&lt;br /&gt;murkaMu kualami?&lt;br /&gt;Sengsaraku besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Suatu versi irama flamenko dari &lt;em&gt;Mazmur 6&lt;/em&gt; dan syair yang sama saya ciptakan beberapa tahun yang lalu. Flamenko adalah sejenis musik dan dansa yang erat kaitannya dengan Jipsi, suatu kaum pengembara yang konon berasal dari India. Mereka kemudian menetap di Spanyol dan mengembangkan musik flamenko. Sesuai sejarah awalnya, lagu-lagu flamenko berkembang dari nyanyian ratapan kaum Jipsi, ratapan akan nasibnya yang muram di tanah tumpangannya di Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait tadi bisa dinyanyikan sambil memainkan gitar atau mengikuti iringan yang sudah ada di side bar blog saya. Gaya &lt;em&gt;cengkok&lt;/em&gt; – menyanyikan lebih dari satu not untuk satu suku kata – saya tandai dengan garis pemisah vertikal pada kata TUHAN dan hukumkan; yang dicengkok adalah suku kata &lt;em&gt;TU-&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;–kum-.&lt;/em&gt; Selebihnya dinyanyikan seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian ratapan adalah nyanyian yang bersuasana sedih, murung, sayu. Melodi asli &lt;em&gt;Mazmur 6&lt;/em&gt; tadi lalu dimodifikasi biar sesuai salah satu irama flamenko – yang ini memakai jenis birama 3/4 yang agak cepat – di Spanyol dan sesuai juga dengan suasana sedih yang diungkapkan mazmur ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-9064950146902345415?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/9064950146902345415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=9064950146902345415&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/9064950146902345415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/9064950146902345415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/06/tangganada-mayor-kromatik-dan-minor.html' title='2. Tangganada Mayor, Kromatik, dan Minor'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-4128690913823190556</id><published>2008-05-25T22:49:00.001+07:00</published><updated>2008-06-10T10:54:24.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notasi balok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dasar-dasar'/><title type='text'>1.  Dasar-Dasar Notasi Balok</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada 7 huruf yang membentuk abjad musikal: A B C D E F G&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Musik ditulis pada suatu paranada, yang terdiri dari 5 garis sejajar. Ada 4 ruang di antara 5 garis sejajar itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg8XRyttmI/AAAAAAAAAAc/QcOra7Gs7iM/s1600-h/Paranada.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203975740037379682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg8XRyttmI/AAAAAAAAAAc/QcOra7Gs7iM/s320/Paranada.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanda kunci trebel atau “G” ditempatkan di awal setiap paranada:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg9VRyttoI/AAAAAAAAAAs/AzQDbY-E8v8/s1600-h/Kunci+G.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203976805189269122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg9VRyttoI/AAAAAAAAAAs/AzQDbY-E8v8/s320/Kunci+G.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kunci ini menunjukkan posisi not G, yaitu not sol – pada baris kedua dari bawah. Tanda kunci ini adalah suatu cara kuno untuk menuliskan huruf G masa kini. Pusat kunci ditulis pada baris kedua tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg-BByttpI/AAAAAAAAAA0/6YHLR7ARKCs/s1600-h/Not+G.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203977556808545938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg-BByttpI/AAAAAAAAAA0/6YHLR7ARKCs/s320/Not+G.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baris lain dan ruang dalam paranada dinamakan demikian:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg-bRyttqI/AAAAAAAAAA8/5v8ydpmvLUM/s1600-h/Not+pada+dan+di+antara+baris.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203978007780112034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg-bRyttqI/AAAAAAAAAA8/5v8ydpmvLUM/s320/Not+pada+dan+di+antara+baris.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not-not ekstra bisa ditambahkan dengan memakai garis-garis pendek, disebut garis-garis bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhBbxyttuI/AAAAAAAAABc/2mNbCvt5Mro/s1600-h/Garis-garis+bantu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203981314904930018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhBbxyttuI/AAAAAAAAABc/2mNbCvt5Mro/s320/Garis-garis+bantu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu not ditempatkan pada paranada, kepalanya menunjukkan posisinya. Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg-9xyttrI/AAAAAAAAABE/FyFZmytdOhU/s1600-h/Arah+tangkai+not.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203978600485598898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg-9xyttrI/AAAAAAAAABE/FyFZmytdOhU/s320/Arah+tangkai+not.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika not berada di bawah garis tengah paranada, tangkainya terarah ke atas. Ketika kepala not berada di atas garis tengah, tangkainya terarah ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangkai suatu not yang ditempatkan pada garis tengah (B) bisa terarah ke atas atau ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg_cRyttsI/AAAAAAAAABM/aQ-HlC5fR5k/s1600-h/Arah+tangkai+not+B.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203979124471609026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg_cRyttsI/AAAAAAAAABM/aQ-HlC5fR5k/s320/Arah+tangkai+not+B.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu paranada dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil oleh suatu garis lurus yang memotong paranada itu dan disebut garis birama. Dua garis birama membentuk suatu birama. Suatu garis ganda menandakan akhir musik atau akhir suatu bagian penting musik. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhAShytttI/AAAAAAAAABU/zM_O69a2DcE/s1600-h/Birama,+garis+birama+dan+ganda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203980056479512274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhAShytttI/AAAAAAAAABU/zM_O69a2DcE/s320/Birama,+garis+birama+dan+ganda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua titik yang ditempatkan di depan suatu garis birama ganda menunjukkan bahwa musik harus diulangi dari suatu awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhCAhyttvI/AAAAAAAAABk/e6x8eVSAbRs/s1600-h/Garis+ganda+bertitik+dua.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203981946265122546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhCAhyttvI/AAAAAAAAABk/e6x8eVSAbRs/s320/Garis+ganda+bertitik+dua.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NILAI-NILAI NOT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap not diberi nilai, yaitu, lamanya waktu membunyikan atau menyuarakan suatu not. Secara praktis, nilai suatu not ditegaskan oleh jumlah ketukan yang ada padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan berikut menjelaskan not-not paling lazim yang dipakai dalam musik dan nilai waktu yang terkait dengannya. Untuk setiap nilai not, ada suatu padanan tanda diam, yaitu, suatu jangka waktu musik tidak dibunyikan atau disuarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhCpRyttwI/AAAAAAAAABs/o5XKyPQYWIM/s1600-h/Nilai+not+dan+tanda+diam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203982646344791810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhCpRyttwI/AAAAAAAAABs/o5XKyPQYWIM/s320/Nilai+not+dan+tanda+diam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Not penuh, 4 ketuk&lt;br /&gt;Not setengah, 2 ketuk per not&lt;br /&gt;Not seperempat, 1 ketuk per not&lt;br /&gt;Not seperdelapan, ½ ketuk per not&lt;br /&gt;Not seperenam belas, ¼ ketuk per not&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau suatu titik ditempatkan sesudah suatu not, titik itu menaikkan nilai not itu menjadi setengah dari nilai not pertama.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhIwBytt0I/AAAAAAAAACM/j6fhyXYK4NA/s1600-h/Not+bertitik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203989359378675522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhIwBytt0I/AAAAAAAAACM/j6fhyXYK4NA/s320/Not+bertitik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contoh:&lt;br /&gt;(4 + 2 ) = 6 ketuk &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(2 + 1) = 3 ketuk &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1 + ½) = 1 ½ ketuk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu busur-sambung adalah suatu garis lengkung yang menghubungkan dua not atau lebih dengan tingginada yang sama. Not kedua tidak dimainkan atau dinyanyikan, tapi jumlah ketukannya ditambahkan pada jumlah ketukan not pertama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut ada dua contoh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhKBxytt1I/AAAAAAAAACU/oXqty9NmxjY/s1600-h/Busur-sambung.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203990763832981330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhKBxytt1I/AAAAAAAAACU/oXqty9NmxjY/s320/Busur-sambung.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2 + 1 = 3 ketukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 + 2 + 1 = 7 ketukan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ringkasan not dan nilainya demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhLVhytt2I/AAAAAAAAACc/-e4AMjLlDpg/s1600-h/Ringkasan+nilai+not.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203992202647025506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhLVhytt2I/AAAAAAAAACc/-e4AMjLlDpg/s320/Ringkasan+nilai+not.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;TANDA BIRAMA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanda birama atau jenis birama ditempatkan sesudah kunci trebel di awal suatu karya musikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhL4hytt3I/AAAAAAAAACk/-rHwFQSxUpk/s1600-h/Tanda+birama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203992803942446962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhL4hytt3I/AAAAAAAAACk/-rHwFQSxUpk/s320/Tanda+birama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Angka di atas menunjukkan jumlah ketukan per birama; angka di bawahnya menunjukkan nilai not dasar per birama. Dalam contoh ini, ada 4 ketukan per birama. Setiap not atau kesatuan not per birama bernilai ¼.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam birama ke-4, ketukan ke-4 diucapkan dalam bahasa Inggris s&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhEIhyttxI/AAAAAAAAAB0/d80dYLKTvuQ/s1600-h/Nilai+not+jumlah+ketukan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203984282727331602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhEIhyttxI/AAAAAAAAAB0/d80dYLKTvuQ/s320/Nilai+not+jumlah+ketukan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ebagai &lt;em&gt;four e and a&lt;/em&gt;. Hitungan Anda harus selesai dalam satu ketukan, yaitu, ketukan ke-4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jenis birama 4/4 adalah yang paling lazim dipakai dalam jutaan lagu. Ia terkadang diwakili oleh suatu lambang yang disebut &lt;em&gt;common time&lt;/em&gt; – disingkat sebagai C – dalam bahasa Inggris. &lt;em&gt;Common time&lt;/em&gt; boleh disebut jenis birama umum dalam bahasa Indonesia. Notasi balok ada kalanya memakai lambang ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhRdxytt4I/AAAAAAAAACs/RQL0_m0Nmx8/s1600-h/Common+Time.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203998941450712962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhRdxytt4I/AAAAAAAAACs/RQL0_m0Nmx8/s320/Common+Time.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan nyanyian rock dan pop ditulis dengan memakai jenis birama 4/4 atau&lt;em&gt; common time&lt;/em&gt;. Demikian juga, banyak nyanyian gereja, nyanyian pop etnik atau daerah, dan nyanyian rakyat – termasuk dari Papua – memakai jenis birama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis birama 4/4 adalah suatu contoh jenis birama tunggal. Suatu jenis birama tunggal dibentuk ketika ketukan jatuh pada not tak bertitik, seperti not seperempat, not setengah, dan not seperdelapan. Jadi, setiap ketukan dalam satu birama bisa dibagi menjadi dua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam jenis birama 4/4, ketukan dasarnya adalah suatu not bernilai seperempat. Not ini bisa dibagi menjadi suatu kelompok dari dua not yang masing-masing bernilai lebih kecil dari not sebelumnya, yaitu, not seperdelapan. Satu not seperdelapan lalu dibagi lagi menjadi dua not dengan nilai yang lebih kecil, masing-masing adalah not seperenam belas. Satu not seperempat sepadan dengan dua not yang masing-masing bernilai seperdelapan; satu not seperdelapan sepadan dengan dua not yang masing-masing bernilai seperenam belas. Berdasarkan pembagian biner ini, Anda mudah memecahkan satu not seperenam belas menjadi dua not yang masing-masing bernilai sepertiga puluh dua dan satu not penuh menjadi dua not yang masing-masing bernilai setengah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhTTBytt5I/AAAAAAAAAC0/hSq6poZ8sAk/s1600-h/Pembagian+biner.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204000955790374802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhTTBytt5I/AAAAAAAAAC0/hSq6poZ8sAk/s320/Pembagian+biner.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jenir birama tunggal lain mencakup 2/4 dan 3/4. Dalam jenis birama 2/4, angka 2 menunjukkan adanya dua ketukan dalam satu birama sementara angka 4 menunjukkan bahwa setiap not atau kesatuan not dalam satu birama dilandasi not seperempat. Dalam jenis birama 3/4, angka 3 menunjukkan tiga ketukan dalam satu birama dan setiap not atau kesatuan not dalam satu birama dilandasi satu not bernilai seperempat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Halaman berikut berisi dua contoh notasi yang memakai jenis birama 2/4 dan 3/4. Dalam birama ke-3 ketukan ke-2 jenis birama 2/4 di atas, tulisan 2 + Anda ucapkan dalam bahasa Inggris sebagai &lt;em&gt;two and&lt;/em&gt;. Ucapan kedua kata ini harus selesai dalam satu ketukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhVghytt6I/AAAAAAAAAC8/a64EGDTsTGc/s1600-h/Birama+dua+perempat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204003386741864354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhVghytt6I/AAAAAAAAAC8/a64EGDTsTGc/s320/Birama+dua+perempat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan itu, tulisan 1 + 2 dalam ketukan pertama dan kedua birama terakhir jenis birama 3/4 Anda ucapkan sebagai &lt;em&gt;one and two&lt;/em&gt;. Dalam birama ke-4 ketukan kedua jenis birama birama 2/4 dan 3/4, Anda mengucapkan tulisan ketukan itu sebagai &lt;em&gt;two e and &lt;/em&gt;a dan &lt;em&gt;three e and a.&lt;/em&gt; Sekali lagi, Anda harus menyelesaikan ucapanmu dalam satu ketukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhW4xytt7I/AAAAAAAAADE/DrINnlJkeSc/s1600-h/Birama+tiga+perempat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204004902865319858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhW4xytt7I/AAAAAAAAADE/DrINnlJkeSc/s320/Birama+tiga+perempat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain jenis birama tunggal, ada juga jenis birama majemuk. Suatu birama majemuk ditandai suatu not seperempat diikuti satu titik. Setiap not betitik satu bisa dibagi menjadi satu kelompok tiga not yang masing-masing bernilai seperdelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda birama 6/8 adalah suatu contoh birama majemuk. Ia menunjukkan bahwa satu birama berisi dua not seperempat bertitik satu. Kedua-duanya bisa dibagi menjadi 2 kelompok not bernilai seperedelapan; setiap kelompok terdiri dari tiga not. Not setengah bertitik satu di awal birama ini membentuk suatu gabungan dari empat ketukan (dari not berkepala putih) dan dua ketukan (dari titik satu di kanan not berkepala putih).Dalam jenis birama 6/8, satu not berkepala putih sepadan dengan dua not yang masing-masing berkepala hitam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhXoBytt8I/AAAAAAAAADM/QpaUEMFhNlE/s1600-h/Birama+enam+per+delapan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204005714614138818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhXoBytt8I/AAAAAAAAADM/QpaUEMFhNlE/s320/Birama+enam+per+delapan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua jenis birama bersusun lain dan lazim mencakup 9/8 dan 12/8. Dalam jenis pertama, ada tiga not bertitik satu dalam satu birama dan karena itu tiga kelompok not yang masing-masing dibentuk oleh tiga not bernilai seperdelapan. Dalam jenis kedua, ada empat not bertitik satu dalam satu birama; empat kelompok not yang masing-masing dibentuk oleh tiga not bernilai seperdelapan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhYvxytt9I/AAAAAAAAADU/HzOJ4jHeCC4/s1600-h/Birama+sembilan+per+delapan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204006947269752786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhYvxytt9I/AAAAAAAAADU/HzOJ4jHeCC4/s320/Birama+sembilan+per+delapan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhZQhytt-I/AAAAAAAAADc/BWb_FA7Hecs/s1600-h/Birama+dua+belas+per+delapan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204007509910468578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhZQhytt-I/AAAAAAAAADc/BWb_FA7Hecs/s320/Birama+dua+belas+per+delapan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NOT-NOT PADA POSISI TERBUKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran tentang akord dan progresi akord ini akan sering melibatkan gitar enam senar. Alat musik ini sangat populer dan praktis, di antaranya karena mudah dibawa ke mana-mana. Karena itu, Anda sebagai pemain gitar perlu tahu padanan posisi not-not balok dengan setelan standar gitar: E A D G B E. Setelan ini membentiuk not-not gitar pada posisi terbuka karena Anda tidak menekan senar apa pun. Padanan ini bisa Anda cari di organ, keyboard, atau piano.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDha_xytt_I/AAAAAAAAADk/madLpfzL-lI/s1600-h/Not+balok+dan+setelan+gitar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204009421170915314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDha_xytt_I/AAAAAAAAADk/madLpfzL-lI/s320/Not+balok+dan+setelan+gitar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam notasi balok tadi, C pada paranada kedua dari atas disebut C tengah. Ia setinggi not do – dalam notasi angka – tanpa titik di atas atau di bawahnya. Jadi, kelima not sebelum C tengah – E F G A B atau mi-fa-sol-la-si – bertitik satu dibawahnya dan tentu lebih rendah dari C tengah. Not C pada paranada keempat satu oktaf – delapan nada – lebih tinggi dari C tengah. Dengan demikian, not-not sesudahnya (D E F G) lebih tinggi dari not ini. Dalam notasi angka, not C-D-E-F-G atau do-re-mi-fa-sol yang tinggi ini ditandai satu titik di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not-not manakah dari notasi balok tadi yang sama bunyinya dengan not-not berdasarkan setelan standar pada gitar enam senar? Dari yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi, urutan padanan not itu demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not E: not senar ke-6, senar paling tebal, senar pertama pada gitar, di bawah rahang Anda.&lt;br /&gt;Not A: not senar ke-5.&lt;br /&gt;Not D: not senar ke-4.&lt;br /&gt;Not G: not senar ke-3.&lt;br /&gt;Not B: not senar ke-2.&lt;br /&gt;Not E: not senar ke-1, senar paling kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NOT-NOT KROMATIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam notasi angka, not kromatik ditandai garis yang memotong not secara miring ke arah kanan atau ke kiri. Potongan ke arah kanan menandakan naiknya not normal setinggi setengahnada. Not 1 (do) yang diberi garis yang memotongnya secara miring ke arah kanan menjadikan not itu dinyanyikan sebagai di. Potongan ke arah kiri menandakan turunnya not normal serendah setengahnada. Not 6 (la) yang dipotong secara miring oleh suatu garis dari kanan ke kiri mengakibatkan not ini dinyanyikan sebagai su, sama bunyinya dengan sel. Pemakaian garis untuk memotong not secara miring ke arah kanan atau kiri menunjukkan not-not kromatik, “not-not setengah” dalam percakapan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhdEBytuAI/AAAAAAAAADs/_Jt0GF0NCEs/s1600-h/Tanda+kres,+mol+dan+pugar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204011693208614914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhdEBytuAI/AAAAAAAAADs/_Jt0GF0NCEs/s320/Tanda+kres,+mol+dan+pugar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam notasi balok, not-not kromatik dalam posisi naik atau turun ditandai secara khusus. Not yang dinaikkan setengah dari posisi normalnya diberi tanda kres (#) sementara not yang diturunkan setengah dari posisi normalnya diberi tanda mol (b). Baik kres maupun mol selalu ditempatkan di depan not.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembalikan suatu not yang sudah dinaikkan atau diturunkan setengahnada ke posisi semula, tanda pugar dipakai. Tanda ini mirip tanda kres.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhdrRytuBI/AAAAAAAAAD0/rZiC4VSBw_4/s1600-h/Pengaruh+kres+dan+mol.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204012367518480402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhdrRytuBI/AAAAAAAAAD0/rZiC4VSBw_4/s320/Pengaruh+kres+dan+mol.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau suatu kres atau mol ditempatkan di depan suatu not memengaruhi not yang sama dalam satu birama. Tapi pengaruh ini ditiadakan kalau not yang sama muncul pada birama berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posisi naik di dalam batas suatu kunci (seperti C mayor), not-not yang memakai kres punya padanannya dengan not-not yang memakai mol dalam posisi turun. Dengan kata lain, not-not yang memakai kres dan mol ini punya tingginada yang sama. Not-not dengan tingginada yang sama ini disebut not-not enharmonik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDheZBytuCI/AAAAAAAAAD8/VN1sZhjrvjI/s1600-h/Not-not+enharmonik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204013153497495586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDheZBytuCI/AAAAAAAAAD8/VN1sZhjrvjI/s320/Not-not+enharmonik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Not-not enharmonik jelas ada dalam suatu jenis tangganada yang akan dibicarakan kemudian. Itulah tangganada kromatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not-not yang sama tingginada atau bunyinya demikian: di=ru, ri=ru, fi=su, se=lu, dan li=sa. Inilah not-not enharmonik dalam tangganada kromatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KUNCI TREBEL DAN BAS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci trebel yang merupakan suatu perkembangan dari huruf G dalam abjad kuno sudah Anda kenal sejauh ini. Dalam suatu paduan suara campuran (SATB), ia a lazimnya dipakai untuk not-not suara sopran dan alto. Kunci ini sering dipakai untuk menuliskan susunan akord secara vertikal; susunan not ini bisa dua, tiga, empat not atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kunci yang lain yang dipakai adalah kunci bas. Dalam suatu paduan suara SATB, ia selalu dipakai sejajar dan di bawah kunci trebel untuk suara tenor dan bas. Dalam musik instrumental, kunci bas dipakai untuk not-not yang dihasilkan alat-alat musik bersuara seperti tenor dan bas semisal trombon, cello, tuba, kontrabas, pedal organ Yamaha, tuts bersuara rendah dari organ dan piano, dan gitar bas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhe2xytuDI/AAAAAAAAAEE/u1L_lneP6nw/s1600-h/Kunci+trebel+dan+bas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204013664598603826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDhe2xytuDI/AAAAAAAAAEE/u1L_lneP6nw/s320/Kunci+trebel+dan+bas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana Anda mengingat dengan mudah urutan not yang dikendalikan kunci trebel atau bas? Hafallah posisi not do dalam kedua kunci ini. Berdasarkan posisi do, Anda bisa “melacak” not-not lain dalam posisi naik atau turun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua kunci tadi berlaku untuk tangganada C mayor yang juga akan dibicarakan kemudian. Tangganada ini akan kita pakai sering untuk mempelajari dan menguasai akord dan progresinya yang benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg6WxyttkI/AAAAAAAAAAM/G3tnsh3viw4/s1600-h/Paranada.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-4128690913823190556?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/4128690913823190556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=4128690913823190556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/4128690913823190556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/4128690913823190556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/05/dasar-dasar-notasi-balok.html' title='1.  Dasar-Dasar Notasi Balok'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-9e7MOc4hxY/SDg8XRyttmI/AAAAAAAAAAc/QcOra7Gs7iM/s72-c/Paranada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1967124175430915027.post-6534687827045936353</id><published>2008-05-24T00:23:00.002+07:00</published><updated>2008-05-24T00:28:09.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akord'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='progresi akord'/><title type='text'>Akord dan Progresi Akord</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya kalau seseorang hanya mampu mengiringi penyanyi yang berganti-ganti kunci karena menyanyikan berbagai lagu secara &lt;em&gt;medley &lt;/em&gt;dengan hanya menguasai “akord tiga jurus” dari satu kunci saja, seperti urutan akord C-F-G dalam kunci C mayor? Akibatnya bisa mencengangkan – dan menggelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat ini benar-benar terjadi dan saya saksikan sendiri. Sekitar pertengahan 1970-an, saya ikut pesta pergantian tahun di suatu kompleks yang dihuni para perantau dari Indonesia bagian Timur, kebanyakan dari Irian. Suatu barisan berpasangan, kebanyakan lelaki, dari orang Irian yang lagi mabuk karena minum &lt;em&gt;kole&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;kolesom&lt;/em&gt;, merek sejenis minuman anggur murah) dan minuman keras sedang balengan – tari berpasangan mirip poloneis – sepanjang emperan suatu deretan kamar yang menghadap halaman luas dan jalan raya. Mereka menyanyi dengan bersemangat macam-macam lagu khas Irian, sambung-menyambung, mirip medley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ikut mengiringi nyanyian &lt;em&gt;medley&lt;/em&gt; mereka dengan ukulele, sekitar satu jam. Tidak setiap lagu meneruskan kunci lagu sebelumnya; jadi, saya tinggal menyesuaikan kunci dan terus mengiringi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhenti sekitar pukul 4 pagi lalu seorang lelaki Irian – sebut saja Marten – mengambil alih iringan saya, kali ini pakai gitar 6 senar. Saya perhatikan, dia ingin iringi pakai kunci C. Tapi begitu dia mulai, penyanyi yang bersemangat dan menyanyi non-stop itu tanpa mereka sadari sudah pindah kunci di luar C. Marten ternyata tidak bisa main gitar di kunci lain kecuali di kunci C. Apa yang dia buat? Dalam keadaan suara ribut karena nyanyi itu, dia setel ulang gitar itu supaya iringannya cocok dengan setelannya. (Saya tidak akan dapat setelan gitar yang merdu dalam keadaan berisik.) Tapi begitu dia sudah ketemu setelan yang menurutnya cocok dan ingin iringi, penyanyi sudah pindah lagu lain dengan kunci yang lain lagi. Marten harus setel ulang gitarnya dan begitu mau iringi, penyanyi pindah lagu lain dengan kunci yang lain lagi. Selama sekitar 30 menit, kerja Marten bukan mengiringi mereka yang nyanyi tapi setel gitar. Begitu dia ketemu setelan lain sesudah 30 menit, pesta nyanyi sudah bubar dan dia berpuas diri dengan mengiringi siulannya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain pengalaman Marten, lain pengalaman Tom (bukan nama sebenarnya). Berbeda dengan Marten, keahlian mengiringi nyanyiannya bersyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, Tom gampang sekali mengiringi nyanyiannya atau nyanyian temannya dengan ukulele, gitar, keyboard, organ, atau piano. Mengapa? Lembaran nyanyian yang dia miliki punya lambang-lambang akord yang mempermudah dia mengiringinya atau temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada waktu lain, dia kelabakan mengiringi nyanyiannya atau nyanyian temannya. Kali ini, lembaran nyanyian tidak punya catatan tentang akord dan urutannya. Terpaksa, dia memakai perasaannya saja untuk menetapkan akord-akord yang dipakai. Kebetulan ada temannya yang ahli musik yang segera tahu ada akord yang salah bunyinya karena tidak cocok dengan nyanyian yang dibawakan. Tom sendiri tidak menyadari bunyi akord yang salah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda punya pengalaman mirip Marten dan Tom atau pengalaman mengiringi nyanyian yang terbatas atau kurang sekali dalam hal memakai akord dan urutannya sesuai aturan baku, Anda tidak usah berkecil hati. Ada banyak peminat musik yang ingin juga tahu lebih jauh tentang akord dan urutannya dan memakai aturannya yang baik dan benar untuk mengiringi lagu apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akord adalah suatu gabungan tiga not atau lebih yang dimainkan bersama-sama. Akord C, misalnya, dibentuk paling kurang dari susunan not C-E-G atau do-mi-sol. Sementara itu, progresi akord adalah serangkaian akord yang dimainkan sebagai suatu kesatuan musikal, seperti dalam suatu nyanyian. Rangkaian akord berikut – dalam kunci C mayor – bisa Anda mainkan untuk mengiringi “Malam Kudus”, lagu Natal terkenal itu: C-C-G-C-F-C-F-C-G-G7-C-C-G7-C. Rangkaian akord seperti ini disebut “progresi akord”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kecil ini ditulis untuk menolong Anda mempelajari dan menguasai akord dan progresinya. Anda akan dituntun secara bertahap melalui penjelasan yang sederhana disertai contoh-contoh dan latihan-latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah mempelajari dan menerapkan pelajaran dalam buku ini, Anda akan mengiringi lagu dengan memakai akord dan urutannya yang benar. Anda juga bisa mengiringi lagu yang tidak disertai lambang akordnya karena Anda akan tahu aturan yang benar untuk menetapkan pilihan dan urutan akord lagu seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini ditulis untuk Anda yang baru mulai belajar memainkan akord dan urutannya. Secara bertahap, Anda akan dituntun dari tingkat pemula menuju tingkat madya dan akhirnya tingkat maju. Contoh-contoh penjelasan dan latihan-latihan memakai notasi balok, tablatur (notasi khusus untuk gitar), peta ritme untuk iringan gitar, dan rekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 1 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1967124175430915027-6534687827045936353?l=progresiakord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://progresiakord.blogspot.com/feeds/6534687827045936353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1967124175430915027&amp;postID=6534687827045936353&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/6534687827045936353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1967124175430915027/posts/default/6534687827045936353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://progresiakord.blogspot.com/2008/05/akord-dan-progresi-akord.html' title='Akord dan Progresi Akord'/><author><name>Seba Woseba</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16969774968029039612</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
